Keberhasilan Persilangan Buatan pada Tanaman Kacang Tanah

Nuryati Nuryati, Trustinah Trustinah

Sari


Persilangan buatan merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam perakitan varietas, termasuk pada tanaman kacang tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan persilangan buatan pada kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) yang berlokasi di Malang Jawa Timur pada bulan Februari sampai dengan Juli 2021. Tetua yang digunakan adalah varietas Kancil, Tala 1 dan Kelinci dengan kombinasi persilangan yaitu Kancil x Tala 1, Kancil x Kelinci, Tala 1 x Kancil, Tala 1 x Kelinci, Kelinci x Kancil dan Kelinci x Tala 1. Tetua jantan dan tetua betina dari setiap kombinasi persilangan ditanam masing-masing sebanyak 10 pot dengan 3 tanaman per pot. Tetua jantan ditanam 5-7 hari lebih awal dibanding tetua betina. Emaskulasi dilakukan pada bunga yang diperkirakan akan mekar pada keesokan harinya mulai pukul 14.00 WIB. Polinasi dilakukan pada keesokan harinya sebelum pukul 08.00 WIB. Pemeriksaan keberhasilan persilangan dilakukan pada 5-7 hari setelah polinasi yang ditandai dengan munculnya ginofor pada bunga betina yang telah diserbuki. Persentase keberhasilan persilangan dari kombinasi persilangan Kancil x Tala1, Tala 1 x Kancil, Kancil x Kelinci, Tala 1 x Kelinci, Kelinci x Kancil dan Kelinci x Tala 1 masing-masing berturut-turut adalah 75,84%, 70,64%, 77,62%, 74,31%, 64,03% dan 65,86%.

Kata Kunci


Arachis hypogaea; persilangan buatan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Chu, Y., Wu, C. L., Holbrook, C. C., & Ozias-Akins, P. (2016). Conditions that Impact Artificial Hybridization of Arachis hypogaea L. . Peanut Science, 43(2), 106–115. https://doi.org/10.3146/ps16-11.1

Haro, R. J., Dardanelli, J. L., & Martínez, M. J. (2020). Effect of soil temperature during seed filling period on oleic/linoleic ratio, tocopherols and sugar contents in peanut kernels. Grasas y Aceites, 71(3). https://doi.org/10.3989/GYA.0449191

Nigam, S., Rao, M., & Gibbon, R. (1990). Artificial hybridization in groundnut. Information Bulletin No. 29. Patancheru, A.P. 502 324: International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tropics.

Norden, A. J. (1973). Breeding of the cultivated peanut (Arachis hypogaea L.). In Peanuts-cultures and uses (pp. 175–208).

Utomo, S. D., Hidayat, K. F., Edy, A., Sa’diyah, N., Indriyani, R., Halimaturosidah, E., & Yustina, H. (2021). Hibridisasi Buatan Kacang Tanah dan Fenotipe Karakter Tipe Pertumbuhan, Ukuran Polong, dan Jumlah Biji per Polong Tanaman F1 Hasil Hibridisasi. Jurnal Agrotropika, 20(1), 49. https://doi.org/10.23960/ja.v20i1.4886

Vara Prasad, P. V., Craufurd, P. Q., & Summerfield, R. J. (1999). Sensitivity of peanut to timing of heat stress during reproductive development. Crop Science, 39(5), 1352–1357. https://doi.org/10.2135/cropsci1999.3951352x

Zhang, S., Hu, X., Miao, H., Chu, Y., Cui, F., Yang, W., Wang, C., Shen, Y., Xu, T., Zhao, L., Zhang, J., & Chen, J. (2019). QTL identification for seed weight and size based on a high-density SLAF-seq genetic map in peanut (Arachis hypogaea L.). BMC Plant Biology, 19(1), 1–15. https://doi.org/10.1186/s12870-019-2164-5


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats