Penerapan Hidroponik Rakit Apung Memakai Dobel Pompa Venturi di Kalurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta

Bambang Pujiasmanto, Eddy Triharyanto, Sulandjari Sulandjari, Pardono Pardono, Puji Harsono, Hery Widijanto, Desy Setyaningrum

Sari


Perkembangan teknologi dalam bidang pertanian semakin pesat, sehingga masyarakat yang tertinggal dalam memanfaatkan kemajuan teknologi, tidak akan memperoleh keuntungan yang maksimal dari kegiatan usaha yang dilakukan. Salah satu teknologi yang layak disebarluaskan adalah teknologi hidroponik, hal ini dikarenakan semakin langkanya lahan pertanian akibat dari banyaknya sektor industri dan jasa. Teknologi budidaya pertanian dengan sistem hidroponik diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang mempunyai lahan terbatas atau pekarangan. Hidroponik sangat cocok untuk program urban farming atau pertanian perkotaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan kegiatan produktif pada masyarakat perkotaaan dengan budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Metode yang digunakan melalui kegiatan pelatihan dan implementasi budidaya hidroponik rakit apung. Rakit apung yang dilakukan yaitu berupa: 1. tidak menggunakan aerasi, 2. aerasi dengan menggunakan pompa yang diletakkan dibawah bak penanaman, air kelebihan keluar kembali lagi ke bak tandon, 3. pompa diletakkan didalam bak penanaman dikeluarkan berupa pancuran yang merata diujung bak, 4. menggunakan 2 pompa venturi tanpa dibuat pancuran, 5. menggunakkan pipa venturi jumlah mengikuti luas penanaman rakit apung. Kegiatan pengabdian bermanfaat bagi masyarakat dalam peningkatan daya saing hasil sayuran khususnya sawi sendok (pak choy).

Kata Kunci


hidroponik rakit apung, dobel pompa venturi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adelia, P. F., Koesriharti & Sunaryo. (2013). Pengaruh Penambahan Unsur Hara Mikro ( Fe dan Cu ) Dalam Media Paitan Cair Dan Kotoran Sapi Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam Merah ( Amaranthus tricolor L .) Dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung. J. Produksi Tanam. 1, 48–58.

Dermawati. (2006). Substitusi Hara Mineral Organik Terhadap Ion organik untuk Produksi Tanaman Pakchoy (Brassica rapa) Secara Hidroponik. Tesis. IPB-Press. Bogor.

Dewi, N. K. (2013). Identifikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Daerah Pinggiran di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. J. Wil. Dan Lingkung. 1, 175–188.

Domingues, D.S., Takahashi H.W., Camara C.A.P, & Nixdorf S.L. (2012). Automated system developed to control pH and concentration of nutrient solutionevaluated in hydroponic lettuce production. Comput.Electron.Agric. https://www.sciencedirect.com [20 Januari 2017].

Fransisca, S. (2009). Respon Pertumbuhan dan Produksi Sawi Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing dan Pupuk Organik Cair. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan

Geng, Y. et al. (2017). Effect of plant diversity on phosphorus removal in hydroponic microcosms simulating floating constructed wetlands. Ecol. Eng. 107, 110–119.

Giatman, M. (2006). Ekonomi Teknik. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Halim, A. (2009). Analisis Kelayakan Investasi Bisnis. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Hermantoro. (2003). Efektivitas Sistem Fertigasi Kendi Kasus pada Tanaman Lada Perdu. Disertasi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Indriasti, R. (2013). Analisis Usaha Sayuran Hidroponik pada PT Kebun sayur segar Kabupaten Bogor. Departemen Agribisnis. Bogor. https://repository.ipb.ac.id [25 juni 2018]

Iqbal, M. (2006). Penggunaan Pupuk Majemuk Sebagai Sumber Hara Pada Budidaya Bayam Secara Hidroponik Dengan Tiga Cara Fertigasi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. http://repository.ipb.ac.id [25 juni 2018]

Jurgonski L. J., Smart D. J., Bugbee B, & Nielsen S.S. (1997). Controlled environments alter nutrient content of soybean. Adv Space Res 20, 12-13

Kadariah. (2001). Evaluasi Proyek Analisis Ekonomis. Fakultas Ekonomi UI. Jakarta.

Kotsiras, A., Vlachodimitropoulou, A., Gerakaris, A., Bakas, N. & Darras, A. I. (2016). Scientia Horticulturae Innovative harvest practices of Butterhead , Lollo rosso and Batavia green lettuce ( Lactuca sativa L .) types grown in floating hydroponic system to maintain the quality and improve storability. Sci. Hortic. (Amsterdam). 201, 1–9.

Kusumastuti, A. C. et al. (2018). Factors Affecting the Converstion of Agricultural Land in Pandeglang Regency. Sodality J. Sosiol. Pedesaan 6.

Lapatandau, Y. A., Rumagit, G. A. J. & Pakasi, C. B. (2017). Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Minahasa Utara. Agri-Sosioekonomi 13, 1–8.

Lei, B. et al. (2018). The positive function of selenium supplementation on reducing nitrate accumulation in hydroponic lettuce (Lactuca sativa L.). J. Integr. Agric. 17, 837–846.

Lennard, W. A. & Leonard, Æ. B. V. (2006). A comparison of three different hydroponic subsystems (gravel bed, floating and nutrient film technique ) in an Aquaponic test system. Aquac. Int. 14, 539–550.

Lingga, P. (2005). Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Magwaza, S. T., Magwaza, L. S., Odindo, A. O. & Mditshwa, A. (2020). Hydroponic technology as decentralised system for domestic wastewater treatment and vegetable production in urban agriculture : A review. Sci. Total Environ. 698, 134154.

Marsudi, E. (2010). Studi Perbandingan Keuntungan Usahatani Padi Metode SRI di Kabupaten Aceh Besar. Agrisep. 11, 48-52.

Nielsen, N.E. (1984). Crop production in recirculating nutrient solution according tothe principle of regeneration. Scientia Horticulturae. 195, 206–215.

Nutrition Data. (2018). Cabbage Chinese (pak-choi). http://www.nutritiondata.com. [09 April 2018].

Prihmantoro, H. (2005). Memupuk Tanaman Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Purba, R. (1997). Analisis Biaya dan Manfaat (Cost and Benefit Analysis). Rineka Cipta. Jakarta.

Qalyubi, I., M. Pudjojono, & S. Widodo. (2014). Pengaruh debit air dan pemberian jenis nutrisi terhadap pertumbuhan tanaman kangkung pada sistem irigasi hidroponik nft (nutrient film technique). Berkala Ilmiah Teknologi Pertanian. 1, 1-5.

Resh, H. M. (2004). Hydroponic Food Production: A Definitive Guidebook Of Soilless Food-Growing Methods 6th ed. Newconcept Press. New Jersey.

Roberto, K. (2004). How To Hydroponic. Fourth Edition. Futiregarden Press. New York.

Rukmana, R. (1994). Bayam: Bertanam dan pengolahan pasca panen. Kanisius. Yogyakarta.

Salisbury, F.B, & C.W. Ross. (2006). Fisiologi Tumbuhan Dasar Jilid I. ITB-Press. Bandung.

Sapei, A. (2003). Uniformity dan Efisiensi Irigasi Sprinkler dan Drip. Pusat Pengkajian dan Penerapan Ilmu Teknik untuk Pertanian Tropika. IPB-Press. Bogor.

Sarrou, E. et al. (2019). Improvement of sea fennel (Crithmum maritimum L.) nutritional value through iodine bioforti fi cation in a hydroponic floating system. Food Chem. 296, 150–159.

Silviana, D., Pratiwi, A. L., Sari, N., Laila, N. F. & Bachtiar, M. R. (2020). Training on Hidroponic Cultivation of Pakcoy Vegetable Wick System with Utilization of Plastic Cup Waste in Petunjungan Village. Indones. J. Devot. an Empower. 2(2), 19–22.

Supraja, K. V., Behera, B. & Balasubramanian, P. (2020). Performance evaluation of hydroponic system for co-cultivation of microalgae and tomato plant. J. Clean. Prod. 272, 122823.

Susila, A. D. (2009). Fertigasi pada Budidaya Tanaman Sayuran dalam Greenhouse. IPB-Press. Bogor.

Suwandi. (2009). Menakar Kebutuhan Hara Tanaman Dalam Pengembangan Inovasi Budidaya Sayuran berkelanjutan. Pengembangan Inovasi Pertanian. 10, 23-25.

Teves, C. De et al. (2020). Organic, conventional and hydroponic vegetables: Can 15 N natural abundance of farm N inputs di ff erentiate mode of production ? Sci. Hortic. (Amsterdam). 265, 109219.

Tim Karya Tani Mandiri. (2010). Pedoman Budidaya secara Hidroponik. Nuansa Aulia. Bandung.

Utomo, W. Y., Eva, S. B, & Isman, N. (2014). Keragaan Beberapa Varietas Pak Choi (Brassica rapa L. ssp. chinensis (L.)) pada Dua Jenis Larutan Hara dengan Metode Hidroponik Terapung. Agroekoteknologi. 2, 4-7.

Vanessa, S., Marcio, R., Gimenes, T. & Binotto, E. (2019). Land Use Policy Economic viability for deploying hydroponic system in emerging countries: A di ff erentiated risk adjustment proposal. Land use policy 83, 357–369.

Wahyuningsih, A. & Fajriani, S. (2016). Komposisi Nutrisi Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Sistem Hidroponik. J. Produksi Tanam. 4, 595–601.

Wahyunto & Dariah, A. (2014). Degradasi Lahan di Indonesia: Kondisi Existing , Karakteristik, dan Penyeragaman Definisi Mendukung Gerakan Menuju Satu Peta. J. Sumberd. Lahan 8, 81–93.

Waldiyono. (2008). Ekonomi Teknik (Konsepsi, Teori dan Aplikasi). Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Wibowo, S, & A. Asriyanti. (2013). Aplikasi Hidroponik NFT pada Budidaya Pakcoy (Brassica rapa chinensis). Jurnal Penelitian. Politeknik Banjarnegara. 1, 2-4.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats