Fresh Handling Sayur Sayuran di Desa Undrusbinangun, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

Nurul Hanifah, Windra Butar-Butar, Muhammad Nur Fadillah, Etty Hesthiati

Sari


Hortikultura, terutama sayuran memiliki kandungan dan manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, sayuran merupakan salah satu produk pertanian yang mudah rusak (perishable), sehingga jika tidak dilakukan penanganan pascapanen yang tepat, sayuran akan cepat rusak baik akibat pengaruh fisik, kimiawi, mikrobiologi dan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang penanganan pascapanen yang dilakukan oleh petani maupun petani pengumpul hortikultura sayur khususnya buncis, cabai keriting, caisim, kemangi, kubis, labu siam, timun dan tomat. Penelitian dilaksanakan di Desa Undrusbinangun, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Hasil observasi di lapangan menunjukkan terdapat perbedaan penanganan pascapanen pada berbagai komoditi hortikultura yang dihasilkan petani. Pada umumnya penanganan pascapanen hortikultura sayur meliputi sortasi, pembersihan, grading, pengemasan dan pengangkutan. Namun, petani hortikultura sayur di Desa Undrusbinangun umumnya belum melakukan kegiatan pascapanen, kecuali untuk beberapa komoditi seperti buncis, caisim, kemangi dan kubis, petani melakukan kegiatan sortasi, pembersihan, pengikatan dan pengemasan langsung sebelum hasil panen dijual ke petani pengumpul. Sedangkan petani pengumpul melakukan kegiatan penanganan pascapanen meliputi sortasi, grading, pengemasan dan pengangkutan. Pada perlakuan pengemasan, jenis pengemasan yang digunakan adalah karung, plastik jaring, kantong plastik transparan dan peti kayu.


Kata Kunci


hortikultura, penanganan pascapanen, sayur

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agisya, S., C. Fatih & F. M. Saty. (2018). Pengelolaan Pascapanen Buncis Super di Gabungan Kelompok Tani Laxyz Kabupaten Bandung Barat. Karya Ilmiah Mahasiswa [Agribisnis], 1-7.

Emana, B., V. A. Sefa, N. Nenguwo, A. Ayana, D. Kebede & H. Mohammed. (2017). Characterization of Pre‑ and Postharvest Losses Of Tomato Supply Chain In Ethiopia. J Agric & Food Secur, 6(3).

Fachri S, & Muhammad. (2015). Laporan Praktikum Teknologi Pasca Panen (PNA3523) Acara IV Penanganan Kualitas Produk Pasca Panen. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (ID).

Handayani, S., Affandi, M. I., & Irawati, L. (2019). Identifying Supply Chain Performance of Organic Rice in Lampung. International Journal of Applied Business and International Management, 4(2), 41-48.

Hardiana , P., S.B Daulay & R. Sigalingging. (2018). Pengaruh Jenis Kemasan terhadap Susut Bobot, Kerusakan Fisik dan Kekerasan Kubis (Brassicaoleracea L. var. captatita) Menggunakan Simulasi Transportasi Darat. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian 5(2), 263-268.

Samad, M. Y. (2006). Pengaruh Penanganan Pasca Panen Terhadap Mutu Komoditas Hortikultura. 8(1), 31-36.

Waryat, M. Yanis & R. Purnamayani. (2016). Kajian Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Kehilangan Hasil Kubis Selama Penyimpanan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, 1402-1408.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats