Pengembangan Aspek Kepemanduan Ekowisata Mangrove Kelompok Tani Hutan Mutiara Hijau 1 Pasir Sakti, Lampung Timur

Meyliana Astriyantika

Sari


Pengembangan pariwisata saat ini mengacu pada konsep pembangunan berkelanjutan, dimana sektor ekologi, sosial budaya, dan ekonomi dapat dijamin kelestariannya. Ekowisata merupakan jenis kegiatan wisata dengan menjaga kelestarian sumber daya, ditambahkan dengan berbagai teknik interpretasi objek sehingga setiap pengunjung mendapat pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran akan pentingnya kelestarian daya tarik. Pramuwisata (guide) sebagai pelaku pariwisata yang merupakan garda terdepan karena secara langsung bersentuhan dengan wisatawan. Dari para pramuwisata, wisatawan akan memperoleh informasi atau penjelasan tentang obyek atau destinasi. Oleh karenanya peran dan peranan pramuwisata sangat penting. Jika seorang pramuwisata salah memberikan informasi atau dalam memberikan pelayanan tidak sesuai dengan standard operational procedure (SOP) maka citra daerah akan dipertaruhkan. Pengabdian dilaksanakan pada bulan April 2021 dengan metode ceramah dan praktik. Lokasi yang dipilih yaitu Hutan Mangrove Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Hasil dari pengabdian ini antara lain teridentifikasinya potensi pemandu wisata, kesepahaman para pihak yang terkait dalam membangun dan mengelola lokasi, serta terbentuknya kesiapan pelaku atau pengelola ekowisata mangrove Pasir Sakti menjadi pemandu wisata. Penggerak kegiatan dan pendampingan tata Kelola destinasi wisata masih cenderung dilaksanakan oleh pihak tertentu saja, sehingga kondisi ini menjadi factor yang mempengaruhi potensi ketersediaan dan kesiapan masyarakat sebagai pemandu pun terbilang rendah. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan semakin ditingkatkannya pemberdayaan dan penyadartahuan tentang ekowisata mangrove Pasir Sakti. selain penyuluhan dan pemaparan materi, sangat dibutuhkan pelatihan khusus untuk praktik menjadi pemandu di lapangan. Karena dirasakan oleh masyarakat bahwa praktik langsung dan pengalaman sangat membantu dalam menciptakan kesiapan, keberanian, serta percaya diri dalam mengelola pengunjung.

Kata Kunci


ekowisata, Mangrove, pemandu wisata

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Akbar, A. A. M. (2017). Sistem Pemandu Wisata Berbasis Augmented Reality Markerless Memanfaatkan GPS Based Tracking dengan Platform Android (Studi Kasus: Lokasi Wisata di Kota Makassar) [Doctoral dissertation], Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Fauziah, P. & Siddiq, S. S. (2017). Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak [Doctoral dissertation], Riau University.

Kustanti, A. (2011). Manajemen Hutan Mangrove. Penerbit IPB Press, Bogor.

Nafi., et al. (2017). Pengembangan daerah Ekowisata. Buku Bunga Rapim ISBN: 978-602-6672-41-4.

Purwaningsih, R. M. (2013). Pengaruh Kualitas Pelayanan Pemandu Wisata Terhadap Kepuasan Wisatawan di Candi Prambanan Tinjauan Khusus Pada Kemampuan Berbahasa Verbal. Jurnal Nasional Pariwisata, 5(3), 146-153.

Zaеnal, M. H., & Mawardi, M. K. (2017). Pеngaruh Kinеrja Pramuwisata Tеrhadap Kеpuasan Sеrta Dampaknya Tеrhadap Loyalitas Wisatawan (Survеy pada Wisatawan yang Bеrada di Kawasan Taman Nasional Bromo-tеnggеr-sеmеru (Tnbts)). Jurnal Administrasi Bisnis, 50(6), 68-73.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats