Penularan Teknologi Grafting Kopi Robusta pada Kelompok Tani Sejahtera Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu

Alnopri Alnopri, Prasetyo Prasetyo, Reny Herawati, Muhimmatul Husna

Sari


Provinsi Bengkulu menyandang predikat sebagai daerah segitiga kopi (coffee triangle regions). Permasalahan utama petani kopi adalah produktivitas rendah, yakni 0.70 ton/hektar. Teknologi grafting (sambung), yang di masyarakat dikenal sebagai kopi stek dapat untuk mengatasi permasalahan rendahnya produktivitas tanaman. Metode penularan teknologi tersebut dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan sekolah lapang. Penyuluhan teknologi grafting tanaman kopi robusta dilakukan terhadap Kelompok Tani Sejahtera.  Praktek lapang tentang teknologi grafting dilakukan di kebun petani kooperator. Tahapan kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini terdiri dari penyiapan materi untuk penyuluhan dalam bentuk power point, koordinasi dengan petani kooperator, peninjauan kebun kopi milik petani kooperator, penularan keahlian grafting kepada kelompok tani melalui kegiatan penyuluhan dan sekolah lapang untuk praktek penyambungan dengan teknologi Tak Ent. Hasil kegiatan ini adalah materi penyuluhan, dokumentasi keadaan kebun kopi petani kooperator sebelum dan sesudah kegiatan PPM, anggota Kelompok Tani Sejahtera mengetahui teknologi grafting metode tak ent,  anggota kelompok tani trampil melakukan grafting,  dan pohon kopi robusta hasil teknologi grafting yang mulai berbuah dan akan panen pada musim panen 2021. Simpulan kegiatan adalah anggota Kelompok Tani Sejahtera mengetahui teknik grafting kopi robusta dengan metode tag ent dengan baik, dan mulai mempraktekkan grafting di kebun masing-masing, serta perkembangan pohon kopi hasil grafting menunjukkan penampilan buah sangat lebat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kebun kopi.

Kata Kunci


Teknologi grafting, penyuluhan, sekolah lapang, grafting, kopi robusta

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alnopri. (2004). Variabilitas genetik dan heritabilitas sifat-sifat pertumbuhan bibit tujuh genotipe kopi robusta-arabika. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 6(2), 91-96.

Alnopri dan Hermawan, B. (2015). Sustainability for growth and productivity of arabica coffee in lowland regions of Bengkulu Province. International Journal on Advanced Science Engineering Information Technology, 5(5), 304-307.

Barus, A. dan Syukri. (2008). Agroteknologi Tanaman Buah-Buahan. Medan: USU Press.

BPS Rejang Lebong. 2018. Kabupaten Rejang Lebong Dalam Angka Tahun 2018. Diakses dari https://rejanglebongkab.bps.go.id/publication/2018/08/16/8e215338de30c8e1ebfecd28/kabupaten-rejang-lebong-dalam-angka-2018.html

BPTP Bengkulu. 2015. Peremajaan Kopi Sistem Sambung. Bengkulu: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

BP2MB (Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih) Perkebunan. 2015. Kopi Robusta Bengkulu. Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu. Diakses dari https://bengkulu.litbang.pertanian.go.id/ind/images/leaflet/perkebunan/perkebunan-kopi-sambung.pdf

Dirjen Perkebunan. 2016. Statistik Perkebunan Komoditas Kopi 2014-2016. Diakses dari https://drive.google.com/file/d/1ddwIsmTxRSnAo98rliWxQfdY_3j5Mcea/view

Ditjen perkebunan. 2007. Revitalisasi perkebunan telah dilaksanakan sejak 2007. Diakses dari http://ditjenbun.pertanian.go.id/

Evizal, R., Sugiatno, Utomo, D.W., Pujisiswanto, H., Widagdo, S., Prasmatiwi, F.E. & Setiawan, A.D. 2018. Growth performance of mature trees resulted from intra and inter-specific grafting on robusta coffee. Planta Tropika: Jurnal Agrosains, 6(2),77-83.

Kepmentan RI. No. 1103/Kpts/SR120/10/2014. Tentang Pelepasan Kopi Robusta Klon Sintaro-1 sebagai Varietas Unggul.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats