Strategi Pengelolaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Trekking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa

Susi Sumaryati, Kuswadi Kuswadi, Yulifa Devi Dwijayanti

Sari


Taman Nasional Karimunjawa merupakan kawasan konservasi yang terletak di utara Laut Jawa dengan luas kawasan mencapai 111.625 Ha. Kawasan ini memiliki tipe ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah, pantai, mangrove, terumbu karang, dan lamun. Mangrove yang berada di kawasan ini memiliki luas sekitar 222,2 Hektar. Berada dalam dua zona yaitu zona pemanfaatan dan zona rimba. Mangrove yang berada di zona pemanfaatan memiliki fasilitas berupa trekking mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengelolaan obyek daya tarik wisata trekking mangrove. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD). Melalui diskusi terfokus ini terbahas isu-isu yang dihadapi pada pengelolaan trekking mangrove. Hasil FGD dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities danThreats). Dari hasil analisis SWOT diketahui bahwa pengelolaan obyek dan daya tarik wisata trekking mangrove taman nasional karimunjawa terletak pada kuadran I yaitu pengembangan. Posisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan yang ada saat ini telah dilakukan dengan baik, namun terdapat ancaman yang harus dihadapi dalam pengelolaannya. Ancaman yang ada dapat dihadapi dengan menggunakan peluang yang ada. Jenis strategi yang harus dilakukan untuk mempertahankan kondisi saat ini adalah dengan menggunakan untuk mengambil keunggulan pada setiap kesempatan yang ada. Alternatif strategi SO adalah terjaminnya pengelolaan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Karimunjawa, terjaminnya sosialisasi peraturan perundangan, terjaganya kerja sama yang telah terjadi antara Balai Taman Nasional Karimunjawa dengan stakeholder, terjaminnya sarana dan prasarana wisata alam di trekking mangrove.

Kata Kunci


daya tarik wisata, trekking mangrove, taman nasional

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Balai Taman Karimunjawa. (2020). Laporan Kegiatan Evaluasi Zonasi Balai Taman Nasional Karimunjawa Tahun 2020. Balai Taman Nasional Karimunjawa, Semarang.

Balai Taman Nasional Karimunjawa. (2017). Laporan kegiatan Monitoring Aktivitas Pengunjung SPTN II Karimunjawa. Balai Taman Nasional Karimunjawa, Semarang.

Balai Taman Nasional Karimunjawa. (2020). Laporan Capaian Renstra 2015-2019. Balai Taman Nasional Karimunjawa, Semarang.

Balai Taman Nasional Karimunjawa. (2020). Statistik Balai Taman Nasional Karimunjawa. Balai Taman Nasional Karimunjawa, Semarang.

BPS Kabupaten Jepara. (2020). Kecamatan Karimunjawa Dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara, Jepara.

Gurel, E. (2017). SWOT Analysis Theoretical Review. The Hournal of International Research, 10(51).

Robert Kay & Jackie Alder. (1999). Coastal Planning and Management. E & FN Spoon, London and New York.

Sumaryati, S. & Kuswadi. (2017). Strategi Konservasi Spesies Pada Kawasan Konservasi : Studi Kasus Program Konservasi Penyu di Taman Nasional Karimunjawa. Universitas Sam Ratulangi-Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Manado.

Tarigan, R. (2005). Perencanaan Pembangunan Wilayah:Edisi Revisi. PT Bumi Aksara, Jakarta.

Yusuf, M. (2007). Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Kawasan Taman Nasional Karimunjawa Secara Berkelanjutan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats