Respon Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr) terhadap Salinitas (NaCl)

Nurholis Nurholis, Achmad Sugandi

Sari


Komoditas tanaman pangan yang terpenting setelah tanaman padi dan jagung yaitu tanaman kedelai (Glycine max L. Merr). Produktivitas kedelai masih rendah yang salah satu penyebabnya yaitu lahan budidaya semakin sedikit akibat dari alih fungsi lahan. Solusi yang digunakan yaitu pemanfaatan lahan-lahan marginal salah satunya adalah lahan pesisir pantai dengan permasalan tanah salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman kedelai (Glycine max L. Meer) terhadap salinitas serta mengetahui varietas yang toleran salinitas sehingga dapat digunakan sebagai informasi bagi para pemulia dan petani agar kegiatan pemuliaan tanaman kedelai serta kegiatan budidaya kedelai pada lahan salin dapat terlaksana dengan baik. Penelitian dilaksanakan di green house Agroekoteknologi Universitas Trunojoyo Madura dari bulan Januari sampai April 2020. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi NaCl meliputi kontrol (K0), 3000 ppm (K1), 4000 ppm (K2), 5000 ppm (K3), dan faktor kedua yaitu varietas kedelai meliputi grobogan (V1), burangrang (V2), anjasmoro (V3). Parameter pengamatan meliputi umur perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, volume akar, jumlah polong, dan bobot polong pertanaman. Hasil data pengamatan dianalisi menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf uji F 5% yang dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi NaCl dengan perlakuan varietas. Perlakuan konsentrasi NaCl yang semakin tinggi menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai semakin rendah pada parameter umur perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, volume akar, jumlah polong, dan bobot polong pertanaman. Varietas grobogan merupakan varietas yang secara umum cenderung memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan varietas lainnya.

Kata Kunci


toleran, salinitas, varietas kedelai

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amira, M.S. 2015. Effects of Salicylic Acid on Growth, Yield and Chemical Contents of Pepper (Capsicum annuum L.) Plants Grown Under Salt Stress Conditions. International Journal of Agriculture and Crop Sciences. 8(2): 107-113.

BALITKABI. 2016. Deskripsi Varietas Unggul Kedelai 1918-2016. Deskripsi Varietas Unggul Aneka Kacang dan Umbi.

Barus, J. 2013. Potensi Pengembangan dan Budidaya Kedelai pada Lahan Suboptimal di Lampung. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal. 20-21 September 2013. Palembang: Universitas Sriwijaya. ISBN 979-587-501-9. hal 1-12.

Budiasih. 2009. Respon Tanaman Padi Gogo terhadap Cekaman Kekeringan. Ganec Swara Edisi Khusus 3(3): 22-27.

Dolatabadian, A., S.A.M. Modarressanavy, and F. Ghanati. 2011. Effect of Salinity on Growth, Xylem Structure and Anatomical Characteristics of Soybean. Not. Sci. Biol. 3 (1): 41 – 45.

Hussein, M. M., El-Faham, S.Y., and A.K. Alva. 2012. Pepper Plants Growth, Yield, Photosynthetic Pigments, and Total Phenols as Affected by Foliar Application of Potassium under Different Salinity Irrigation Water. Agricultural Sciences. 3: 241-248.

Ismail, M., Y. Prapto, dan W. Sriyanto. 2018. Tanggapan Dua Kultivar Kedelai (Glycine max L) terhadap Empat Aras Salinitas. Vegetalika. 7(2): 16-29.

Karajol, K., dan G.R. Naik. 2011. Seed Germination Rale As a Phenotypical Marker for the Selection of NaCl Tolerant Cultivars in Pigeon Pea (Cajanus cajan (l.) Milsp.). World K. of Sci. and Tech. 1(2):1-8.

Muharram, A. 2011. Pengujian Toleransi Padi (Oryza sativa L.) terhadap Salinitas pada Fase Perkecambahan. SKRIPSI. Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor, 10, 1-57.

Munns, R. and M. Tester. 2008. Mechanism of Salinity Tolerance. Annu. Rev. Plant Biol. 59: 651-681.

Purwaningrahayu, R.D. 2016. Karakter Kedelai Toleran Salinitas. Iptek Tanaman pangan, 11(1): 35-48.

Runik, D. Purwaningrahayu, dan A. Taufiq. 2017. Respon Morfologi Empat Genotip Kedelai terhadap Cekaman Salinitas. Jurnal Biologi Indonesia 13(2):175-188.

Salibury, F.B. dan C.W. Ross,. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Penerbit ITB. Bandung.

Simarmata, R dan H. Sukiman. 2015. Efikasi Burkholderia cepaciaGL3 dalam Memacu Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max L).

Biogenesis. Jurnal Ilmiah Biologi.vol 3(2): 76-80.

Sukma, K. P. W., dan S. Isdiana. 2019. Produksi Jagung Hibrida dan Lokal Madura pada Lahan Salin Di Kabupaten Pamekasan. Seminar Nasional Optimalisasi Sumberdaya. ISBN: 978-602-50605-8-8. p.112 - 118.

Sutoro dan M. Setyowati. 2014. Model Pendugaan Luas Daun Tanaman Koro Pedang (Canavalia ensiformis). Informatika Pertanian, Vol. 23 No.1,

Juni 2014: 1 – 6.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats