Eksplorasi Bakteri Endofit Indigenos untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Prenusery

Yulmira Yanti, Winarto Winarto, Arfan Arief Lubis

Sari


Bakteri endofit hidup di dalam jaringan tanaman yang sehat dan berperan antara lain di dalam memacu pertumbuhan tanaman dengan menghasilkan senyawa-senyawa zat pengatur tumbuh, seperti IAA, GA3, dan Sitokinin. Tujuan penelitian untuk mendapatkan bakteri endofit indigenos untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit prenusery. Penelitian bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan yang terdiri 2 tahap yaitu 1.) Isolasi dan karakterisasi bakteri endofit indigenos asal Dharmasraya (Kecamatan Kota Besar, Asam Jujuhan, Kota Salak, Tiumang, Padang Laweh, Sitiung) dengan metode deskriptif. 2.) Seleksi isolat bakteri endofit indigenos sebagai pemacu pertumbuhan pada pembibitan awal kelapa sawit yang terdiri dari 16 perlakuan (BEA 1.2, BEA 1.3, BEA 2.1, BEA 2.2, BEA 3.2, BEA 3.3, BEB 1.1, BEB 3.1, BEC 2.1, BEC 3.1, BED 1.1, BEE 1.1, BEE 3.1, BEF 3.2. Hasil penelitian menunjukkan Isolat BEF 3.2 dan BEB 3.1, paling baik dalam memacu pertumbuhan bibit kelapa sawit dengan efektivitas 55,12% dan 65,78%.

Kata Kunci


bakteri endofit, bibit kelapa sawit, efektivitas, pembibitan, prenusery

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bacon, C.W. & Hinton, D.M. (2006). Bacterial Endophytes: the Endophitic Niche, its Occupants, and its Utility. Springer, 155-194.

Bivi M, Farhana M, Khairulmazmi, & Idris A, (2010). Control of Ganoderma boninense: A Causal Agent of Basal Stem Rot Disease in Oil Palm with Endophyte Bacteria In Vitro. Internasional Journal of Agriculture and Biology, 12(6), 833-839.

Direktorat Jendral Perkebunan. (2018). Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019: Kelapa Sawit, Jakarta.

Fajriani M, Bakce D, & Yusri J. (2015). Peranan Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Provinsi Riau Analisis Struktur Input- Output. 2(1), 1-2.

Gusmaini, Sandra, A.A., Munif, A., Sopandie, D. & Bermawie, N. (2013). Potensi Bakteri Endofit dalam Upaya Meningkatkan Pertumbuhan, Produksi, dan Kandungan Andrografolid pada Tanaman Sambiloto. Jurnal Littri. 19(4), 167-177.

Ji S, Gururani M, & Chun S. (2013). Isolation and Characterization of Plant Growth Promoting Endophytic Diazotrophic Bacteria from Korean Rice Cultivars. Microbiological Research, 83-98.

Juwita. (2010). Potensi Bakteri Endofit dalam Meningkatkan Ketahanan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum) Terhadap Serangan Nematoda Sista Kuning (Globodera rostochiensis). [Skripsi]. Universitas Islam Negri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Klement, Z., Rudolph, K. & Sand, D.C. (1990). Methods in Phytobacteriology. Academia Kiado, Budapest.

Munif, A., Wiyono, S. & Suwarno. (2012). Pemanfaatan Bakteri Endofit untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kesehatan Tanaman Padi Gogo Danpotensinya sebagai Agens Biokontrol dan Pemacu Pertumbuhan. Jurnal Fitopatologi Indonesia. 8(3), 57–65.

Pahan, I. (2011). Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Penebar Swadaya, Jakarta.

Pedraza, R.O., Mata, A.R., Xiqui, M.L. & Baca, B.E. (2004). Aromatic Amino Acid Aminotransferase Activity and Indole-3-Acetic Acid Production by Associative Nitrogen-Fixng Bacteria. Journal of FEMS Microbiology Letters. 233(1), 15-21.

Puente, M.E., Li C.Y. & Bashan, Y. (2009). Endophytic Bacteria in Cacti Seeds Can Improve the Development of Cactus Seedlings. Journal Environmental and Experimental Botany. 66, 402-408.

Schaad, N.W., Jones, J.B. & Chun, W. (2001). Laboratory Guide for Identification of Plant Pathogenic Bacteria.The American Phytopatology Society, St Paul.

Setiawati M, Suryatmana P, Herdiyantoro D, & Ilmiyati Z. (2000). Karakteristik Pertumbuhan dan Waktu Generasi Isolat Azotobacter Sp. dan Bakteri Endofitik Asal Ekosistem Lahan Sawah. Jurnal Agrotek. 6(1), 12-13.

Strobel, G.A. (1996). Endophytic Fungi: New Sources for Old and New Pharmaceuticals. Journal of Pharmaceutical News. 3(6), 7-9.

Sugijanto, N. E., Indrayanto G. & Zaini N. C. (2004). Isolasi dan Determinasi Berbagai Jamur Endofit dari Tanaman Aglaia elliptica, Aglaia eusideroxylon, Aglaia odorata, dan Aglaia odoratissima. Jurnal Penelitian Medika, 5(2), 131-141.

Suriaman E. (2010). Potensi Bakteri Endofit dari Akar Tanaman Kentang (Solanum tuberosum) Dalam Memfiksasi N2 di Udara dan Menghasilkan Hormon IAA (Indole Acetid Acid) Secara In Vitro. [Skripsi]. Malang. Universitas Islam Negri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats