Pengaruh Herbisida Parakuat Diklorida 135 G/L Terhadap Penekanan Gulma Pada Budidaya Kelapa Sawit Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)

Yayan Sumekar

Sari


Kehadiran gulma pada pertanaman kelapa sawit merupakan salah satu kendala yang dapat mengurangi hasil panen, hal tersebut akibat adanya persaingan dalam pengambilan unsure hara, cahaya, ruang tumbuh, dan air.  Selain gulma dapat berkompetisi secara fisik, gulma juga mampu berkompetisi secara kimia dengan dikeluarkannya zat alelopati. Sehubungan adanya kerugian langsung maupun tidak langsung akibat kehadiran gulma pada pertanaman budidaya, maka pengendalian gulma mutlak diperlukan.  Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu secara mekanis, kultur teknis, biologis, kimia dengan penggunaan herbisida, atau secara terpadu.  Diantara berbagai macam cara pengendalian gulma yang paling banyak dilakukan dengan penggunaan herbisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan herbisida Parakuat diklorida 135 g/l untuk pengendalian gulma umum pada tanaman kelapa sawit TBM. Penelitian dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit di Cikelet, Garut Selatan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari Parakuat diklorida 135 g/l dengan dosis 405 g/ha;  540 g/ha; 675 g/ha; 810 g/ha; 945 g/ha; penyiangan secara manual dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida parakuat diklorida 135 g/l dosis 405-945 g/ha terbukti berpengaruh sangat baik dan efektif dalam mengendalikan gulma golongan daun lebar seperti Ageratum conyzoides, Galinsoga parviflora, Richardia brasiliensis, Borreria alata, dan gulma lainnya. Herbisida parakuat diklorida 135 g/l dosis 405-945 g/ha pada semua dosis yang diujikan tidak memperlihatkan gejala keracunan pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan.


Kata Kunci


herbisida, parakuat diklorida 135 g/l, gulma, kelapa sawit

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Allorerung, D., M. Syakir, Z. Poeloengan Syafaruddin, dan W. Rumini. 2010. Budidaya Kelapa Sawit. Aska Media. 79 Halaman.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Kelapa Sawit. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 26 Halaman.

Broschat, T. K. 2013. Palm Morphology and Anatomy. The Institute of Food and Agricultural Sciences (IFAS). 4 pages.

Ersyad, Z., Ardian, dan F. Silvina. 2017. Inventarisasi gulma dan seedbank pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) menghasilkan (TM) di Kebun Sei Galuh PT. Perkebunan Nusantara V Kampar Riau. Jom Faperta 4(2): 1-21.

Essandoh, P. K., F. A. Armah, J. O. Odoi, D. O. Yawson, and E. K. A. Afrifa. 2011. Floristic composition and abundance of weeds in an oil palm plantation in Ghana. ARPN Journal of Agricultural and Biological Science 6(1): 20-31.

Hartono, B., Adiwirman, G. M. E. Manurung. 2014. Teknik budidaya tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) belum menghasilkan di lahan pasang surut yang dilakukan petani di Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir. Jom Faperta 1 (2): 15 halaman.

Humburg, N. E., S. R. Colby, R. 2000. Herbicide Handbook of the Weed Science Society of America. WSSA,Inc., Champaign, Illinois, USA.

Lam C. H., Lim J. K., and Badrulisan J. 1993. Comparative studies of Paraquat mixtures and glyphosate and or its mixtures on weed succession in plantation crops. The Planter. 69: 525-535.

Murti, D.A., N. Sriyani dan S.D. Utomo. 2016. Efikasi herbisida parakuat diklorida terhadap penekanan gulma pada pertanaman ubi kayu. Jurnal Agrotek Tropika 8(2): 355-364,

Pahan, I. 2006. Panduan Kelapa Sawit. Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penebar Swadaya. Jakarta.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit. 2010. Budi Daya Kelapa Sawit. PT Balai Pustaka. Jakarta.

Rianto, B. 2010. Overview of palm industry landscape in Indonesia. Pricewaterhouse Cooper Indonesia. 16 pages.

Sarjono, B. Y., dan S. Zaman. 2017. Pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Bangun Koling. Bul. Agrohorti 5(3): 384-391.

Schleicher, T., I. Hilbert, A. Manhart, K. Hennenberg, Ernah, S. Vidya, I. Fakhriya. 2019. Production of palm oil in Indonesia: Country-focused commodity analysis in the context of the biomatch project. 64 pages.

Sembodo, Dad R.J. 2010. Gulma dan Pengelolaanya. Graha Ilmu. Yogyakarta. 168 hlm

Sidik, S., E. Purba, and E. N. Yakub. 2018. Population dynamics of weeds in oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) circle weeding area affected by herbicide application. IOP Conf. Series Earth and Environmental Science: 1-7.

Sidik J.U., Sembodo, Evizal, and Pujisiswanto. 2020. Efikasi Herbisida Parakuat Untuk Pengendalian Gulma Padabudidaya Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq)Tanaman Belum Menghasilkan. J. Agrotek Tropika 8 (2): 355 – 364.

Simangunsong, Y. P., S. Zaman, dan D. Guntoro. 2018. Manajemen pengendalian gulma perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.): Analisis faktor- faktor penentu dominansi gulma di Kebun Dolok Ilir, Sumatera Utara. Bul. Agrohorti 6 (2): 189-196.

Suntres, Z.E. 2002. Role of antioxidants in paraquattoxicity. Toxicology. 180(1):65"77.

Tantra, A.W., dan E. Santosa. 2016. Manajemen gulma di Kebun Kelapa Sawit Bangun Bandar: analisis vegetasi dan seedbank gulma. Bul. Agrohorti 4(2): 138-143.

Utomo, C., T. Herawan, dan A. Susanto. 2007. Feromon: Era baru pengendalian hama ramah lingkungan di perkebunan kelapa sawit. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit 15 (2): 69-82.

Wibawa, W., D. Sugandi , dan Yesmawat. 2012. Dominansi gulma pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Provinsi Bengkulu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu. Article: 11 halaman.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats