Aplikasi Pupuk Hayati Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Keberhasilan Okulasi Bibit Tanaman Karet

Umi Hidayati

Sari


Bakteri endofit telah diperoleh dari tanaman karet yang telah dikarakterisasi memiliki kemampuan dalam fiksasi N2 dan menghasilkan hormon untuk memacu pertumbuhan bibit tanaman karet. Bakteri endofit dapat dicampur dalam bentuk kultur campuran, dengan harapan bisa saling melengkapi peranan masing-masing. Kultur campuran bakteri endofit dapat memberikan manfaat lebih dibandingkan aplikasi tunggal  pada bibit tanaman karet yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman karet. Tiga kultur campuran yang digunakan yaitu kultur campuran 1 Brachybacterium paraconglomeratum LPD74dan Providencia vermicola KPA38, kultur campuran 2 Bacillus cereus KPD6, Pseudomonas aeruginosa KPA32, dan Brachybacterium paraconglomeratum LPD74, serta kultur campuran 3 merupakan gabungan antara kultur campuran 1 dan 2. Tujuan penelitian adalah : (1) aplikasi pupuk hayati cair dapat meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman karet, dan (2) aplikasi pupuk hayati cair dapat meningkatkan keberhasilan okulasi bibit tanaman karet. Penelitian dilakukan di lapang dengan Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan dan 4 ulangan. Percobaan terdiri dari 2 faktor yaitu faktor 1 pupuk hayati cair (biofertilizer) terdiri dari 5 perlakuan : (1) tanpa pupuk hayati cair K0 (Kontrol), (2) aplikasi pupuk hayati cair K1, (3) aplikasi pupuk hayati cair K2, (4) aplikasi pupuk hayati cair K3, dan (5) aplikasi pupuk hayati cair komersial K4, sedangkan faktor 2 stadia kecambah karet pada saat penanaman di polibeg yang terdiri dari 4 perlakuan : (1) stadia mentis S1, (2) stadia bintang S2, (3) stadia pancing S3, dan (4) stadia jarum S4. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan tanaman dan keberhasilan okulasi. Klon yang digunakan untuk okulasi IRR 112. Hasil pengamatan parameter tinggi tanaman dan diameter batang pada perlakuan aplikasi pupuk hayati cair K1 memberikan hasil tertinggi. Tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan aplikasi pupuk hayati cair K1 dengan stadia bintang (S2) yaitu 75.5 cm. Diameter batang terbesar pada perlakuan aplikasi pupuk hayati cair K1 dengan stadia mentis (S1) yaitu 8.53mm. Panjang akar terpanjang pada perlakuan aplikasi pupuk hayati cair K3 dengan stadium pancing (S3) yaitu 50.75 cm. Sedangkan keberhasilan okulasi pada perlakuan pupuk hayati cair K1 K2 K3 memberikan prosentase hasil okulasi lebih tinggi daripada K0 (kontrol) dan K4 (produk komersial) yaitu K1 92%, K2 91%, dan K3 90%.


Kata Kunci


bakteri endofit; bibit tanaman karet; pupuk hayati cair

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bacon CW, Hinton DM. 2007. Bacterial endophytes : The endophytic niche, its occupants, and its utility. Di dalam Gnanamanicham SS, editor. Plant-Associated Bacteria. Springer. Netherlands. hlm 155-194.

Balai Penelitian Sembawa. 2003. Pengelolaan bahan tanam karet. Penerbit

Balai Penelitian Sembawa Pusat Penelitian Karet. Palembang. 53 h.

Bashan LE, Bashan Y. 2005. Bacteria: Plant growth-promoting soil. Di dalam Hillel D, editor. Encyclopedia of soil in environment vol 1. Oxford (US): Elsevier. hlm 103-115.

Gofar N, Napoleon A, Harun MU. 2008. Seleksi kemampuan berbagai konsorsium bakteri endofitik pemacu tumbuh dalam meningkatkan biomassa dan kadar Nitrogen tanaman padi di tanah asal rawa lebak. Di dalam: Pemanfaatan Lahan Basah untuk Pertanian Berkelanjutan dalam Menghadapi Peluang dan Tantangan Krisis Pangan Global. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan; Palembang, 17-18 Des 2008. Palembang: Himpunan Ilmu Tanah Indonesia. hlm 280-288.

Gravel V, Antoun H, Tweddell RJ. 2007. Growth stimulation and fruit yield improvement of greenhouse tomato plants by innoculation with Pseudomonas putida or Trichoderma atroviride: possible role of indole acetic acid (IAA). Soil Biol Biochem. 39:1968-1977.

Hallmann J, Hallmann AQ, Mahaffee WF, Kloepper JW. 1997. Bacterial endophytes in agricultural crops. Can J Microbiol 43: 895-914.

Hidayati U, Chaniago IA, Munif A, Siswanto, Santosa DA. 2014 a. Potency of Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria from Rubber Plants (Hevea brasiliensis Müll. Arg.). J of Agronomy 13 (3) : 147-152

Hidayati U, Chaniago IA, Munif A, Siswanto, Santosa DA. 2014 b. Potensi Kultur Campuran Bakteri Endofit sebagai Pemacu Pertumbuhan Bibit Tanaman Karet. Indonesian J Nat Rubb Res 32 (2). Pusat Penelitian Karet. Bogor. hlm 129-138.

Karthikakuttyamma M, Joseph M, Nair ANS. 2000. Soil and Nutition. Di dalam : George PJ, Kuruvilla CK, editor. Natural Rubber, Agromanagement and Crop Processing. Rubber Research Institute of India. Kottayam, India. hlm 170-198.

Khotchanalekha K, Saksirirat W, Ayuttaya SIN, Sakai K, Tashiro Y, Okugawa Y, and Tongpim S. 2020. Isolatiom and Selection of Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria Associated with Healthy Hevea brasiliensis for Use as Plant Growth Promoters in Rubber Seedlings under Salinity Stress. Chiang Mai J. Sci. 47(1) : 39-40. http://epg.science.cmu.ac.th/ejournal.

Lestari W. 2017. Isolasi dan uji antifungal bakteri endofit dari akar tanaman karet (Hevea brasilliensis). Simbiosa 6(1):48. DOI:10.33373/sim-bio.v6i1.1036

Munthe H, Manurung A, 2002. Pengaruh pemupukan nitrogen dan magnesium terhadap keberhasilan okulasi bibit karet. Warta Pusat Penelitian Karet 21 (1-3). Medan. hlm 44-50.

Praca LB, Gomez ACMM, Cabral G, Martins ES, Sujii ER, Monnerat RG. 2012. Endophytic Colonization by Brazilian Strains of Bacillus thuringiensis on Cabbage Seedlings Grown in Vitro. Bt Research 2012, Vol.3, No.3, 11-19.

Siagian N, Wattimena GA, Solahuddin S. 1985. Pemakaian hormon untuk mempercepat pemulihan kulit pulihan tanaman karet. Buletin Perkaretan 3(3). Pusat Penelitian Karet. Medan. hlm 67-72.

Siagian N, Manurung A, Husny Z, 1996. Pertumbuhan dan keberhasilan hidup tanaman cangkokan karet pada berbagai kedalaman tanam. Indonesian J Nat Rubb Res 14 (3). Pusat Penelitian Karet. Medan. hlm 276-290.

Siagian N, 2000. Aspek produksi, sifat dan penanganan biji karet. Warta Pusat Penelitian Karet 19 (1-3). Medan. hlm 40-54.

Wattimena GA. 1987. Zat Pengatur Tumbuh. Institut Pertanian Bogor. Bogor.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats