Pengaruh Perbandingan Teh Herbal Kombinasi Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) dengan Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) dan Variasi Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Teh Herbal

Yuyun Wahyuni, Yovita Yasinta Bolly

Sari


Kelor (Moringa Oleifera) merupakan makanan yang mudah dijumpai dilingkungan sekitar dan tumbuh di daerah Jawa, Sunda, Bali, Lampung, Madura, Sulawesi dan Flores.Kelor memiliki kandungan nutrisi dan senyawa penting bagi tubuh.Daun kelor juga mengandung zat fitokimia seperti tannin, steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin dan alkaloid.Seyawa tersebut mempunyai kemampuan sebagai obat antibiotik, antiinflamasi, detoksifikasi dan antibakteri.Salah satu produk yang dapat dikembangkan dari daun kelor adalah sebagai teh herbal.Daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan teh. Daun kelor kering per 100 g mengandung air 0,075%, 2,05 % kalori, 0,382 % , karbohidrat,0,271% protein,0.023 % lemak, 0,192 % serat, 20,03 %, kalsium, 3,68 % magnesium, 2,04 % fosfor, 0,006 % tembaga, 0,282 % besi, 8,7 % sulfur, dan 13,24% protasium serta 10 % flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar air dan aktivitas antioksidan dari the herbal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap  (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dan masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf dengan ulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit kombinasi percobaan. Faktor yang digunakan adalah perbandingan daun kelor dengandaun sirsak, yaitu: p1 (2:1) , p2 (1:1) dan p3 (1:2) dan suhu pengeringan, yaitu: s1 (50°C), s2 (55°C) dan s3 (60°C). Respon kimia dilakukan terhadap kadar air, aktivitas antioksidan, saponin serta uji organoleptik meliputi warna, aroma dan rasa dari seduhan teh herbal menggunakanuji hedonik. Hasil penelitian diperoleh perlakuan terpilih adalah p3s3 (perbandingan daun kelor dengan daun sirsak 1:2 dan suhu pengeringan 60°C) memiliki kadar  air 13.46%, aktivitas antioksidan 283, 66 ppm.

Kata Kunci


kelor, sirsak,suhu, pengeringan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


AOAC. (1995). Official Methods of Analysis of The Association of Official Analytical Chemist 16th Edition Vol. II. AOAC International. USA.

Aminah S, Tezar R, & Mufihani Y. (2015). Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor. Buletin Pertanian Perkotaan. Balai Pengkaji Teknologi Pertanian, Jakarta.

Fardiaz D.N., Andarwulan C.H., Wijaya N.L., & Puspitasari. (1992). Teknis Analisis Sifat Kimia dan Fungsional Komponen Pangan. PAU Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Haryadi, N. K. (2011). Kelor herbal Multikhasiat Ampuh Melawan diabetes Mellitus, Kolesterol Tinggi dan Penyakit Lainnya. Delta Media, Surakarta.

Kurniawan, K., W. (2017). Aktivitas Antioksidan dan Organoleptik Teh Daun Kelor Kombinasi Daun Jambu Biji dengan Variasi Suhu Pengeringan Serta Penambahan Jahe. Skripsi

Mardiana. (2013). Daun Ajaib Tumpas Penyakit. Penebar Swadaya, Jakarta.

Molyneux, P. (2004). The use of the stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Songklanakarin Journal Science Technoogy. 26(2), 211-219.

Sayaketi, E. D. (2016). Aktivitas Antioksidan Teh Kombinasi Daun Katuk dan Daun Kelor Dengan Variasi Suhu Pengeringan. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats