Penilaian Kesehatan Ekosistem Mangrove pada Jalur Wisata Trekking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa

Kuswadi Kuswadi, Susi Sumaryati, M. Mukmin, M.S.J Eko Mardiko

Sari


Kawasan Taman Nasional Karimunjawa memiliki lima tipe ekosistem, yaitu terumbu karang, padang lamun, mangrove, pantai dan hutan hujan tropis dataran rendah. Hutan mangrove yang ada di kawasan konservasi ini memiliki luas 222,20 Ha, teridentifikasi terdapat 45 jenis. Fenomena endapan lumpur yang terperangkap pada hutan mangrove menyatukan dua pulau utama yaitu Pulau Kemujan dan Pulau Karimunjawa. Meskipun mangrove memiliki kemampuan hidup yang tinggi, keberadaannya tetap harus dipantau agar dapat diketahui ancaman yang terjadi terhadap ekosistem ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesehatan mangrove pada Trekking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa. Pengambilan data dilakukan 15-17 Maret 2020, dengan menggunakan metode purposive sampling. Penilaian untuk menentukan kesehatan mangrove mengacu pada Panduan Pemantauan Komunitas Mangrove edisi 2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mangrove di Pulau Kemujan memiliki keanekaragaman jenis yang beragam, tempat hidup umumnya pada substrat lumpur berpasir. Jenis yang dijumpai antara lain Exocaecaria agallocha, Ceriops tagal, Rhizopora stylosa, Lumnitzera racemosa, Scyphipora hydrophyllacea, Rhizopora apiculata, dan Rhizopora mucronata. Terdapat tiga kategori mangrove yaitu mangrove mayor, minor, asosiasi dan vegetasi pantai. Delapan jenis merupakan mangrove mayor, enam jenis mangrove minor, 10 jenis mangrove asosiasi dan vegetasi pantai. Persen tutupan kanopi di 3 stasiun pada stasiun satu dan dua status sedang, dan stasiun tiga dengan status padat. Kerapatan berkisar antara 1.089 – 6.133,3 pohon/ Ha, persentase tutupan pada kisaran 1,10 – 81,34%. Rata-rata persen penutupan 75 %. Dari perhitungan nilai kerapatan dan persentase tutupan mangrove menunjukkan bahwa kesehatan mangrove pada Trekking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa dalam kondisi Baik.

Kata Kunci


trekking mangrove, kerapatan, persen tutupan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Dharmawan, IW Eka., & Pramudji. (2017). Panduan Pemantauan Komunitas Mangrove edisi 2. Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI. Jakarta.

Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren., & L. Scholten. (2007). Mangrove Guidebook for Southeast Asia. FAO Regional Office for Asia and the Pasific. Bangkok. Thailand.

Primavera, Jurgenne. H., Sabada, & Reureccion. B. (2012). Beach Forest Species and Mangrove Associate in the Philippines. Southeast Asian Fisheries Development Center, Aquaculture Department. Iloilo. Philippines.

Tomlison, P.B. (1994). The Botany of Mangroves. Cambridge University Press. New York.

Balai Taman Nasional Karimunjawa. (2002). Laporan Kegiatan Monitoring Hutan Mangrove dan Penyebarannya, Semarang. Tidak dipublikasikan.

Balai Taman Nasional Karimunjawa. (2013). Laporan Kegiatan Monitoring Hutan Mangrove. Semarang. Tidak dipublikasikan.

FAO. (2007). The World’s Mangroves 1980-2005. FAO Publisher. Rome. Italy

Ishida, M. (2004). Automatic thresholding for digital hemispherical photography. Canadian Journal of Forest Research, 34, 2208–2216.

Jenning, S.B., N.D. Brown & D. Sheil. (1999). Assessing forest canopies and understorey illumination: canopy closure, canopy cover and other measures. Forestry, 72(1), 59–74.

Kathiresan, L. & B.L. Bingham. (2001). Biology of Mangroves and Mangrove Ecosystems. Advances in Marine Biology, 40, 81-251.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. (2004). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 201 tahun 2004 tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove.

Kitamura, S., C. Anwar, A. Chaniago & S. Baba. (1999). Handbook of Mangroves in Indonesia. Saritaksu. Denpasar, Indonesia.

Mumby, P.J., A.J. Edwards, J.E. Arias-Gonzalez, K.C. Lindeman, P.G. Blackwell, A. Gall, M.I. Gorczynska, A.R.Harborne, C.L. Pescod, H. Renken, C.C.C. Wabnitz & G. Llewellyn. (2004). Mangroves enhance the biomass of coral reef fish communities in the Caribbean. Nature, 427(6974), 533-536.

Noor, Y.R., M. Khazali & I.N.N. Suryadiputra. (1999). Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Bogor: PHKA/Wi-IP.

Polidoro BA, Carpenter KE, Collins L, Duke NC, Ellison AM, et al. (2010). The Loss of Species: Mangrove Extinction Risk and Geographic Areas of Global Concern. PLoS ONE, 5(4), e10095.

Taman Nasional Karimunjawa. (2020). Statistik Balai Taman Nasional Karimunjawa. Semarang. Tidak dipublikasikan.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats