Analisis Kelayakan Usaha Penggemukan Sapi Potong di Kalimantan Timur

Ludy Kartika Kristianto

Sari


Provinsi Kalimantan Timur masih kekurangan pasokan daging sapi, untuk memenuhi kekurangan daging sapi. Tahun 2021 pemerintah telah melakukan impor sapi bakalan 502 ribu ekor. Hal ini menjadi peluang bagi para pengusaha untuk menanamkan modalnya/berinvestasi dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Perkembangan produksi daging sapi di Kalimantan Timur dalam jangka waktu tahun 2017-2021 rata-rata sebesar 8.169,35 ton/tahun, sedangkan kontribusi produksi daging sapi terhadap produksi daging sebesar 10,68% dengan tingkat pertumbuhan 1,44%/tahun. Analisis ini bertujuan menelaah sejauhmana tingkat kelayakan usaha penggemukan sapi potong di Kalimantan Timur. Pengambilan data dilaksanakan pada Bulan Oktober sampai Desember 2021 di Kelompok Ternak Damarwulan, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah metode survei menggunakan bantuan kuesioner. Salah satu pola usaha yang prospektif untuk dikembangkan sebagaimana yang ditunjukkan oleh peternak maupun kelompok ternak di Kalimantan Timur adalah usaha penggemukan periode akhir dengan menggunakan sapi Bali dengan bobot awal sapi bakalan 230-250 kg dan digemukkan selama 4 bulan, sehingga mencapai bobot potong 315-350 kg. Usaha penggemukan sapi potong sesuai dengan asumsi yang ada menghasilkan NPV Rp.16.355.886.000,- pada tingkat bunga 14%/tahun dengan nilai IRR adalah 501,97% dan Net B/C Ratio sebesar 21 serta Payback Period 8 bulan. Berdasarkan kriteria dan asumsi yang ada menunjukkan bahwa, usaha penggemukan sapi potong selama masa proyeksi sudah layak untuk dilaksanakan. Untuk skala yang lebih besar sesuai dengan asumsi yang sama, maka usaha penggemukan sapi potong masih dalam kondisi layak untuk dijalankan.


Kata Kunci


analisis kelayakan, penggemukan sapi, Kalimantan Timur

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ditjennak. 2021. Buku Statistik Peternakan. Jakarta: Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kementerian Pertanian.

Gray, C dan P. Simanjuntak. 1993. Pengantar Evaluasi Proyek. Jakarta: PT. Gramedia, Pustaka Utama,

Gittinger, J.P. 1986. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Husnan, S. dan M. Sarwono.1994. Studi Kelayakan Proyek. Edisi Keempat. Yogyakarta: UPP.

Ibrahim, Y.H.M. 2003. Studi Kelayakan Bisnis, Edisi Revisi Jakarta: Penerbit PT.Rineka Cipata.

Kasmir dan Jakfar. 2007. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Kedua. Jakarta: Prenada Media Group.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats