Identifikasi Cendawan Patogen Terbawa Benih Padi Di Propinsi Bengkulu

Tunjung Pamekas, Supanjani Supanjani, D.M. Lumbantungkup

Sari


Cendawan patogen terbawa benih padi merupakan salah satu faktor pembatas dalam usaha peningkatan pertumbuhan dan hasil panen padi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi cendawan patogen terbawa benih padi di Propinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan dengan mengkoleksi benih padi dari beberapa instansi di Bengkulu, yaitu BPTP, Dinas Pertanian, dan BPSB Bengkulu. Isolasi cendawan patogen terbawa benih dilakukan dengan metode grinding, platting of seeds, dan seedling symptom test. Dari ketiga metode pengujian tersebut diperoleh 6 spesies cendaan terbawa benih padi, yaitu Rhizopus sp., Aspergilus sp., Mucor sp., Fusarium moniliforme, Alternaria sp., dan Curvularia sp. Penggunaan metode pengujian seedling symptom test mampu mendeteksi lebih banyak spesis cendawan terbawa benih padi.

Kata Kunci


cendawan terbawa benih padi, grinding, platting of seeds, seedling symptom test

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. (2012). Faktor-faktor yang Berperan dalam Penyimpanan Benih. http://www. google.co.id/url?sa=t&rct=i&q=faktorfaktor+lingkungan+yang-berperan+dalam+pen yimpanan+benih. Makassar. Diakses tanggal 15 Januari 2017.

Agarwal.VK, & Sinclair JB. (1996). Principles of Seed Pathology. Lewis Publishers, New York.

BPS. (2021). Luas panen padi pada tahun 2020 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 sebesar 0,19 persen dan produksi padi pada tahun 2020 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019 sebesar 0,08 persen. Https://www.bps.go.id. Diakses 7 April 2021.

Haque. (2007). Study Of Seed Health, Germination And Seedling Vigor Of Farmers Produced Rice Seeds . Department of Plant Pathology, BAU, Mymensingh. Int. J. Sustain. Crop Prod. 2(5), 34-39.

Balai Besar Pengembangan Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. (2004). Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. Direktorat Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan, Depok.

Barnett, H.L. & B.B. Hunter. (1972). Illustrated Genera of Imperfect Fungi. Burgess Pub. Co. Minneapolis, Minnesota.

Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan. (2008). Pengalaman dari 2007 dan mensukseskan MT 2007/2008 . Http://ditjentan.deptan.go.id/index.php. option. Diakses tanggal 15 Januari 2017.

Domsch, K.W., & W. Gams. (1933). Compendium of Soil Fungi. Volume 1. IHW- Verlag, Eching.

Gandjar, I. (2003). Tapai from Cassava and CCereals. Proceeding of the First International Symposium and Workshop on Insight into the World of Indigenous Fermented Foods for Technology Development and Food Safety, 1-10.

Ilyas, S. (2012). Ilmu dan Teknologi Benih: Teori dan Hasil-hasil Penelitian. IPB. Bogor:

Jwetz, E. Melnick & Adelberg. (1996). Microbiologi Kedokteran. Edisi 20. EGC, Jakarta, 631 – 632.

ISTA. (1976). International Rules for Seed Testing Association. Int. Seed test. Assoc. 31, 107-115.

Neergaard, Paul. (1977). Seed Pathology Volume I. Director, Danish Government Institute of Seed Pathology for Developing Countries, Copenhagen, Denmark. The Macmillan Press LTD.

Risnawaty, R. (2010). Identifikasi Cendawan Terbawa Benih Pada Padi Lokal Aromatik Pulu Mandoti, Pulu Pinjan, Dan Pare Lambau Asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Jurnal: Hama dan Penyakit Tumbuhan, Faperta UNHAS.

Singh, K. & Mathur, S.B. (1991). An Illustrated Manual on Identification of Some Seed-borne Aspergilli, Fusaria, Penicillia, and their Mycotoxins. Institute of Seed Pathology for Developing Countries. Denmark.

Utobo, E.B., Ogbod, E.N., & Nwogbaga, A.C. (2011). Seedborne Mycoflora Associated with Rice and Their Influence on Growth at Abakaliki, Southeast Agro-Ecology, Nigeria. Libyan Agriculture Research Center Journal International, 2(2), 79-84.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats