Performans Reproduksi Sapi Induk di Provinsi Papua Barat

M L D Muay, M J Wajo, A Supriyantono

Sari


Performans reproduksi ternak yang tinggi disertai manajemen reproduksi yang baik akan menghasilkan efisiensi yang tinggi dengan produktivitas ternak yang tinggi pula, untuk mengetahui performans reproduksi sapi induk pada program UPSUS SIWAB Tahun 2017 di Provinsi Papua Barat, maka perlu dilakukan analisis parameter reproduksinya. Penelitian ini dilakukan di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Fakfak dengan metode deskriptif. Jumlah responden yaitu sebanyak 42 orang peternak dengan jumlah sampel sebanyak 113 sapi induk akseptor IB (total 10% dari populasi akseptor tiga lokasi). Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah non return rate (NRR), service per conception (S/C), conception rate (CR) dan calving rate (CvR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai NRR (84,96%), nilai SC (1,3), nilai CR (80,53%) dan nilai CvR (83,81%). Disimpulkan bahwa performans reproduksi sapi induk pada program UPSUS SIWAB Tahun 2017 di Provinsi Papua Barat dapat dikatakan sangat baik dan telah memenuhi standar yang telah ditetapkan secara teoritis.


Kata Kunci


parameter reproduksi; sapi induk; UPSUS SIWAB

Referensi


Feradis. (2010). Bioteknologi Reproduksi pada Ternak. Alfabeta. Bandung

Hardjopranjoto, H.S. (1995). Ilmu Kemajiran Pada Ternak. Airlangga University Press. Surabaya.

Haryanto, A. (2017). Evaluasi Keberhasilan Program Inseminasi Buatan Sapi Potong Di Kabupaten Manokwari. Tesis. Program Studi Magister Ilmu Peternakan Pascasarjana, Universitas Papua. Manokwari.

Nuryadi dan S. Wahyuningsih. (2011). Penampilan reproduksi sapi Peranakan Ongole dan Sapi Peranakan Limousin di Kabupaten Malang. Jurnal Ternak Tropika, 12 (1), 76-81.

Rasad, S. D., S. Kuswaryan, D. Sartika, dan R. Salim. (2008). Kajian pelaksanaan program Inseminasi Buatan sapi potong di Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Sapi Potong. Palu, 24 November.

Rizal M. dan Herdis. (2008). Inseminasi Buatan Pada Domba. Penerbit Rineka Cipta.

Setiadi, D.R. (2002). Kaji Banding Profil Reproduksi Sapi Potong Dalam Program inseminasi Buatan (IB) di Beberapa Kabupaten di Indonesia. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian. Bogor.

Setiawan, D. (2018). Artificial Insemination of Beef Cattle UPSUS SIWAB Program Based on the Calculation of Non-Return Rate, Service Per Conception and Calving Rate in The North Kayong Regency. The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research, 3(1), 7-11.

Soeharsono., Saptati, dan K. Diwyanto. (2010). Kinerja Reproduksi Sapi Potong Lokal Sapi Persilangan Hasil Inseminasi Buatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 2-4 Agustus. Puslitbangnak.

Sunarti., T. Saili, dan L.O. Nafiu. (2016). Karakteristik Spermatozoa Sapi Bali Setelah Sexing Menggunakan Metode Kolom Albumin Dengan Lama Waktu Sexing Yang Berbeda. Fakultas Peternakan UHO, Kendari. Jitro, 1(1), 65-76.

Toelihere, M.R. (1993). Inseminasi Buatan pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats