Eksplorasi Sumberdaya Lahan Subak dengan Participatory Mapping

Ni Made Trigunasih, I Ketut Sardiana, R Suyarto, Nyoman Dibia, I Nyoman Sunarta, Putu Perdana Kusuma Wiguna, W Wiyanti, Moh Saifulloh

Sari


Subak merupakan suatu masyarakat hukum adat yang merupakan perkumpulan petani pengelola air irigasi di lahan sawah, serta memiliki karakteristik  sosioagraris-religus. Subak telah di tetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia mulai tahun 2012. Seiring berjalannya waktu, lahan subak semakin mengalami alih fungsi lahan dan keberadaannya kurang dikenal oleh masyarakat luas, khususnya wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk itu perlu dilakukan eksplorasi terhadap lahan subak, dengan mengambil contoh studi kasus pada Subak di Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menjaga kelestarian sawah subak serta mempromosikan eksistensi subak di kancah regional maupun global, melalui eksplorasi sumberdaya lahan. Metode yang digunakan yakni mixed method, yang menggabungkan antara pendekatan pemetaan partisipatif, survei lapangan dan wawancara.  Subak merupakan warisan budaya dunia yang telah di tetapkan UNESCO mulai tahun 2012. Keberadaan lahan perlu mendapat perhatian khusus, salah satunya melalui eksplorasi informasi dan sumberdaya lahan. Kecamatan Tabanan memiliki 24 Subak yang tersebar pada 10 desa, dengan karakteristik wilayah : jenis tanah Latosol,  curah hujan  >2500 mm/th sampai dengan <2000 mm/th, ketinggian tempat mulai dari >100 m dpl sampai >500 m dpl, suhu udara mulai 23,3°C sampai 25,7°C.  Kesesuaian lahan aktual untuk pengembangan tanaman padi sawah pada subak-subak di Kecamatan Tabanan tergolong ke dalam kelas cukup sesuai (S2) sampai sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas: ketersediaan hara terutama unsur makro (N, P, K) dengan kelayakan usahatani (B/C Ratio) sebesar 0,68. Eksplorasi lahan subak sangat penting dilakukan, guna melestarikan keberadaannya serta sebagai dasar pengendali terhadap alih fungsi lahan. Selain itu, memperkenalkan tentang sumberdaya lahan kepada masyarakat luas hingga mancanegara terkait keberadaan subak di Bali.

Kata Kunci


subak, sumberdaya lahan, pemetaan partisipatif, pertanian, eksplorasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Astuthi, M., Dewi, K., & Harum, M. (2020). Studi Diagnosa Subak Di Kota Denpasar (Kasus di Subak Renon, Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar). DwijenAGRO, 10(1). https://doi.org/10.46650/dwijenagro.10.1.857.16-20

Cameron, R. (2011). Mixed methods research: The five Ps framework. Electronic Journal of Business Research Methods, 9(2).

Cochrane, L., & Corbett, J. (2020). Participatory mapping. In Handbook of Communication for Development and Social Change.

https://doi.org/10.1007/978-981-15-2014-3_6

Hutauruk, J., Lanya, I., & Nuarsa, I. (2016). Sistem Informasi Lahan Subak Berbasis Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografi Di Kota Denpasar. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 5(3).

Masrizal. (2012). Mixed Methode Research. Andalas Journal and Public Health, 6(1).

Mitchell, A. (2018). A review of mixed methods, pragmatism and abduction techniques. Electronic Journal of Business Research Methods, 16(3).

Rahmi, D. H., & Setiawan, B. (2020). Pressures on the Balinese world cultural landscape heritage: The case of Jatiluwih Subak Village. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 501(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/501/1/012032

Reilly, K., Adamowski, J., & John, K. (2018). Participatory mapping of ecosystem services to understand stakeholders’ perceptions of the future of the Mactaquac Dam, Canada. Ecosystem Services, 30. https://doi.org/10.1016/j.ecoser.2018.01.002

Saifulloh, M., Sardiana, i ketut, & Supadama, a. a. nyoman. (2017). Pemetaan Kualitas Tanah pada Lahan Kebun Campuran dengan Geography Information System ( GIS ) di Kecamatan Tegallalang , Kabupaten Gianyar. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 6(3).

Sardiana, I. (2015). Land Characteristic and Suitability in Relation To Agricultural Land-Use Planning in Denpasar, Bali. Bumi Lestari, 15(2).

Sriartha, I., & Windia, W. (2015). Efektivitas Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Mengendalikan Alih Fungsi Lahan Sawah Subak: Studi Kasus di Kabupaten Badung, Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 5(2).

Suamba, K. (2015). Development Strategy of Subak for Supporting Agroecotourism Empowerment. Advances in Social Sciences Research Journal, 2(6). https://doi.org/10.14738/assrj.26.1141

Sunarta, I. N., Adikampana, I. M., & Nugroho, S. (2019). The Existence of Subak inside the Northern Kuta Tourism Area, Bali. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 313(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/313/1/012012

Trigunasih, N. M. (2015). Pemetaan Alih Fungsi Lahan Sawah Untuk Kelestarian Subak Dalam Menunjang Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kota Denpasar. In Udayana.(Indonesian).

Trigunasih, N. M., Lanya, I., Hutauruk, J., & Arthagama, I. D. M. (2017). Spatial Numeric Classification Model Suitability with Landuse Change in Sustainable Food Agriculture Zone in Kediri Sub-district, Tabanan Regency, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 98(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/98/1/012046

Windia, W., Suamba, I. K., Sumiyati, S., & Tika, W. (2018). Sistem Subak Untuk Pengembangan Lingkungan Yang Berlandaskan Tri Hita Karana. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. https://doi.org/10.24843/soca.2018.v12.i01.p10

Wiranatha, A. S., & Suryawardani, I. G. A. O. (2018). A Structural Model of Community-Based Agritourism Developmen at The World Heritage Site of Jatiluwih Rice Field Terrace in Tabanan, Bali. Global and Storchatic Analysis, 5(6).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats