Sifat Herbisida Campuran Berbahan Aktif Penoksulam 15 G/L dan Pretilaklor 385 G/L Terhadap Beberapa Jenis Gulma Padi Sawah

Dedi Widayat, UUm Umiyati, Farah Farikhatur Rohmah

Sari


Pengendalian gulma menggunakan herbisida bahan aktif tunggal secara terus menerus dalam jangka panjang menyebabkan gulma menjadi resisten. Penggunaan herbisida campuran dapat menambah spektrum pengendalian dan meminimalisir terjadinya resistensi gulma. Campuran herbisida dua atau lebih bahan aktif akan menunjukkan interaksi yang bersifat sinergis, aditif maupun antagonis. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan dan sifat herbisida campuran berbahan aktif Penoksulam 15 g/l dan Pretilaklor 385 g/l terhadap beberapa jenis gulma padi sawah. Percobaan dilaksanakan di Sanggar Penelitian Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Kabupaten Bandung. Perlakuan terdiri dari 3 jenis herbisida yakni campuran Penoksulam 15 g/l + Pretilaklor 385 g/l, herbisida tunggal Penoksulam 15 g/l dan herbisida tunggal Pretilaklor 385 g/l dengan dosis masing-masing 4 ; 2; 1; 0,5; 0,25; 0 l/ha yang diulang empat kali. Gulma sasaran diantaranya Marsilea crenata, Monochoria vaginalis, Spenochlea zeylani, Ludwigia octovalvis, Leptochloa chinensis, Echinochloa crusgalli, dan Cynodon dactylon. Analisis data menggunakan presentase kerusakan gulma untuk mengetahui keefetifan setiap herbisida dan analisis regresi linear metode Multiplicative Survival Model (MSM) untuk menentukan LD50 masing-masing herbisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida campuran Penoksulam 15 g/l + Pretilaklor 385 g/l dapat menekan pertumbuhan gulma sasaran serta memiliki LD50 perlakuan sebesar 0,55 l/ha dan LD50 harapan sebesar 0,93 l/ha dengan nilai Ko-toksisitas 1,7 (>1) sehingga herbisida campuran bersifat sinergis.

 


Kata Kunci


herbisida campuran, penoksulam, pretilaklor, gulma

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aryanti, W., Dahlianah, I., Kartika, T., & Biologi, P. S. (2021). Komposisi dan Struktur Gulma di Pertanaman Padi ( Oryza sativa L.) di Desa Tugu Mulyo. Jurnal Indobiosains 3(1), 1–8.

Caesar, T., Purba, E., & Rahmawati, N. (2013). Uji Efikasi Herbisida Glifosat Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Jagung Produk Rekayasa Genetika. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 1(1), 94095. https://doi.org/10.32734/jaet.v1i1.671

Dey, P., & Pandit, P. (2020). Review article relevance of data transformation techniques in weed science. Journal of Research in Weed Science, 3(1), 81–89. https://doi.org/10.26655/JRWEEDSCI.2020.1.8

Guntoro, D., & Fitri, T. Y. (2013). Aktivitas Herbisida Campuran Bahan Aktif Cyhalofop-Butyl dan Penoxsulam terhadap Beberapa Jenis Gulma Padi Sawah. Buletin Agrohorti, 1(1), 140. https://doi.org/10.29244/agrob.1.1.140-148

Lamid, Zainal. (2011). Integrasi Pengendalian Gulma dan Teknologi Tanpa Olah Tanah Pada Usaha Padi Sawah Menghadapi Perubahan Iklim. Pengembangan Inovasi Pertanian 4 (1) : 14-28.

Pane, Hamdan., & Jatmiko, Sigit Yuli. (2009). Pengendalian Gulma Pada Tanaman Padi. Subang: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Umiyati, U. (2005). Sinergisme Campuran Herbisida Klomazon Dan Metribuzin Terhadap Gulma. Agrijati, 1(1), 1–5.

Widayat, D., Umiyati, U., Sumekar, Y., & Riswandi, D. (2018). Sifat campuran herbisida berbahan atrazin 500g/L+ mesutrion 50 g/L terhadap beberapa jenis gulma. Kultivasi, 17(2), 670–675. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v17i2.17646

Widayat, D., Umiyati, U., & Sumekar, Y. (2021). Campuran Herbisida IPA Glifosat, Imazetafir, dan Karfentrazon-etil dalam Mengendalikan Gulma Daun Lebar, Gulma Daun Sempit dan Teki. Kultivasi 20(1):47-52.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats