Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program CSR PT Pamapersada Nusantara Distrik Indo dengan Komunitas Petani Borneo Organik Sehat Sejahtera Kec. Teluk Pandan, Kab. Kutai Timur

Danang Setia Handito, Ahmad Hidayat, Suryo Aji

Sari


Program ini bertujuan untuk menerapkan sistem budidaya padi organik di lahan milik Komunitas Petani Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS) yang beranggotakan 16 petani dengan total luas lahan sawah sebesar 13,25 Hektar . Program ini juga bertujuan untuk mengetahui produktivitas padi dengan budidaya sistem SRI Padi Organik dengan metode survei serta pengkajian menggunakan metode deskriptif. Program ini dapat dilaksanakan atas kerjasama antara PT Pamapersada Nusantara distrik Indo, YDBA, LPB Pama Bessai Berinta, Aliksa Organik SRI Konsultan dan Inofice. Program yang dilaksanakan diantaranya berupa pelatihan, pendampingan, sertifikasi, fasilitasi pemasaran dan pembuatan pabrik giling. Program yang dijalankan dari tahun 2017 hingga 2021 ini memberikan hasil yang baik. Diantaranya hasil rata-rata produktivitas padi yang awalnya petani binaan menggunakan sistem konvensional menghasilkan 1,56 ton/hektar di tahun 2017, kini petani dapat mencapai rata-rata produktivitas maksimum hingga 5,43 ton/ hektar di tahun 2021. Hal ini tentunya berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian petani binaan Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS). Saat ini komunitas petani juga mendapatkan sertifikasi organik yang memiliki SNI untuk jenis beras merah, putih, dan hitam.

Kata Kunci


Organik, sertifikasi, produktivitas

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anugrah, I.S., Sumedi, dan Wardhana, I.P. (2008). Gagasan 14 dan Implementasi System of Rice Intensification (SRI) Dalam Kegiatan Budidaya Padi Ekologis (BPE). Analisis Kebijakan Pertanian, 16(1), 75-99.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur. (2018). Kecamatan Teluk Pandan dalam Angka. Sanggata: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur.

Hadiwijaya, R. (2013). Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Usahatani Padi Organik Di Kabupaten Tasikmalaya. Skripsi. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian.

Hatta, M dan Rosmayati. (2015). Profil karakter tanaman padi populasi BULK generasi F4 pada kondisi kahat hara NPK. Jurnal Floratek, 10(1), 10-17.

Nazir. (2013). Metode Penelitian. Bogor: Galia Indonesia.

Nugraha, R dan E, Sulistyawati. (2010). Efektivitas Kompos Sampah Perkotaan Sebagai Pupuk Organik Dalam Meningkatkan Produktivitas dan Menurunkan Biaya Produksi Budidaya Padi. Sekolah Tinggi Ilmu & Teknologi Hayati.Institut Teknologi Bandung.

Parmelee, R.W., Bohlen, P.J., Blair, J.M. (1998). Earthworms and nutrient cycling processes: integrating across the ecological hierarchy. Earthworm ecology,123-143.

Priadi, D., Tatang K., dan Usep, S. (2007). Padi Organik Versus Non Organik: Studi Fisiologi Benih Padi (Oryza sativa L.) Kultivar Lokal Rojolele. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 9(2), 130-138.

Santoso, A.B. (2015). Pengaruh luas lahan dan pupuk bersubsidi terhadap produksi padi nasional. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 20(3):208-212.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sutanto, R. (2002). Penerapan Pertanian Organik, Pemasyarakatan & Pengembangannya. Yogyakarta: Kanisius.

Tulus, T.B. (2003). Perkembangan Sektor Pertanian Indonesia. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.

Utami, D.P. (2011). Analisis Pilihan Konsumen Dalam Mengkonsumsi Beras Organik Di Kabupaten Sragen. MEDIAGRO, 7(1), 41-58.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats