Inventarisasi Organisme Pengganggu Tanaman pada Koleksi Paku-pakuan (Pteridohphyta) di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas - LIPI

Siti Halida Hamzah Fatimah Zaman, Yati Nurlaeni

Sari


Kebun raya merupakan suatu institusi yang bergerak dibidang konservasi ex-situ tumbuhan dataran tinggi basah. Fungsi utama dari pengoleksian tumbuhan yang ada di Kebun Raya Cibodas (KRC) adalah untuk melestarikan tumbuhan di luar habitat aslinya dari ancaman kepunahan yang terjadi di habitat aslinya. Disamping itu tumbuhan yang ditanam juga memiliki potensi nilai yang tinggi baik secara historis, ekonomis maupun potensi lain yang dapat dikembangkan di kemudian hari. Tumbuhan paku-pakuan di KRC banyak jenisnya baik koleksi maupun non koleksi. Dalam usaha pemeliharaan koleksi paku-pakuan terdapat masalah hama dan penyakit yang selalu muncul sehingga perlu mendapatkan perhatian dalam usaha pengendaliannya. Untuk memudahkan penanganannya maka diperlukan informasi dasar mengenai jenis-jenis hama dan penyakit yang menyerang. Sehubungan dengan hal itu maka diperlukan penelitian Inventarisasi Organisme Pengganggu Tanaman pada Koleksi Paku-pakuan di KRC. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis hama dan penyakit yang menyerang koleksi paku-pakuan KRC. Berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan hama yang menyerang koleksi paku-pakuan KRC. Adapun beberapa penyakit yang menyerang koleksi paku-pakuan KRC yaitu Bercak Daun Cercospora, Bercak Daun Septoria, Bercak Daun Altenaria, Bercak Daun Stigmina Dan Karat Daun. Penyakit tersebut teridentifikasi pada 17 spesies koleksi paku-pakuan KRC.

Kata Kunci


Kebun Raya Cibodas, Paku-pakuan, Penyakit

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. (2010). Gejala Penyakit.http://www.search-docs.com. Diakses 18 Maret 2021.

Damaiyani, Janis, & Dewi Ayu Lestari. (2011). Inventarisasi Hama Dan Penyakit Pada Koleksi Paku-Pakuan Kebun Raya Purwodadi. Berk. Penel. Hayati Edisi Khusus 7A, 173–77.

Kohmoto, K.,Y. Itoh, N. Shimomura, Y. Kondoh, H. Otani, M. Kodama, S. Nishimura, & S. Nakatsuka. (1993). Isolation and Biological Activities of Two Host-Spesific Toxins from The Tangerine Pathotype of Alternaria alternata. Phytopathology, 83, 495-502.

Lai, Y, H, & Y. Y. Lim. 2011. Evaluation of Antooxidant Activities of Methanolic Extracts of Selested Ferns in Malaysia. International Journal of Environmental Science and Development, 2(6), 441-447.

Mardiastutik, W. (2013). Mengenal Tumbuhan. Mitra Utama, Bekasi.

Nurdiana, & Dian Ridwan. (2013). Inventarisasi Tumbuhan Air Di Kebun Raya Cibodas. Depik Jurnal, 2(1), 6–9.

Pracaya. (2007). Hama & Penyakit Tanaman. Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Semangun H. (1988). Penyakit-Penyakit Tanaman Perkebunan di Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Semangun H. (2000). Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Semangun, H. (2007). Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Tjitrosomo, S.S. (2010). Botani Umum 3. Angkasa, Bandung.

Semangun, H. (2007). Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats