Uji Daya Hasil Beberapa Genotipe Mutan Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merril) Generasi M7 Hasil Iradiasi Gamma

Yulia Nur Arifah, Florentina Kusmiyati, Syaiful Anwar

Sari


Induksi mutasi pada tanaman kedelai hitam diharapkan dapat menghasilkan kedelai  hitam dengan daya hasil tinggi. Tanaman hasil induksi mutasi harus melalui  berbagai pengujian terlebih dahulu sebelum dapat dilepas menjadi varietas baru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil serta heritabilitas tanaman mutan  kedelai hitam hasil induksi mutasi iradiasi sinar gamma pada generasi M7. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap monofaktor dengan 3 ulangan. Genotipe yang diuji adalah 4 mutan kedelai (06-252/1-6-2-28, 06-400/1-2-2-6, 06- 256/1-2-9-29, dan 06-256/1-4-2-21) dan 3 varietas pembanding (Detam-1, Detam-3 dan Detam-4). Penelitian dilakukan pada lahan yang telah dibuat bedengan dengan ukuran 2,5 m x 13 m, jarak tanam 50 cm x 50 cm sebanyak 21 unit percobaan dengan  masing-masing terdapat ± 250 tanaman dan diambil sampel 10 tanaman setiap unitnya untuk analisis data. Parameter yang diamati jumlah polong isi per tanaman, jumlah  polong per tanaman, jumlah bji per tanaman, dan bobot 100 biji. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan jumlah polong isi dan jumlah polong pada mutan kedelai hitam 07-252/1-6-2-28 dan 07-400/1-2-2-6 tidak berbeda nyata dengan Detam-1 dan Detam 3, sedangkan jumlah polong mutan kedelai hitam 07-256/1-4-2-21 nyata lebih tinggi dibandingkan Detam-1 dan Detam 3 dan tidak berbeda nyata dengan Detam-4. Nilai heritabilitas pada karakter jumlah polong isi per tanaman, jumlah polong per tanaman,  jumlah biji per tanaman, dan bobot 100 butir memiliki nilai heritabilitas tinggi. Mutan  07-256/1-4-2-21 merupakan mutan dengan hasil paling baik sehingga dapat dipertimbangkan sebagai galur harapan varietas unggul kedelai hitam.


Kata Kunci


heritabilitas; kedelai hitam; mutan; varietas

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alfariatna, L., Kusmiyati, F., & Anwar, S. (2018). Karakter fisiologi dan pendugaan heritabilitas tanaman M1 bawang merah (Allium Ascalonicum L.) hasil induksi iradiasi sinar gamma. J. Agro Complex, 2(1), 19-28

Arifiana, N. B. & Sjamsijah, N. (2017). Respon seleksi tanaman F3 pada beberapa genotipe tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill). J. Agriprima, 1(1), 50- 58.

Asadi. (2013). Pemuliaan mutasi untuk perbaikan terhadap umur dan produktivitas pada kedelai. J. AgroBiogen, 9(3), 135–142.

Astuti, A. (2011). Uji daya hasil beberapa galur kedelai (Glycine max (L.) Merr) di Majalengka pada dua musim tanam. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Astutik, W., D. Rahmawati dan N. Sjamsijah. (2017). Uji daya hasil galur MG1012 dengan tiga varietas pembanding tanaman cabai keriting (Capsicum annum L.). J. Agriprima, 2(1), 163–173.

Balitkabi. (2015). Deskripsi Varietas Unggul Kedelai. Balitkabi, Malang.

Damayanti, F. (2021). Potensi pemuliaan mutasi radiasi sebagai upaya peningkatan variasi genetik pada tanaman hias. J. EduBiologia, 1(2), 78-84.

Effendy, Respatijarti, & Waluyo, B. (2018). Keragaman genetik dan heritabilitas karakter komponen hasil dan hasil ciplukan (Physalis sp.). J. Agro, 5(1), 30- 38.

Gabesius, Y. O., Siregar, L. A. M. & Husni, Y. (2012). Respon pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kedelai (Glycine max (l.) Merrill) terhadap pemberian pupuk bokashi. J. Online Agroekoteknologi, 1(1), 220–236.

Hastuti, D. P., Supriyono, & Hartati, S. (2018). Pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata, l.) pada beberapa dosis pupuk organik dan kerapatan tanam. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture , 33(2), 89-95.

Kastono, D. (2005). Tanggapan pertumbuhan dan hasil kedelai hitam terhadap penggunaan pupuk organik dan biopestisida gulma siam (Chromolaena odorata). J. Ilmu Pertanian, 12(2), 103–116.

Kuswantoro, H., L. Ujianto., A. Sulistyo. & R.T. Hapsari. (2016). Hasil dan komponen hasil galur-galur kedelai di dua lokasi. J. Agronomi Indonesia, 44(1), 26–32.

Kuswantoro, H., Sutrisno, & Supeno, A. (2017). Keragaan agronomi galur-galur kedelai potensial pada dua agroekologi lahan kering masam. J. Agron Indonesia, 45(1), 23–29.

Pandiangan, D. N. & Rasyad, A. (2017). Komponen hasil dan mutu biji beberapa varietas tanaman kedelai (Glycinemax (L.) Merril) yang ditanam pada empat waktu aplikasi pupuk nitrogen. J. Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, 4(2), 1–14.

Purba, R. (2015). Kajian Pemanfaatan Amelioran Pada Lahan Kering Dalam Meningkatkan Hasil dan Keuntungan Usahatani Kedelai. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(6) : 1483–1486. Bandung, September 2015, p1483 – 1486.

Qosim, W. A., Rachmadi, M., Hamdani, J. S. & Nuri, I. (2013). Penampilan fenotipik, variabilitas, dan heritabilitas 32 genotipe cabai merah berdaya hasil tinggi. J. Agronomi Indonesia, 41(2), 140–146.

Ramdhani, F., Putri, L. A. P., & Hasyim, H. (2013). Evaluasi karakteristik beberapa varietas kedelai (Glycine max L.Merill) hasil mutasi kolkisin M2 pada kondisi naungan. J. Online Agroekoteknologi, 1(3), 453-456.

Rizqiani, Y., F. Kusmiyati, & S. Anwar. (2018). Keragaman warna bunga M1 tanaman aster (Callistephus chinensis) hasil induksi mutasi iradiasi sinar gamma. J. Agro Complex, 2(1), 52–58.

Salimi, S & S. Moradi. (2012). Effect the correlation, regression and path analysis in soybean genotypes (Glycine max L.) under moisture and normal condition. Intl. J. Agron. Plant. Prod. 3(10), 447–454

Susanto, T. & Saneto, B. (1994). Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Bina Ilmu. Surabaya.

Syukur, M., S. Sujiprihati, R. Yunianti, & D.A. Kusumah. (2011). Pendugaan ragam genetik dan heritabilitas karakter komponen hasil beberapa genotipe cabai. J. Agrivigor. 10(2), 148-156.

Wijayati, R. Y., Purwanti, & S. Adie, M. M. (2014). Hubungan hasil dan komponen hasil kedelai (Glycine max (L.) Merr.) populasi F5. J. Vegetalika, 3(4), 88– 97.

Wulandari, D. R. & A. N. Sugiharto. (2017). Uji daya hasil pendahuluan beberapa galur jagung manis (Zea mays L. Saccharata). J. Produksi Tanaman, 12(5), 1998–2007.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats