Karakteristik Mutu Pupuk Organik Cair Urin Kambing dan Responsnya terhadap Pertumbuhan Benih Kelapa Sawit di Pre- Nursery yang Dikombinasikan dengan Volume Irigasi yang Berbeda

Febrianti Sianturi, Rina Ekawati

Sari


Salah satu penentu keberhasilan dalam pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit adalah tahapan pesemaian. Pesemaian bertujuan untuk menyiapkan tanaman agar mampu beradaptasi dan tumbuh sesuai dengan lingkungan tumbuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik mutu pupuk organik cair (POC) asal urin kambing serta menerangkan respons pertumbuhan benih kelapa sawit, khususnya di pre-nursery pada pemberian volume air irigasi dan dosis pupuk organik cair asal urin kambing yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama adalah volume air irigasi yang terdiri dari lima taraf perlakuan yaitu: kontrol, 100, 200, 300, dan 400 mL/hari. Faktor kedua adalah dosis POC urin kambing yang berbeda yang terdiri dari lima taraf perlakuan, yaitu: kontrol, 5, 10, 15, dan 20 mL/L air. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 75 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi perlakuan antara volume air irigasi dan dosis POC urin kambing yang berbeda memberikan interaksi yang tidak berbeda nyata pada peubah tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang benih kelapa sawit. Secara faktor tunggal, pemberian 10 mL/L air POC urin kambing menghasilkan jumlah daun benih kelapa sawit yang lebih banyak. Hasil analisis kandungan unsur hara urin kambing yaitu: C-organik dan total hara makro tidak memenuhi syarat minimal teknis POC, namun pH telah memenuhi syarat minimal teknis POC berdasarkan Permentan No. 261 Tahun 2019 tentang persyaratan teknis minimal pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah.

 


Kata Kunci


pemberian air, persemaian awal, pertumbuhan, urin kambing, vegetatif

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adileksana, C., Yudono, P., Purwanto, B. H., & Wijoyo, R. B. (2020). The growth performance of oil palm seedlings in Pre-Nursery and Main Nursery stages as a response to the substitution of NPK compound fertilizer and organic fertilizer. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 35(1), 89–97. https://doi.org/10.20961/carakatani.v35i1.33884

Ariyanti, M., Maxiselly, Y., Rosniawaty, S., & Nilmawati, B. A. D. (2018). Pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan aplikasi urin ternak sebagai pupuk organik. Jurnal Agrosintesa, 1(2), 61–70. https://doi.org/10.33603/.v1i2.1928

Fahmi, M. N., Syafrinal, & Yulia, A. E. (2018). Pengaruh pemberian urin kambing dan pupuk bokashi terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). JOM FAPERTA UR, 5(1), 1–13.

Fermila Lawenga, F., Hasanah, U., & Widjajanto, D. (2015). Pengaruh pemberian pupuk organik terhadap sifat fisika tanah dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di Desa Bulupountu Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. J. Agrotekbis, 3(5), 564–570.

Hapsoh, Dini, I. R., Wawan, & Sianipar, A. H. (2020). The Growth of oil palm seedlings using a combination medium of organic oil palm empty fruit bunch and NPK fertilizer at Main Nursery. Journal of Tropical Soils, 25(2), 61–69. https://doi.org/10.5400/jts.2020.v25i2.61-69

Hasibuan, A. S. Z. (2015). Pemanfaatan bahan organik dalam perbaikan beberapa sifat tanah pasir pantai selatan Kulon Progo. Planta Tropika: Journal of Agro Science, 3(1), 31–40. https://doi.org/10.18196/pt.2015.037.31-40

Kaya, E., Silahooy, C., & Risambessy, Y. (2017). Pengaruh pemberian pupuk organik cair dan mikroorganisme terhadap keasaman dan P-tersedia pada tanah Ultisol. Jurnal Mikologi Indonesia, 1(2), 91–99.

Kurniawan, E., Ginting, Z., & Nurjannah, P. (2017). Pemanfaatan urine kambing pada pembuatan pupuk organik cair terhadap kualitas unsur hara makro (NPK). Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, 23, 1–10. jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

Kustyorini, T. I. W., Krisnaningsih, A. T. N., & Pratama, R. P. (2021). Concentration of sheep urine solution as watering media and organic fertilizer to production of corn fodder (Zea mays) by Hydroponic system. Journal of Physics: Conference Series, 1869(012109), 1–6. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1869/1/012109

Kusumadewi, M. A., Suyanto, A., & Suwerda, B. (2019). Kandungan nitrogen, phosphor, kalium, dan pH pupuk organik cair dari sampah buah pasar berdasarkan variasi waktu. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(2), 92–99. http://journalsanitasi.keslingjogja.net/index.php/sanitasi%0A

Madusari, S. (2019). Processing of fibre and its application as liquid organic fertilizer in oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedling for sustainable agriculture. Journal of Applied Sciences and Advanced Technology, 1(3), 81–90. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.24853/JASAT.1.3.81-90

Nababan, J., Islan, & Manurung, G. M. E. (2014). Uji pemberian volume air melalui sistem irigasi tetes pada pembibitan utama (Main nursery) kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). JOM Faperta, 1(2), 1–9.

Nasution, H., Jayanti, H. D., & Wahyuningsih. (2017). Optimalisasi kadar pH, C-organik, rasio C/N, dan unsur hara mikro (Cu, Fe, Mn) pupuk organik cair dari limbah tahu dan daun gamal (Gliricidia sepium) dengan aktivator EM4. Prosiding 2th Celscitech-UMRI, 2, 35.

Nur, T., Noor, A. R., & Elma, M. (2016). Pembuatan pupuk organik cair dari sampah organik rumah tangga dengan penambahan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Konversi, 5(2), 5–12.

Nuro, F., Priadi, D., & Mulyaningsih, E. S. (2016). Efek pupuk organik terhadap sifat kimia tanah dan produksi kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.). Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil PPM IPB, 29–39.

Paderma, R. M., Taher, Y. A., Pertanian, A. F., Padang, U. E., Agroteknologi, P. S., Pertanian, F., & Padang, U. E. (2021). Dampak pemberian pupuk organik cair (POC) batang pisang terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Pionir LPPM Universitas Asahan, 7(1), 1–9.

Purnamasari, R. T., & Zulfarosda, R. (2019). Pengaruh dosis fermentasi urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.). Gontor AGROTECH Science Journal Vol., 5(1), 73–86.

Saputro, N. A., Setyawati, E. R., & Hastuti, P. B. (2017). Pengaruh konsentrasi urin kambing fermentasi dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pre nursery. Jurnal AGROMAST, 2(1), 1–14. http://www.tjyybjb.ac.cn/CN/article/downloadArticleFile.do?attachType=PDF&id=9987.

Sari, V. I. (2018). Pertumbuhan morfologi bibit kelapa sawit pre nursery dengan penanaman secara vertikultur. Jurnal Citra Widya Edukasi, X(2), 139–146.

Sukmawan, Y., Riniarti, D., Utoyo, B., & Rifai, A. (2019). Efisiensi air pada pesemaian utama kelapa sawit melalui aplikasi mulsa organik dan pengaturan volume penyiraman. Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture), 3(2), 141–154. https://doi.org/10.35760/jpp.2019.v3i2.2331

Syafri, R., Chairil, & Simamora, D. (2017). Analisa unsur hara makro pupuk organik cair (POC) dari limbah industri keripik nenas dan nangka Desa Kualu Nenas dengan penambahan urin sapi dan EM4. Jurnal Photon, 8(1), 99–104.

Syuhriatin, S., & Juniawan, A. (2019). Uji karakteristik unsur hara pada pupuk organik cair hasil limbah sayuran dengan penambahan EM-4 dan zeolit. Media Bina Ilmiah 1873, 13(12), 1–6. https://doi.org/10.33758/mbi.v13i12.327

Waruwu, F., Simanihuruk, B. W., Prasetyo, P., & Hermansyah, H. (2018). Pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery dengan komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk cair Azolla pinnata berbeda. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 20(1), 7–12. https://doi.org/10.31186/jipi.20.1.7-12

Widyabudiningsih, D., Troskialina, L., Fauziah, S., Shalihatunnisa, S., Riniati, R., Siti Djenar, N., Hulupi, M., Indrawati, L., Fauzan, A., & Abdilah, F. (2021). Pembuatan dan pengujian pupuk organik cair dari limbah kulit buah-buahan dengan penambahan bioaktivator EM4 dan variasi waktu fermentasi. IJCA (Indonesian Journal of Chemical Analysis), 4(1), 30–39. https://doi.org/10.20885/ijca.vol4.iss1.art4


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats