Karakteristik Organoleptik Selai Jamur Tiram dengan Variasi Penambahan Blimbing Wuluh dan Nira Tebu

Julia Vebrianti, U. Yuyun Triastuti

Sari


Penambahan blimbing wuluh dan nira tebu pada pembuatan selai jamur diharapkan menjadi inovasi baru pada produk selai yang tentunya lebih sehat karena tidak menggunakan bahan pengawet dan memiliki banyak manfaat. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui formula yang tepat untuk membuat selai jamur blimbing wuluh dan nira tebu. 2) Mengetahui cara mengolah selai jamur blimbing wuluh dan nira tebu. 3) Mengetahui daya terima masyarakat pada selai jamur blimbing wuluh dan nira tebu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kepustakaan, dokumentasi, eksperimen, dan uji hedonik. Eksperimen pembuatan selai jamur blimbing wuluh dan nira tebu dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Seni Kuliner Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini, Jalan Sultan Agung, No. 77, Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang. Eksperimen dilakukan sebanyak 3 kali percobaan, yaitu yang pertama dengan penambahan blimbing wuluh 5%, yang kedua 10%, yang ketiga 15% dengan jumlah nira tebu yang sama yaitu 40%. Formulasi bluimbing wuluh yang tepat pada pembuatan selai jamur tiram adalah pada perlakuan E2 (10 % blimbing wuluh). Hasil penelitian ini menunjukan selai jamur dengan penambahan 10% blimbing wuluh memiliki karakteristik sensori meliputi manis asam dari perpaduan blimbing wuluh dan nira tebu, Warna putih agak kecoklatan, tekstur lembut, beraroma khas jamur. Hasil penelitian menyatakan bahwa selai jamur tiram dengan penambahan 10% blimbing wuluh merupakan selai yang disukai dan diterima dengan baik.

Kata Kunci


Selai, jamur tiram, blimbing wuluh, nira tebu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anggita, N. (2018). Analisis Usaha Tani dan Pemasaran Jamur Tiram Putih di Kota Tebing Tinggi. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Ariani, R. P., Ekayani, I. H., dan Masdarini, L. (2016). Pemanfaatan Tepung Singkong Sebagai Subtitusi Tepung Terigu Untuk Variasi Cake. Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(1), 718-730.

Astija, dan Djaswintari. (2020). Analisis Kandungan Lemak Abon yang Dibuat dari Jantung Pisang. Nutrion Collage, 19(4), 241-246.

Fachrudin. (2008). Membuat Aneka Selai. Yogyakarta: Kanisius.

Khoirunisa, H., Nasrulloh, N., dan Maryusman, T. (2019). Karakteristik Sensoris dan Kandungan Serat Biskuit dari Jantung Pisang (Musa paradisiaca) sebagai Makanan Selingan Anak Obesitas. Jurnal penelitian, 1(2), 93-100.

Safari, A., Kusnandar, F., dan Syamsir, E. (2016). Biji Chia: Karakteristik Gum dan Potensi Kesehatannya. Jurnal Pangan, 25(2), 137-146.

Sanlier, S. N. (2016). Nutritional and Health Benefit of Quinoa. Journal Of Cereal Science, 6(9), 371-376.

Saputra, S. T. (2019). Karakteristik Organoleptik dan Fisik Selai Jamur Tiram dengan Penambahan Ubi Ungu dan Gula Kristal Putih. Skripsi. Jember: Universitas Jember.

Sulistiyati, T. D., Suprayitno, E., dan Anggita, D. T. (2017). Substitusi Jantung Pisang Kepok Kuning (Musa Paradisiaca) sebagai Sumber Serat Terhadap Karakteristik Organoleptik Dendeng Ikan Gabus. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 9(2), 78-90.

Sumarni. (2006). Botani dan Tinjauan Gizi Jamur Tiram Putih. Jurnal Inovasi Pertanian, 4(2), 124-130.

Suryaningsih, S. (2016). Belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) sebagai sumber energi dalam sel Galvani. Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA), 6(1), 11-17.

Suryawiriya. (2002). Budidaya Jamur Tiram. Bandung: Angkasa Bandung

Tjokrokusumo, D., Widyastuti, N., dan Giarni, R. (2015). Deversifikasi Produk Olahan Jamur Tiram Sebagai Makanan Sehat. Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(8), 2016-2020.

Triastuti, U. Y., Priyanti, E., Diana, T. R., dan Kurnianingsih. (2018). Krekes Jantung Pisang sebagai Usaha Diversifikasi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Home Economic, 1, 1-4.

Tulalo, M., Sukmawati, dan Mawardi. (2018). Potensi Nira dan Gula Tiga Akses Kelapa Genjah. Jurnal Litri, 24(2), 87-92.

Varli, S. N., dan Sanlier, N. (2016). Nutrional and Health Benefit of Quinoa (Chenopodium Quinoa Wild). Journal Of Cereal Science, 5(1), 317-376.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats