Analisis Kemiskinan Petani Ubi Kayu: Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs)

Arbianti Arbianti, Endang Siti Rahayu, Joko Sutrisno

Sari


Kemiskinan menjadi isu penting bagi seluruh negara, tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan pertama yaitu “no poverty”. Ubi kayu memiliki peluang ekonomi dan berkontribusi dalam memastikan no poverty, no hunger. Kabupaten Wonogiri merupakan daerah penghasil ubi kayu terbanyak di Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pendapatan usahatani ubi kayu, mengetahui pendapatan rumah tangga petani ubi kayu, dan menganalisis kemiskinan petani ubi kayu sebagai implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan usahatani ubi kayu, analisis pendapatan rumah tangga petani ubi kayu, analisis kemiskinan menggunakan Fosteer-Greer-Thorbecke (FGT). Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan usahatani ubi kayu adalah Rp12.863.134,00/MT atau Rp16.395.581,00/ha dan total pendapatan rumah tangga petani ubi kayu yaitu Rp23.881.236,00/MT. Tingkat kemiskinan P0 (headcount index) sebesar 0,23 dengan P1 (indeks kedalaman kemiskinan) 0,076 dan P2 (indeks keparahan kemiskinan) 0,025. Usahatani ubi kayu berkontribusi 53,86% terhadap pendapatan total rumah tangga dan dapat dijadikan komoditas dalam pembangunan pertanian untuk mengurangi kemiskinan. Rekomendasi dalam penelitian ini yaitu perlu adanya program pembangunan pertanian yang berfokus terhadap usahatani ubi kayu berupa pengembangan produk pasca usahatani yang diiringi dengan peningkatan teknologi hasil pertanian dengan harapan dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan berperan dalam pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Kata Kunci


Fosteer-Greer-Thorbecke (FGT); kemiskinan; Sustainable Development Goals (SDGs); ubi kayu

Teks Lengkap:

##common.remote## PDF

Referensi


Alisjahbana, A.S., Yusuf, A. A., Anna, Z., Kadarisman, A., Maulana, N., Larasati,W., … Megananda. (2017). Menyongsong SDGs kesiapan daerah-daerah di Indonesia. Bandung: Unpad Press.

Badan Pusat Statistik. (2018). Statistik Indonesia 2018. www.bps.go.id

Badan Pusat Statistik. (2020). Provinsi Jawa Tengah dalam angka. www.jateng.bps.go.id

Badan Pusat Statistik. (2021). Profil kemiskinan Indonesia Maret 2021. https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/07/15/1843/persentase-penduduk-miskin-maret-2021-turun-menjadi-10-14-persen.html

Badan Pusat Statistik. (2022). Profil kemiskinan Indonesia September 2021. https://www.bps.go.id/pressrelease/2022/01/17/1929/persentase-penduduk-miskin-september-2021-turun-menjadi-9-71-persen.html

FAO. (2017). Food Outlook Biannual Report on Global Food Markets. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Gustiyani, H. (2004). Analisis pendapatan usahatani untuk produk pertanian. Jakarta: Salemba Empat.

Ishatono dan Raharjo, S.T. (2016). Sustainable development goals (SDGs) dan pengentasan kemiskinan. Share Social Work Journal 6(2):159-167.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020-2024.

Melbourne Institute. (2021). Poverty lines. https://melbourneinstitute.unimelb.edu.au/publications/poverty-lines

Nuringsih, K dan Edalmen. (2021). Local food entrepreneurship: sebagai model pengembangan kewirausahaan berkelanjutan. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis 5(2): 457-468

Suratiyah, K. (2015). Ilmu usahatani edisi revisi. Jakarta Timur: Penebar Swadaya

Todaro, M. P., dan Smith, S.C. (2015). Economic development 12th edition. US: Pearson

UNDP. (2021). Sustainable development goals. https://www.undp.org/sustainable-development-goals#no-poverty

Widodo, Y. (2018). Cassava productivity for eradicating hunger and poverty in rural areas of Indonesia. Rural Sustainability Research 39(334): 32-40.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats