[Optimasi Protokol Ekstraksi DNA Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Umur Tanaman yang Berbeda] : Review

Muhammad Ilham Sadikin, Tantri Swandari, Fariha Wilisiani

Sari


Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman yang mempunyai peran besar terhadap perekonomian Indonesia, yakni sebagai penyumbang terbesar devisa negara. Besarnya pengaruh kelapa sawit terhadap perekonomian Indonesia, makaperlu upaya untuk memperbaiki karakter tanaman kelapa sawit baik secara konvensional maupun modern. Salah satu informasi yang penting untuk mendukung upaya tersebut adalah melalui penggalian informasi genetik tanaman yang diawali dengan proses ekstraksi DNA. Kualitas serta kuantitas DNA yang baik akan menjadi faktor utama dalam keberhasilan proses penggalian informasi genetik. Dengan demikian, dilakukan penelitian ini supaya diperoleh protokol ekstraksi DNA yang tepat pada beberapa umur tanaman kelapa sawit (pre nursery dan main nursery). Metode yang digunakan adalah metode Doyle & Doyle (1990) yang dimodifikasi dengan menggunakan 1% dan 2% larutan mercaptoethanol. Tiap sampel yang diekstraksi dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil yang diperoleh  menunjukkan bahwa Ekstraksi DNA modifikasi 2 menghasilkan kualitas dan kuantitas DNA lebih baik dibandingkan modifikasi 1 serta modifikasi tersebut cocok digunakan pada sampel daun muda tanaman kelapa sawit pre nursery dan main nursery, yang dibuktikan dengan analisis secara kuantitatif berupa tingkat konsentrasi dan nilai kemurnian yang tinggi serta visualisasi pita DNA yang diperoleh terlihat cukup jelas dan menghasilkan kemurnian DNA yang cukup baik pada kedua sampel tersebut.

Kata Kunci


Ekstraksi DNA; CTAB; daun; kelapa sawit

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. (2014). Oilseeds : World Marked And Trade. United States Department of Agriculture (USDA), Circular series FOP 07-14.

Arham, N. A., Mohamad, N. A. N., Jai, J., Krishnan, J., & Yusof, N. M. (2013). Application of Response Surface Methodology in Extraction of Bioactive Component from Palm Leaves (Elaeis guineensis Jacq.), International Journal of Science and Engineering (IJSE), 5 (2) , 95-100.

Aulia, R., Siregar, L. A. M., Bayu, E. S., dan Setiowati, R. D. (2017). Evaluasi Keragaman Genetik Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Percobaan PPKS Berdasarkan Primer SSR (Simple Sequence Repeats), Jurnal Pertanian Tropik, 4 (3), 236-239.

Bagaskara, B. A., Wirawan, I G. P., Sritamin, M., & Yuniti, I G. A. D. (2018). Perbanyakan Tanaman Jeruk Siam (Citrus nobilis L.) dengan Teknik Kultur in vitro Menggunakan Biji Tanaman Terinfeksi Penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD). Agrotrop, 8 (2), 179-188

Ediwirman & Mansya, E. (2009). Optimasi Metode Isolasi DNA Genom pada Tanaman Kapulasan. Jur. Agroekotek, 1 (1), 7-11

GAPKI. (2020). Implementasi B30 Telah Terlaksana, Pemerintah Langsung Kebut ke Bauran B40 & B50, https://gapki.id/news/16011/implementasi-b30 telah-terlaksana-pemerintah-langsung-kebut-ke-bauran-b40-b50, diakses 17 Maret 2020.

Komalasari, K. (2009). Pengaruh Perbandingan Volume Darah dan Lisis Buffer Serta Kecepatan Sentrifugasi Terhadap Kualitas Produk DNA Pada Sapi Friesian Holstein (FH). [Skripsi]. Bogor : Institut Pertanian Bogor

Langga, I. F., Restu. M., & Kuswinanti, T. (2012). Optimalisasi Suhu dan Lama Inkubasi dalam Ekstraksi DNA Tanaman Bitti (Vitex Cofassus Reinw) Serta Analisis Keragaman Genetik Dengan Teknik RAPD-PCR. J. Sains & Teknologi, 12(3), 265 – 276

Mawardi, A. dan Simonapendi, M. L. (2016). Uji Efektivitas Isolasi DNA Genom Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) asal Kabupaten Jayawijaya. Jurnal Biologi Papua, 8 (1), 7-12

Muladno. (2010). Teknologi Rekayasa Genetika. Bogor : IPB Press.

Retnaningati, D. (2020). Optimasi Metode Ekstraksi DNA pada Melon (Cucumis melo L.) Berdasarkan Suhu, Lama Inkubasi, dan Kondisi Daun. Biota. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 5 (2), 109-114

Sari, D. A., Martiansyah, I., Mukmin, R. P., Hadi, S. N., Syahputra, I., Afandi, D., & Putranto, R. A. (2020). Optimasi Dan Efisiensi Teknik Isolasi RNA Daun dan Akar Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Agrin. 23 (2), 103

Sari, V. K. dan Murti, R. H. (2015). An Effective Method for DNA Extraction of Mature Leaf of Sapodilla (Manlikara zapota (L.) van Royen), Agrivita 37 (1).

Sasidharan, S., Nilawatyi, R., Xavier, R., Latha, L. Y., & Amala, R. (2010). Wound Healing Potential of Elaeis guineensis Jacq. Leaves In An Infected Albino Rat Model, Molecules, 15 (5), 3186–3199.

Subdirektorat Statistik Tanaman Perkebunan. (2018). Statistik Kelapa Sawit Indonesia 2018. Jakarta : Badan Pusat Statistik.

Syafaruddin, Randriani, E. & Santoso, T. J. (2011). Efektivitas dan Efisiensi Teknik Isolasi dan Purifikasi DNA Pada Jambu Mete, Buletin RISTRI, 2 (2), 151-160

Utami, A., R. Meryalita, NA Prihatin, L. Ambarsari, PA Kurniatin, & W. Nurcholis. (2012). Metode Variasi Isolasi DNA Dari Daun Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) : Prosiding Konferensi Nasional Kimia, pp. 205-214. Surabaya : Unesa.

Ruchi, W., Putri, D. H., Anhar, A., & Farma., S. A. (2018). Comparison of Three Different DNA Isolation Methods To Degradate The Trichoderma Fungi Cell Wall. Bioscience, 2 (1), 50-59

Yuwono, T. (2006). Bioteknologi Pertanian. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats