Analisis Penentuan Komoditas Sayuran Basis di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara

Hapry Aljaninansya, Sri Marwanti, Umi Barokah

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis sayuran yang basis atau layak untuk dikembangakan di Kabupaten Kolaka. Pemetaan dianalisis dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ) yang akan menghasilkan komoditas yang tergolong dalam komoditas basis atau non basis yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani dan daerah. Data pada penelitian ini perupa data sekunder time series tahun (2016-2020) yang bersumber dari beberapa instansi yakni Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Analisis Location Quotient maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat Komoditas sayur-sayuran yang tergolong basis. Komoditas basis karena cukup potensial untuk dikembangkan guna memacu pertumbuhan perekonomoian di Kabupaten Kolaka. Komoditas sayuran yang tergolong basis di Kabupaten Kolaka adalah komoditas cabai besar dengan nilai LQ 1.22, cabai rawit dengan nilai LQ 1.45, Kacang panjanag dengan nilai LQ 1.05, labu siam dengan nilai LQ 2.09, terung dengan nilai LQ 1.14, tomat dengan nilai LQ 1.10 .


Kata Kunci


komoditas basis; sayuran; Kabupaten Kolaka

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Antriyani, N. 2018. Analisis Komoditas Basis Kelapa Sawit Pada Setiap Kecamatan Di Kabupaten Morowali. Jurnal Sosial Ekonomi. Universitas Tadulako Palu. Agrotekbis 25 (2) : 136-144 Agustus 2018.

Arsyad, L. 2005. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi. Daerah. Edisi pertama. Yogyakarta: BPFE. Adisasmita, Rahardjo.2010.

Badan Pusat Statistik. 2020. Statistik Hortikultura Komoditas Strategis. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kolaka.

Budiharsono, S. 2001. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Erika dan mintani. 2013. Anailisis Sektor-Sektor Ekonomi Dalam Rangka Pengembangan Kebijakan Pembangunan Ekonomi di Kota Kediri, Jurnal Ekonomi Dak Studi Pembangunan. Vol No. 1.

Kipdiyah, S., Hubeis, M., & Suharjo, B. 2013. Strategi Rantai Pasok Sayuran Organik Berbasis Petani di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Manajemen IKM, 8(2),99-114.

Ratag, J. P, Kapantow, G. H, & Pakasi, C. B. 2016. Peran Sektor Pertanian terhadap Perekonomian di Kabupaten Minahasa Selatan. Agri Sosio Ekonomi Unsrat Vol 12 No 2A, 239-250.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats