Penyuluhan Pemanfaatan Lahan Peremajaan Kelapa Sawit Pada Masa Tanaman Belum Menghasilkan Di Kabupaten Muaro Jambi

G Fauzia, Z Alamsyah, Elwamendri Elwamendri, R Ningsih, D Napitupulu, M Yanita, Ernawati H, E Effran

Sari


Kabupaten Muaro Jambi merupakan daerah yang memiliki areal kelapa sawit seluas 186.416 ha yang terdiri dari 12,6% merupakan luas tanaman belum menghasilkan, 75,3% merupakan luas areal tanaman menghasilkan dan 12,1% merupakan luas areal tanaman rusak (Dinas Perkebunan, 2019). Target peremajaan dari kerangka Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menunjukkan bahwa terdapat 5 Kabupaten di Provinsi Jambi yang melakukan kegiatan peremajaan kelapa sawit tahun 2017, salah satunya adalah Muaro Jambi. Luas areal peremajaan yang baru dilaksanakan seluas 840ha dari luas 186.416 ha (Litbag Dirjebun Jambi 2019). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat lahan kelapa sawit yang masih dalam kondisi tanaman rusak atau belum diremajakan sebesar 185.576 ha. Kondisi ini terjadi diduga karena besarnya biaya peremajaan dan hilangnya pendapatan pada masa tanaman belum menghasilkan. Peremajaan kelapa sawit membutuhkan biaya sekitar Rp 43.000.000-Rp53.000.000/ha yang dimulai dari kegiatan persiapan lahan hingga pemeliharaan tanaman belum menghasilkan. Program hibah dana peremajaan yang diberikan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar Rp 25.000.000/ha ternyata belum mampu memenuhi biaya peremajaan. Di sisi lain saat peremajaan berjalan sampai tanaman menghasilkan buah pasir, pekebun akan kehilangan pendapatan utama. Pemanfaatan lahan peremajaan merupakan salah satu alternatif dalam memberikan tambahan pendapatan dimana lahan peremajaan merupakan lahan yang berpotensi ekonomi dan dapat menjadi alternatif pendapatan pada masa tanaman belum menghasilkan dengan pilihan komoditas yang beragam. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pekebun kelapa sawit dalam memanfaatkan potensi ekonomi lahan peremajaan tanaman kelapa sawit. Pengetahuan yang diberikan diadopsi dari beberapa hasil kajian yang telah dilakukan dimana terdapat beberapa pilihan usahatani yang memberikan kelayakan usaha yang baik. Pilihan pada tanaman pangan berupa jagung pipil memberikan pendapatan sebesar Rp 1.680.522/ha/musimtanam. Tanaman Semangka memberikan pendapatan sebesar Rp 52.453.571/ha/musimtanam. Dan untuk tanaman serai wangi memberikan tingkat pendapatan sebesar Rp 5.630.000,- dimana dilakukan pengolahan yang menghasilkan minyak atsiri.

Kata Kunci


Alternatif Pendapatan, Pemanfaatan Lahan Peremajaan, Peremajaan Kelapa Sawit

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), 2019. Dampak Pengusahaan Kelapa Sawit Terhadap Pembangunan Sosial Ekonomi Provinsi Jambi. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit 2019. Tidak dipublikasikan.

Darwis dan I. Kusuma. 2006. Pengembangan Tanaman Serei Wangi di Sawah Lunto Sumatera Barat. Bulletin Penelitian Tanaman Remoah dan Obat 18(1):12-22.

Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, 2019. Statistik Perkebunan Tahun 2018. Dinas Perkebunan.Jambi.

Kusumawati S Ambar.2019. Analisis Pendapatan Usahatani Tumpangsari pada Peremajaan Kebun Kelapa Sawit Rakyat). http://ejurnal.litbag.pertanian.go.id Vol 20 No 01 Juni 2019.

Napitupulu et al..2019. Advokasi Percepatan Peremajaan Kelapa Sawit di Kecamatan Merlung Merangin Provinsi Jambi. Advokasi Tim Peneliti Consortium Studies on Smallholder Palm Oil Universitas Jambi Tahun 2019.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats