Potensi Media Tanam Ciplukan (Physalis angulata)

Bambang Pujiasmanto, Maria Theresia Sri Budiastuti, Supriyono Supriyono, Ida Rumia Manurung, Desy Setyaningrum

Sari


Ciplukan (Physalis angulata) adalah salah satu jenis tanaman herba annual keluarga Solanaceae. Khasiat ciplukan sebagai tanaman obat belum banyak diketahui masyarakat. Pengembangan potensi ciplukan dapat dilakukan dengan mengeksplor media tanam sesuai syarat tumbuh tanah yang dibutuhkan ciplukan. Artikel ini bertujuan untuk mengulas tentang potensi media tanam ciplukan untuk budidaya dan perbanyakan ciplukan. Ciplukan cocok hidup di tanah yang subur, gembur maupun tanah agak padat, tidak tergenang air, dan memiliki pH mendekati netral. Ciplukan mampu hidup pada dataran rendah, menengah dan tinggi hingga ketinggian sekitar 1500 m. Ciplukan memerlukan unsur fosfor, kalium dan terutama nitrogen untuk mendukung pertumbuhannya. Media tanam dengan tambahan bahan organik lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi ciplukan.


Kata Kunci


Biofarmaka; Ciplukan; Media Tanam

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agrawal, R.P., Sharma, P., Pal, M., Kochar, A., & Kochar, D.K. (2006). Magnitude of dyslipidemia and its association with micro and macro vascular complications in type 2 diabetes: A hospital based study from Bikaner (Northwest India), Diabetes Research and Clinical Practice, hal. 211–214.

doi: 10.1016/j.diabres.2006.01.006.,Auge RM. (2001). Water relations, drought and vesicular-arbuscular mycorrhizal symbiosis. Mycorrhiza. 11, 35-42. https://doi.org/10.1007/s005720100097.

Bano AHS., Dhaliwal V., & Sharma. (2015). A pharmalogical comprehensive review on ‘rassbharry’ (Physalis angulata L). International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Science. 8, 30-34.

Backer, C. A., & Van Den Brink, R. C. B. (1965). Flora of Java (Spermatophytes only), NV . P., Noordhoof, Groningen, The Netherlands.

Elsa RS. & Gabriel VA. (2013). Physalis angulata L. (Bolsa Mullaca): A Review of its Traditional Uses, Chemistry and Pharmacology. Boletin Latinoamericano y del Caribe de Plants Medicinales y Aromaticas. 12(5), 431-445.

Feriadi, H & Heinz, F. (2008). Atap Bertanaman Ekologis dan Fungsional. Kanisius, Yogyakarta.

Hadiyanti, N. (2017). Kerapatan dan sifat morfologi ciplukan (Physalis sp.) Di Gunung Kelud, Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 2(2), 71-77.

Institute of Medicine. (2001). Dri Dietary Reference Intakes. Applications In Dietary Assessment. National Academy Of Sciences, National Academic Press, Washington, DC, USA.

Medina-Medrano J.R., Almaraz-Abarca N., Gonzalez-Elizondo M.S., Uribe-Soto J.N., Gonzalez-Valdez L.S. Herrera-Arrieta Y. (2015). Phenolic Constituents And Antioxidant Properties Of Five Wild Species Of Physalis (Solanaceae). Bot. Studies Int. J., 56, 24.

Muniz, J., Kretzschmar, A. A., Rufato, L., Pelizza, T. R., Rufato, A. D. R., & Macedo, T. A. D. (2014). General aspects of physalis cultivation. Ciência Rural, 44(6), 964-970.

Nggolitu K, Zakaria F, Pembengo W. (2018). Pengaruh pemberian mulsa eceng gondok dan pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena L.). Jurnal Agroteknotropika. 7(2), 176-183.

Nurvitha, L. (2016). Pengaruh abu dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) pada media gambut. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 9(1), 33-41.

Pitojo S. (2006). Penangkaran Benih Kacang Panjang. Kanisius, Yogyakarta.

Puente, L. A., Pinto-Muñoz, C. A., Castro, E. S., & Cortés, M. (2011). Physalis peruviana Linnaeus, the multiple properties of a highly functional fruit: A review. Food Research International, 44(7), 1733-1740.

Ratri, W. S., & Darini, M. T. (2016). Peluang Ekonomi Tanaman Ciplukan Sebagai Abate Alami. Jurnal Pertanian Agros, 18(1), 57-64.

Rukmi, K., & Waluyo, B. (2019). Keragaman Genetik Aksesi Ciplukan (Physalis sp.) Berdasarkan Karakter Morfologi dan Agronomi Variability Genetic Accession Of Ciplukan (Physalis sp.) Based On Agronomic and Morphological Characters.

Sasli I, Wicaksono A. (2017). Domestikasi tumbuhan potensi obat ciplukan (Physalis angulata L.) dengan aplikasi mikoriza arbuskula dan pupuk NPK. Jurnal Kesehatan Khatulistiwa. 3(2), 513-522.

Setiawan F, Setiawan F. (2020). Pengaruh SP-36 dan asam humat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max L). Jurnal Buana Sains. 19(2), 1-6. https://doi.org/10.33366/bs.v19i2.1742

Sharma, N., Bano, A., Dhaliwal, H. S., & Sharma, V. (2015). A pharmacological comprehensive review on “Rassbhary” Physalis angulata (L.). International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 7(8), 34-38.

Solihin E, Sudirja R, Kamaludin NN. (2019). Pengaruh dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan peningkatan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L.). Agrikultura. 30(2), 40-45. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v30i2.22791.

Valdenegro, M., Almonacid, S., Henríquez, C., Lutz, M., Fuentes, L., & Simpson, R. (2013). The effects of drying processes on organoleptic characteristics and the health quality of food ingredients obtained from goldenberry fruits (Physalis peruviana). Open Access Scientific Reports, 2(2), 642.

Van Steenis, C.G.G.J. (2005). Flora. Pt Pradnya Pramita, Jakarta.

Wahyunita, N., Herliana, O., Fauzi, A. & Widarawati, R. (2021). Karakter Fisiologi dan Hasil dari Tanaman Ciplukan (Physalis angulata) Pada Perlakuan Pemupukan Fosfat dan Mikoriza. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 26(3), 459-467.

Wang, Y. Q. (2011). Plant Grafting And Its Application In Biological Research. Chinese Science Bulletin, 56(33), 3511–3517. https://doi.org/10.1007/S11434-011-4816-1

Widarto, L. (1996). Perbanyakan Tanaman Dengan Biji, Stek, Cangkok, Sambung, Okulasi dan Kultur Jaringan. Kanisius. Yogyakarta.

Zawani, K., Nikmatullah, A. & Muslim, K. (2021). A Study of Cultivation Technology on Medicinal Plant “Morel Berry (Physalis angulata L)” Domestication to Support Family Medicinal Plant Development (TOGA) and Creative Economy. CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya, 14(1), 22-31.

Zhang Y.J., Deng, G.F., Xu, X.R., Wu, S., Li, S., Li, H.B. (2013). Chemical components and bioactivities of cape gooseberry (Physalis peruviana). Int. J. Food Nutr. Saf. 3(1), 15-24.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats