Pola Agroforestri yang Diterapkan oleh Petani Hutan Rakyat di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar

Tulus Widodo, Aghdiatama Dava Indratna, Annindhitya Pradhini Intan Kencana Santosa Putri, Maygita Serli Oktavia, Erza Oktavi Azzahra, Yus Andhini Bhekti Pertiwi, Ana Agustina, Malihatun Nufus, Supriyadi Supriyadi

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola agroforestri yang diterapkan oleh masyarakat Desa Gempolan dan pendapatan yang diperoleh masyarakat dari tanaman keras dalam sistem agroforestri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitik dengan pengambilan sampel melalui Proportionate Random Sampling. Jumlah responden yang diwawancarai dalam penelitian ini adalah 20% (38 orang) dari total masyarakat Desa Gempolan yang memiliki hutan rakyat dengan sistem agroforestri. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dengan kuesioner, pembuatan petak ukur berukuran 40 × 25 m2 di lahan agroforestri dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola agroforestri yang diterapkan oleh masyarakat  Desa Gempolan yaitu pola alternate rows dan random mixture. Sebanyak 37 responden mempraktikkan pola agroforestri random mixture dan 1 responden mempraktikkan pola alternate rows. Tanaman keras yang dibudidayakan antara lain meliputi sengon, jati, mahoni, waru, akasia, mindi, dan suren. Selanjutnya hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani memperoleh rerata total penerimaan dari budidaya tanaman keras sebesar Rp.190.349.105/ha dan biaya produksi Rp.4.823.757/ha, sehingga potensi pendapatan adalah Rp.185.525.349/ha.


Kata Kunci


Desa Gempolan; hutan rakyat; pendapatan; pola agroforestri; tanaman keras

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aruan, N. & Irwanto. (2020). Implementasi Modal Pengelolaan Hutan Rakyat dengan Pola Agroforestri Berbasis Kemitraan. Develop, 4(2), 23-52. DOI: 10.25139/dev.v4i2.2778.

Astana, S., Hani, A., Endom, W., Nuroniah, H. S., Lelana, N. E., Kurniasari, D. R. & Bangsawan, I. (2016). Kiat Berbisnis Sengon : Tanam Sekali, Untung Berkali-kali. Bogor : FORDA Press.

Baskorowati, L. (2014). Budidaya Sengon Unggul (Falcataria mollucana) untuk Pengembangan Hutan Rakyat. Bogor : IPB Press.

Departemen Kehutanan. (1997). Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 49/kptsII/1997 Tentang Pendanaan dan Usaha Hutan Rakyat. Jakarta: Departemen Kehutanan Republik Indonesia.

Faizal, M. I. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensitas Pengelolaan Hutan Rakyat dan Strategi Pengembangan Hutan Rakyat di Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. (Skripsi). Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hendriati, R. L., Nurrohmah, S. H., Susilawati, S. dan Budi, S. 2014. Budidaya Acacia Uriculiformis (Acacia auriculiformis) untuk Kayu Energi. Bogor : IPB Press.

Irawan, E. (2011). Prospek partisipasi petani dalam program pembangunan hutan rakyat untuk mitigasi perubahaan iklim di wonosobo. Forum Geografi, 25(1), 85-97.

Kundrat, K. (2019). Karakteristik Tanah di bawah Vegetasi Albasia dan Analisis Nilai Tambah Kayu Sengon di Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang. Agro tatanen| Jurnal Ilmiah Pertanian, 1(2), 1-9.

Pramono, A. A., Fauzi, M. A., Widyani, N., Heriansyah, I. & Roshetko, J. M. (2010). Pengelolaan Huan Jati Rakyat: Panduan Lapangan Untuk Petani. Bogor : CIFOR.

Pratiwi, I. A., Sunartomo, A. F., & Suciati, L. P. (2019). Penerapan Berbagai Pola Agroforestri Hutan Rakyat di Kabupaten Lumajang dan Potensi Pendapatannya. UNEJ e-Proceeding.

Refdanil, N., & Evi, S. (2014). Analisa Harga Jual Kayu Akasia Berdasarkan Pendekatan Biaya Produksi Pembangunan Hutan Tanaman Industri. Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Riau.

Rohadi, D., Herawati, T., Padoch, C., & Race, D. (2015). Mendorong usaha tanaman kayu rakyat sebagai Bisnis yang menarik bagi petani (Vol. 128). CIFOR.

Rusni, N. Abubakar, L., Simarangkir, B. & Ruslim, Y. (2019). Analisis Peluang Usaha Bagi Hasil Hutan Tanaman Jenis Eucalyptus Pellita F. Muell Dan Acacia Mangium Willd di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. AGRIFOR, 18(2), 313-324.

Sardjono, M. A., Djogo, T., Arifin, H. S., & Wijayanto, N. (2003). Klasifikasi dan Pola Kombinasi Komponen Agroforestri, Bahan Ajaran Agroforestri. Bogor : World Agroforestry.

Vergara, N.T. (1981). Integral Agroforestry a potential Strategy for Stabilizing Shifting Cultivation and Sustaining Productivity of Natural Environment. Working Paper, Environment and Policy. Institute, EatsWest Center, Honolulu, Hawai USA.

Wijayanto, N. (2006). Modul Pelatihan Agroforestri. Bogor: ITTO.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats