Pengaruh Suhu dan Cahaya terhadap Viabilitas Benih Tempuyung (Sonchus arvensis)

Rahma Widyastuti, Atika Fathur Rahmi, Rina Indriani

Sari


Tempuyung sebagai bahan baku obat tradisional dalam industri jamu masih belum banyak dibudidayakan. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam budidaya tempuyung adalah pembibitan secara generatif. Suhu dan cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan perkecambahan dalam pembibitan tempuyung. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui suhu yang tepat dan pengaruh cahaya dalam perkecambahan benih tempuyung. Perlakuan dalam metode penelitian ini adalah (1) T1C = Suhu 30°C pada tempat terang, (2) T2C = Suhu 40°C pada tempat terang, (3) T3C = Suhu 50°C pada tempat terang, (4) T4C = Kontrol pada tempat terang, (5) T1G = Suhu 30°C pada tempat gelap, (6) T2G = Suhu 40°C pada tempat gelap, (7) T3G = Suhu 50°C pada tempat gelap, dan (8) T4G = Kontrol pada tempat gelap. Variabel yang diamati yaitu kecepatan tumbuh benih, daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa suhu hanya berpengaruh pada potensi tumbuh maksimum, sedangkan cahaya mempengaruhi seluruh variabel pengamatan. Suhu terbaik untuk perkecambahan benih tempuyung yaitu 40-50°C pada tempat tumbuh yang mendapatkan cukup sinar matahari (terang).


Kata Kunci


cahaya, Sonchus arvensis, suhu perendaman, tempuyung

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Assauwab, M. H. (2018). Pengaruh Berbagai Lama dan Suhu Awal Perendaman terhadap Perkecambahan Benih Pepaya (Carica papaya L.) dalam Dua Jenis Wadah Pra-Kecambah. Universitas Sumatera Utara.

Copeland, L., & McDonald, M. (1995). Principles of Seed Science and Technology. Chapman and Hall Press.

Fitriyani, S. ., Rahayu, E. ., & Habibah, N. . (2013). Pengaruh Skarifikasi Dan Suhu Terhadap Pemecah Dormansi Biji Aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr. Pengaruh Skarifikasi Dan Suhu Terhadap Pemecah Dormansi Biji Aren (Arenga Pinnata (Wurmb) Merr, 2(2), 85–91.

Hui, W. S. (2012). Effects of storage time and temperature on the germination of Chenopodium L. Seeds. J. of Northwest University for Nationalities (Natural Science), 33, 23–26.

Januwati, M. (2012). Penanganan Pasca Panen Simplisia untuk Menghasilkan Bahan Baku Terstandar Mendukung Industri Minuman Fungsional (Laporan Kemajuan).

Lemna, W. K., & Messersmith, C. G. (1989). The Biology Of Canadian Weeds. 94. Sonchus amensis L. Can. J. Plant Sci, 70, 509–532.

Ma, S., Zhang., M., Qian., L., & S.Liu. (2016). Effect of Temperature and Water on Seed Germination of Salix sungkianica. J.Molecular Soil Biology, 7(8), 1–6.

Seed Vigor Test Committe, & Analysis, of T. A. of O. S. (1983). Handbook on Seed Testing no. 32. In Seed Vigor Testing Handbook (p. 88). The Association.

Sukarjo, E. I., Sudjatmiko, S., & Alamsyah, A. (2007). Pertumbuhan dan hasil tanaman tempuyung. JIPI, Edisi Khus(2), 200–207.

Tryono, A., & Dkk. (2019). Sebelas Ramuan Jamu Saintifik, Pemanfaatan Mandiri Oleh Masyarakat. Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional.

Widiastuti, Y. (2020). Pengembangan Parameter Standar Simplisia Untuk Menjamin Mutu dan Keamanan Obat Tradisional. In Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Lembaga Penerbit Balitbangkes.

Widyastuti, R., Listyana, N. H., & Widyantoro, W. (2018). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Herbafarm terhadap Perkecambahan Benih Sambiloto. Prosiding Seminar Nasional Dalam Rangka Dies Natalis UNS Ke 42 Tahun 2018, A280–A287.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats