Proses Blansir Terhadap Kadar Abu, Kadar Sari, serta Cemaran Mikroba Simplisia Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers)

Devi Safrina, Nur Rahmawati Wijaya

Sari


Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang sudah dikenal oleh masyarakat. Tanaman perdu dan memanjat dari famili Euphorbiaceae telah digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi diabetes. Untuk menghasilkan bahan baku jamu brotowali yang berkualitas, maka proses penanganan pascapanen perlu dilakukan dengan tepat. Kendala yang dialami yaitu  dalam proses pengeringan yaitu timbulnya jamur selama proses pengeringan berlangsung. Hal ini dapat meningkatkan cemaran mikroba pada simplisia yang dihasilkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan cemaran mikroba yaitu perlakuan blansir sebelum proses pengeringan. Akan tetapi perlu diperhatikan juga kualitas simplisia yang diperoleh (kadar sari dan kadar abu). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh waktu blansir yang tepat pada simplisia brotowali. Perlakuan blansir dilakukan dengan 6 (enam) variasi waktu blansir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar sari larut air tertinggi simplisia brotowali adalah perlakuan blansir satu menit, sementara kadar abu total terendah simplisia brotowali adalah perlakuan blansir lima menit. Waktu blansir yang disarankan pada proses pembuatan simplisia brotowali adalah dengan waktu blansir satu menit dengan nilai angka lempeng total terendah dan angka jamur masih memenuhi syarat yang ditetapkan.

Kata Kunci


brotowali, blansir, kadar sari, kadar abu, cemaran mikroba

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim (2000) Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta, Depkes RI.

Depkes RI (2008) Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Fellows, A.P. 2000. Food Procession Technology, Principles and Practise.2nd ed. Woodread.Pub.Lim. Cambridge. England. Ditererjemahkan oleh Ristanto.W dan Agus Purnomo.

Hariana, A. 2013. Tumbuhan Obat dan khasiatnya. Penebar Swadaya. Jakarta.

Islam, M.A., M. R. Amin, dan Z. A. Mahmud. 2014. Evaluation of Analgetic and Antimicrobial of Different Fraction of Crude Methanol Extract of Tinospora crispa Stem. IJPSR. Vol. 5(1) : 16 – 21.

Keputusan Menteri Kesehatan No. 661/MENKES/SK/VII/1994.

Kumalasari, H. (2012) Validasi Metoda Pengukuran Kadar Air Bubuk Perisa Menggunakan Moisture Analyzer Halogen Hb43-S, Sebagai Alternatif Metoda Oven dan Karl Fischer. Institut Pertanina Bogor.

Muchtadi, T dan Sugiyono. 1992. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. IPB-Press. Bogor.

Muchtadi, T.R. 1997. Teknologi Proses Pengolahan Pangan. IPB-Press. Bogor.

Permadi, Adi. 2008. Ramuan Herbal Penumpas Hipertensi. Pustaka Bunda. Jakarta.

Ridal, S. 2003. Karakteristik Sifat Fisiko-Kimia Tepung dan Pati Talas (Colocasia esculenta) dan Kimpul (Xanthosoma sp) dan Uji Penerimaan Alfa Amilase terhadap patinya. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Pertanian. IPB. Bogor.

Ruiz RP (2015) Gravimetric Determination of Water by Drying and Weighing. California (US), John Wiley&Shn. Inc.

Sudarmadji, S. H. dan Suhardi. 1984. Prosedur Analisa untuk bahan Makanan dan Pertanian. (Edisi ketiga). Liberty. Yogyakarta.

Susanto, T. 1994. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Bina Ilmu. Sura


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats