Penjaringan MVA Indegenus Pada Rhizosfer Tanaman Legum dan Non Legum Lombok Utara

Sukmawati Sukmawati

Sari


Luas lahan kering di Kabupaten Lombok Utara tinggi melebihi luas lahan basah dan belum mendapatkan perhatian yang maksimal. Lahan kering di Lombok Utara berpotensi menjadi lahan pertanian yang produktif seperti tegalan, ladang dan perkebunan. Permasalahan utama pada lahan kering Lombok Utara adalah ketersediaan air yang terbatas, sifat fisik tanah yang tidak optimal sehingga produktivitas lahan rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan terutama di lahan kering Kabupaten Lombok Utara adalah melalui pemanfaatan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indegenus sebagai pupuk hayati.. Penelitian ini bertujuan untuk  mengidentifikasi dan mengetahui kerapatan spora MVA Indegenus di lahan kering Kabupaten Lombok Utara. Penelitian menggunakan metode eksplorasi deskriptif dengan mengambil sampel pada Kecamatan Gangga Desa Segara Katon dan Desa Genggelang pada rhizospher tanaman legume dan non legum. Pada setiap rhizospher tanaman diambil 4 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah spora bervariasi pada tempat dan inang yang berbeda. Jumlah spora tertinggi terdapat pada inang cabai dan terendah pada inang jagung.


Kata Kunci


eksplorasi; jumlah spora; MVA; suhu tanah dan pH tanah

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BPS Lombok Utara, 2017. Model usaha tani berkelanjutan dilahan kering Kabupaten Lombok Utara,1 . LPPM Unram Press, Mataram

Danesh, Y. R., Goltapeh, E.M., Varma, A. and Mukerjii, K.G. 2007. Arbuscular-Mycorrhizal Fungi Associated with Alfafa Rhizosphere in Iran. American-Eurasian, Jurnal Agric dan Environ Sci. 2(5):574-580

Douds, J., Nagahashi, D.D.G., Hepperly. P.R. 2010. On-farm Production of Inoculum of Indegenous Arbuscular Mycorrhizal Fungi and Assessment of Diluent of Compost for Inoculum Production, Bioresource Technology 101. 2326-2330.

Hartoyo, B. M., Ghulamadhi, L. K., Darusman, S. A., Aziz. dan Mansur, I. 2011. Keanekaragaman Vesikula Mikoriza Arbuaskular (FMA) pada Rhizosfere Tanaman Pangan (Centella asiatica (L), Urban. Journal Littri.17 (1);32-40.

Jansa, J., Smith, F.A. dan Smith, S.E.. 2016. Are there benefits of simultaneous Root colonization byd different arbuscular mycorrhizal fungi?.New Phytologist. 177: 779–789.

Kim, S. J., Lee, J., Park, Eo. E. H, dan Eom, A., 2017. “Effects of Arbuscular Mycorrhizal Fungi and Soil Conditions on Crop Plant Growth”. Mycobiology. 45: 20-24

Ramadhana, R. 2016. Produksi Mutu Benih Beberapa Varietas Kedelai Lokal Aceh (Glycine max (L) Merr) dengan Pemberian Dosis Mikoriza yang Berbeda pada Tanah Entisol. Jurnal Kawista Agroteknologi. 1 (1) : 1-10

Smith, S. E., Facelli, E., Pope, S, dan Smith, F.A. 2010. Plant Performance in Stressful Environments: Interpreting New and Established Knowledge of The Roles of Arbuscular Mycorrhizas. Plant Soil. 326;3-20

Sukmawati, 2013. Respon Tanaman Kedelai terhadap Pemberian Pupuk Organik, Inokulasi FMA dan Varietas Kedelai di Tanah Pasiran. Media Bina Ilmiah. 7(4):26-31.

Sukmawati, 2021. Penjaringan dan Uji Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indegenus sebagai Pupuk Hayati untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kedelai (Glycine max (l) Merril) pada Lahan Kering di Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (Desertasi).Universitas Udayana. 186 h

Sukasta, W. G. A., Sukartini.. Adnyana, N.W., Leestyawati. 2010. Pengaruh Pupuk Hayati Mikoriza ‘Tehnofert” untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Pakan Sapi pada Lahan Kering di Propinsi Bali. Laporan Hasil Penelitian (tidak dipublikasi)

Tahat, M. M and Sijam, K. (2012). Mycorrhizal Fungi and Abiotic Environmental Conditions Relationship. Research Journal of Environmental Sciences. 6: 125-133.

Widiastuti H. 2004. Biologi Interaksi Cendawan Mikoriza Arbuaskular Kelapa Sawit pada Tanah Masam Sebagai Dasar Pengembangan Tehnologi Aplikasi Dini. (ringkasan disertasi). Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats