[Eksplorasi Jamur Endofit Asal Tanaman Cendana Santalum album L. di Sekitar Universitas Nusa Cendana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur] : Review

Marry Christyanti Atanus, Mayavira V. Hahuly, Petronella S. Nenotek

Sari


Cendana merupakan tanaman endemik asal NTT dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan penghasil minyak atsiri dan merupakan hasil hutan bukan kayu yang potensial di NTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dan mengoleksi jamur endofit yang berada di dalam jaringan tanaman cendana di sekitaran Universitas Nusa Cendana. Pada penelitian ini, dilakukan eksplorasi terhadap jamur endofit pada daun dan batang tanaman cendana. Sampel tanaman cendana diambil dari Universitas Nusa Cendana dan penelitian telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana pada bulan Oktober hingga Desember 2021. Dipilih lima tanaman cendana sehat atau yang tidak bergejala penyakit dari lokasi tersebut untuk diambil daun dan batangnya. Penilitan ini dilakukan dengan mengisolasi sampel daun dan batang tanaman cendana sehat yang telah dipotong dan disterilkan pada media PDA. Apabila terdapat jamur yang tumbuh, dilakukan permurnian terhadap jamur yang terlihat berbeda secara makroskopis. Dari penelitian ini, diperoleh delapan isolat jamur endofit, terdiri dari genus Aspergillus, Gliocladium, Phoma, dan Trichoderma.


Kata Kunci


tanaman cendana, jamur endofit, eksplorasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Akmalasari I, E.S Purwati. (2013). Isolasi dan identifikasi jamur endofit tanaman manggis (Garcinia mangostana L.). Biosfera, 30(2):82–89.

Amin N. (2013). Diversity of endophytic fungi from root of Maize var. Pulut (waxy corn local variety of South Sulawesi, Indonesia). International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 2(8):148–154.

Arenas O.R. (2009). Caracteristicas de Trichoderma harzianum, como agente limitante en el cultivo de hongos comestibles. Artículo de Revisión, 11(2):143–151.

Ariyanti M, Y Asbur. (2018). Cendana (Santalum album L.) sebagai tanaman penghasil minyak atsiri. Kultivasi, 17(1): 558–567.

Azevedo J.L, W Maccheroni Jr, J.O Pereira, W.L De Araújo. (2000). Endophytic microorganisms: A review on insect control and recent advances on tropical plants. Electronic Journal of Biotechnology,3(1):40–65.

Barra-Bucarei L, A.F Iglesias, M.G González, G.S Aguayo, J Carrasco- Fernández, J.F Castro, J.O Campos. (2019). Antifungal activity of Beauveria bassiana endophyte against Botrytis cinerea in two solanaceae crops. Microorganisms, 8(1):65.

Clay K. (1988). Fungal endophytes of grasses: a defensive mutualism between plants and fungi. Wiley, 69(1):10–16.

Gusnawaty Hs, M Taufik, L Triana, D Asniah. (2014). Morphological characterization Trichoderma spp. indigenous southeast of Sulawesi. Jurnal Agroteknos, 4(2):88–94.

Hamdani J.S, Sumadi, Y.R Suriadinata, L Martins. (2016). Pengaruh naungan danzat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang kultivar atlantik di dataran medium. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 44(1):33.

Khiralla A. (2018). Phytochemical study, cytotoxic and antibacterial potentialities of endophytic fungi from medicinal plants from Sudan.262.

Lestari R. (2020). Eksplorasi jamur endofitik dari pucuk jagung, pisang, dan sayuran dari dataran rendah dantinggi sumatera selatan dan potensinya sebagai jamur entomopatogen terhadap larva Spodoptera frugiperda pada jagung. UniversitasSriwijaya.

Letak P, A.M Halim. (2018). Pengendalian hayati dengan memberdayakan potensi mikroba. Mulawarman University PRESS.

Rahayu B.R, M.W Proborini, I.B.G Darmayasa. (2019). Isolasi, identifikasi dan persentase keberadaan hifa jamur endofit pada tanaman gemitir (Tagetes erecta L.) di beberapa daerah di Bali. Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 6(1):75.

Ramadhani S.H. (2017). Isolasi dan identifikasi jamur endofit pada daun jamblang (Syzygium cumini L). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah, 2(2): 77–89.

Sopialena S, S Suyadi, S Sofian, D Tantiani, A.N Fauzi. (2020). Efektivitas cendawan endofit sebagai pengendali penyakit blast pada tanaman padi (Oryza sativa). AGRIFOR, 19(2):355.

Syamsia. (2016). Isolasi dan identifikasi cendawan endofit tanaman padi aromatik lokal enrekang. Jurnal Agrotan, 2(2):61–67.

Wahyuni S.H. (2017). Identifikasi jamur endofit asal tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) dalam menghambat Xanthomonas albilineans L. penyebab penyakit vaskular bakteri. Jurnal Agrotek Lestari, 4(2):1–11.

Widyastuti S.M, M Hariani. (2006). Peran Trichoderma reesei E. G Simmons pada pengendalian damping-off semai cendana (Santalum album Linn.). Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia,12(2):62–73.

Windyarini E, I Anggraeni. (2011). Kutu sisik pada cendana (Santalum album L.) di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 8(1):51–58.

Wulandari W.R. (2020). Eksplorasi jamur endofit daun tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) serta potensi antagonismenya terhadap penyebab penyakit gugur daun (Pestalotiopsis sp.) secara in vitro[Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara]. http://repository.umsu.ac.id/handle/123 456789/4716.

Xia Y, M.R Sahib, A Amna, S.O Opiyo, Z Zhao, Y.G Gao. (2019). Culturable endophytic fungal communities associated with plants in organic and conventional farming systems and their effects on plant growth. Scientific Reports, 9(1):1669.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats