Aplikasi Cocopeat untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Varietas Medan pada Cekaman Kekeringan

Nini Rahmawati, Ratna Rosanty Lahay, Dilla Septia Rini

Sari


Pertumbuhan dan produksi bawang merah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air. Cekaman kekeringan secara signifikan menurunkan produksi bawang merah.  Pemberian cocopeat pada media tanam merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan serapan dan kemampuan menahan air untuk memenuhi kebutuhan bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cocopeat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah pada cekaman kekeringan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2021di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 Faktor perlakuan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam dengan 3 macam perbandingan yaitu perlakuan media tanam subsoil : cocopeat (100% : 0%); subsoil : cocopeat (75% : 25%) dan subsoil : cocopeat (50% : 50%), faktor kedua adalah pemberian frekuensi penyiraman (penyiraman dengan  interval 3 hari sekali; interval 6 hari sekali; interval 9 hari sekali dan interval 12 hari sekali). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pemberian cocopeat berpengaruh nyata terhadap peningkatan panjang tanaman dan panjang daun, frekuensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman dan panjang daun, sedangkan interaksi pemberian cocopeat dan frekuensi penyirman berpengaruh nyata pada peubah amatan bobot umbi segar per tanaman. Kombinasi perlakuan terbaik adalah media tanam dengan komposisi subsoil 50% : cocopeat 50% dan penyiraman 3 hari sekali.

Kata Kunci


bawang merah, cocopeat, kekeringan, penyiraman

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andri, S., Nelvia, N. & Saputra, S. I. (2016). Pemberian kompos TKKS dan cocopeat pada tanah subsoil ultisol terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pre nursery. Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru

Hadiawati, L., Suriadi, A. & Irianty, F. (2017). Penurunan hasil bawang merah akibat kekeringan pada beberapa fase pertumbuhan. Prosiding Seminar Nasional Mewujudkan Kedaulatan Pangan melalui Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi pada Kawasan Pertanian. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.

Hasriani, K. D. & Sukendro, A. (2013). Kajian serbuk sabut kelapa (cocopeat) sebagai media tanam. Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor.

Ichsan, C.N., Erida N., dan Saljuna. (2012). Responaplikasi dosis kompos dan intervalpenyiraman pada pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). JurnalAgrista Vol. 16 No. 2 :94-107.

Irwando, S.L., Hidayat & Asnawati. (2018). Pertumbuhan dan hasil tanaman jagung genotipe F14 di lahan gambut. Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak

Kusvuran, S. (2012). Influence of drought stress on growth, ion accumulation and antioxidative enzymes in Okra genotypes. International Jagricbiol 14: 401–406.

Moekasan, T.K., Prabaningrum, L., Setiawati, W., Prathama, M. & Rayahu, A. (2016). Modul

Pendampingan Pengembangan Kawasan Pengelolaan Tanaman Terpadu Bawang Merah. Pusat Penelitian dan Pengambanan Hortikultura. Bogor. 53-66.

Nur, S., Suwarto, Saparso & Djatmiko, H.A. (2020). Morfo-physiological response of three shallot varieties on water surface variation level. International Journal of Applied Science 3 (2), 1 – 11. https://doi.org/10.30560/ijas.v3n2p1

Rahmawati, N., Mawarni, L. & Sari, N.U. (2020). Physiological character analysis of two shallot varieties at various watering frequencies. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 782 (2021) 042048. doi:10.1088/1755-1315/782/4/042048

Sumarno, J., Hiola, F.S.I., & Nur, A. (2021). Study on application of TSS (True Shallot Seed) shallot technology in Gorontalo. E3S Web of Conferences 232, 03011. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202123203011

Sumartono, G.H., dan Sumarni, E. (2013). Pengaruh suhu media tanam terhadappertumbuhan vegetatif kentang hidroponik di dataran medium tropika basah. Agronomika Vol. 13, No. 1 : 1-9.

Suryani, R., Gafur, S. & Abdurrahman, T. (2017). Respons tanaman bawang merah terhadap cendawan mikoriza arbuskula (CMA) pada cekaman kekeringan di tanah gambut. UNTAN Press. Pontianak.

Tampubolon, A., Ali I., dan Fauziyah H. (2017). Pengaruh interval pemberian air terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayam (Amaranthus spinosus). Prosiding Seminar Nasional III Biologi dan Pembelajarannya Universitas Negeri Medan: 171-177.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats