Penambahan Campuran Asam Organik dengan Inulin dan Enzim Papain pada Ransum terhadap Pertumbuhan Tulang Kalkun Jantan Periode Pertumbuhan

Indra Nugraha Putro, Vitus Dwi Yunianto, Lilik Krismiyanto

Sari


Pertumbuhan tulang menjadi aspek yang sangat penting karena berfungsi untuk menopang tubuh  dengan baik, terutama untuk kalkun yang mempunyai bobot badan yang besar. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengkaji pengaruh penambahan campuran asam organik dengan inulin dan enzim papain pada ransum terhadap pertumbuhan tulang kalkun jantan periode pertumbuhan. Materi penelitian yaitu kalkun jantan umur 12 minggu sebanyak 80 ekor dengan bobot rata-rata 1.165±62,24 g, campuran asam organik (asam laktat, asam propionat dan asam formiat) sebagai acidifier, inulin bersumber dari ekstrak akar sawi pahit, serta enzim papain diperoleh secara komersial. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan (masing-masing diisi 4 ekor). Perlakuan yang diterapkan meliputi T0 (ransum kontrol/RK), T1 (RK + acidifier 1%), T2 (RK + acidifier 1% + inulin 1,2%), T3 (RK + acidifier 1%+ enzim papain 0,15%) dan T4 (RK + acidifier 1% + inulin 1,2% + enzim papain 0,15%). Parameter yang diukur meliputi konsumsi kalsium, panjang dan bobot tulang femur dan tibia. Data dianalisis menggunakan sidik ragam pada taraf 5% dan uji beda nyata Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan campuran asam organik engan inulin dan enzim papain berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap konsumsi Ca, panjang tibia dan berat tibia, tetapi tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap panjang dan berat femur. Kesimpulan adalah penambahan campuran asam organik 1% dengan inulin 1,2% dan enzim papain 0,15% (T4) pada ransum kalkun jantan periode pertumbuhan dapat meningkatkan konsumsi Ca yang diikuti pertumbuhan panjang dan berat tibia, walaupun panjang dan berat femur sama.


Kata Kunci


campuran asam organik, enzim papain, inulin, kalkun jantan, tulang

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abun. (2006). Nilai energi metabolis dan retensi nitrogen ransum yang mengandung limbah udang windu produk fermentasi pada ayam pedaging. Makalah Ilmiah. Universitas Padjajaran, Jatinagor.

Ardhianto, R., L. D. Mahfudz dan E. Suprijatna. (2016). Pengaruh penggunaan tepung rumput laut (Gracilaria verrucosa) fermentasi dalam ransum ayam broiler terhadap berat dan ukuran tulang femur, tibia dan tarsometatarsus. J. Pengembangan Penyuluhan Pertanian 23(24): 130 – 136.

Association of Official Agricultural Chemist. (2005). Official Methods of Analysis. 18th Edition. AOAC International, Gaithersburg, Mary Land, USA.

Bolton, W. (1967). Poultry Nutrition. Ministy of Agriculture, Fisheries and Food Bull. No. 174, London.

Gaspersz, V. (2006). Teknik Analisis dalam Penelitian Percobaan 1. Tarsito, Bandung.

Fanani, A. F., N. Suthama dan B. Sukamto. (2016). Efek Penambahan Akar sawi putih sebagai Sumber Inulin terhadap Kecernaan Protein dan Produktivitas Ayam Lokal Persilangan. J. Kedokteran Hewan-Indonesian. 10(1): 58 – 62.

Fitasari, E. (2011). Penggunaan Enzim Papain dalam Pakan terhadap Karakteristik Usus dan Penampilan Produksi Ayam Pedaging. J. Buana Sains. 12(1): 7 – 16.

Hartono, E. F., N. Iriyanti dan S. Suhermiyati. (2016). Efek penggunaan sinbiotik terhadap kondisi mikroflora dan histologi usus ayam sentut jantan. J. Agripet. 16(2): 97 – 105.

Hellyana, C. M., I. Maryani dan E. A. Pratama. (2019). Penggunaan metode forward chaining dalam mendiagnosa penyakit pada kalkun. J. Sains dan Manajemen. 7(1): 53 – 60.

Krismiyanto, L., N. Suthama dan H. I. Wahyuni. (2015). Keberadaan bakteri dan perkembangan caecum akibat penambahan inulin dari umbi Dahlia (Dahlia variabilis) pada ayam kampung persilangan periode starter. J. Ilmu-Ilmu Peternakan. 24(3): 54 – 60.

Krismiyanto, L., I. Mangisah., N. Suthama dan H. I. Wahyuni. (2020). Penggunaan Bakteri Asam Laktat dan Inulin terhadap Ketahanan Tubuh, Kecernaan Nutrien dan Performan Itik Tegal Jantan Periode Starter. J. Ternak. 11(1): 30 – 34.

Nuningtyas, Y. F. (2014). Pengaruh penambahan tepung bawang putih (Allium sativum) sebagai additive terhadap penampilan produksi ayam pedaging. J. Ternak Tropika. 15(1): 65 – 73.

Sartika, T. (2000). Studi Keragaman Fenotipik dan Genetik Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus) pada Populasi Dasar Seleksi. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor. (Tesis)

Setiawati, D., B. Sukamto., dan H. I. Wahyuni. (2016). Pengimbuhan enzim fitase dalam ransum ayam pedaging meningkatkan pemanfaatan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan bobot badan. J. Veteriner. 17(3): 468 – 476.

Sijabat, N. W. N. (2007). Pengaruh Suplementasi Mineral (Na, Ca, P dan Cl) dalam Ransum Terhadap Produksi Puncak Telur Puyuh (Cortunix-coturnix japonica). Fakultas Pertanian, Universitas Sumatra Utara, Medan. Skripsi.

Sullivan, T. W. (1994). Skeletal problems in poultry: Estimated annual cost and description. Poultry Science. 73(1): 879 – 882.

Suprijatna, A., D. Amalia, A. A. Jauhari dan D. Holydaziah. (2015). Aktivitas enzim amilase, lipase dan protoase dari larva. J. Istek. 9(2): 18 – 32.

Suthama, N. B. Sukamto, I. Mangisah dan L. Krismiyanto. (2021). Immune status and growth of broiler feed diet with microparticle protein added with natural acidifier. J. Tropical Animal Science. 44(2): 198 – 204.

Syafitri, Y. E., V. D. Yunianto dan N. Suthama. (2015). Pemberian ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less) dan klorin terhadap massa kalsium dan massa protein daging pada ayam broiler. Animal Agriculture Journal. 4(1): 155 – 164.

Widodo, T. S., B. Sulistiyanto dan C. S. Utama. (2015). Jumlah bakteri asam laktat (BAL) dalam digesta usus halus dan sekum ayam broiler yang diberi pakan ceceran pabrik pakan yang difermentasi. J. Agripet. 15(2): 98 – 103.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats