Analisis Efisiensi Prosessing Biji Botani Bawang Merah/True Shallot Seed

Asma Sembiring, Nurmalita Waluyo, Astiti Rahayu

Sari


Bawang merah merupakan komoditas strategis dan memiliki nilai ekonomis tinggi serta tidak dapat disubstitusi dengan komoditas lain di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi prosesing umbel kapsul bawang merah untuk menghasilkan biji yang dilakukan secara manual dan menggunakan alat. Penelitian dilakukan di KP. Margahayu Lembang, Balai penelitian Tanaman Sayuran selama bulan Juli hingga Desember 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang merupakan kombinasi dari 3 perlakuan pengeringan umbel kapsul (rumah kasa, ruang pengering pada suhu 30-35 0C, dan mesin pengering) dan 4 perlakuan pemecah umbel kapsul dan sortasi benih (pemecah kapsul manual+sortasi manual; pemecah kapsul manual +sortasi innower; mesin pemecah umbel kapsul bawang merah +sortasi manual; mesin pemecah umbel kapsul bawang merah +sortasi menggunakan winnower). Dari kombinasi tersebut, dihasilkan 12 perlakuan yang diulang 4 kali. Hasil menunjukkan prosesing benih yang paling efisien adalah perlakuan ruang pengering 30-35 0C + pemecah kapsul manual + winnower. Besaran benih yang dihasilkan 353,15 gr dengan daya kecambah 75%, kadar air 7,53 %, kemurnian fisik benih 99,91 % dan biaya prosesing Rp 500/gram.

Kata Kunci


Daya kecambah; kualitas mutu; prosesing; TSS; winnower

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Basuki, R. S. (2009). Analisis Kelayakan Teknis dan Ekonomis Teknologi Budidaya Bawang Merah dengan Benih Biji Botani dan Benih Umbi Tradisional. Jurnal Hortikultura, 19(2), 214–227. https://doi.org/10.21082/jhort.v19n2.2009.p

Basuki, R. S., Khaririyatun, N., & Sembiring, A. (2017). Studi Adopsi Varietas Bawang Merah Bima Brebes dari Balitsa di Kabupaten Brebes ( Adoption Study of Bima Brebes Shallot from IVEGRI in Brebes District ). J. Hort, 27(2), 261–268.

Basuki, R. S., Khaririyatun, N., Sembiring, A., Nurmalinda, N., & Arshanti, I. W. (2019). Studi Adopsi Benih Kentang Bebas Virus Varietas Granola L. dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jurnal Hortikultura, 29(2), 241. https://doi.org/10.21082/jhort.v29n2.2019.p241-256.

Direktorat Jenderal Hortikultura. Petunjuk teknis kegiatan pengembangan sayuran dan tanaman obat tahun 2017. Jakarta: Kementerian Pertanian. 2016.

Direktorat Perbenihan Hortikultura. Pedoman Teknis Sertifikasi Benih Bawang Merah Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 131/Kpts/Sr.130/D/11/2015. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. 2015.

Irawan, B. (2007). Fluktuasi Harga, Transmisi Harga, dan Marjin Pemasaran Sayuran dan Buah. Analisis Kebijakan Pertanian, 5(4), 358–373.

Istina, I. N. (2016). Peningkatan Produksi Bawang Merah Melalui Teknik Pemupukan NPK. Jurnal Agro, 3(1), 36–42. https://doi.org/10.15575/810

International Seed Testing Assosiation. (2017). International Rules for Seed Testing 2017. The International Seed Testing Association (ISTA) Zürichstr. 50, CH-8303 Bassersdorf, Switzerland.

Kiloes, AM., Hilman, Y., Rosliani, R. (2016). Respon petani terhadap pengenalan teknologi perbenihan bawang merah menggunakan True Shallot Seed (TSS) dan umbi mini melalui demplot di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional dan Kongres 2016 Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI), Kemandirian benih untuk membangun kedaulatan pangan dan industri, 27 April 2016; Bogor. IPB International Convention Centre (ICC). p.365-372.

Kurniasari, L., Palupi, E. R., Hilman, Y., & Rosliani, R. (2017). Peningkatan Produksi Benih Botani Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum) di Dataran Rendah Subang Melalui Aplikasi BAP dan Introduksi Apis cerana. Jurnal Hortikultura, 27(2), 201–208. https://doi.org/10.21082/jhort.v27n2.2017.p201-208

Lestari, F., Kusumasari, AC. (2020). Penerapan teknologi mekanisasi pada proses penanganan paska panen pada biji bawang merah. Prosiding Seminar Nasional Kesiapan Sumber Daya Pertanian dan Inovasi Spesifik Lokasi Memasuki Era Industri 4.0, 09 Oktober 2019; Kabupaten Semarang. Kerjasama Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Perhimpunan Agronomi Komda Jawa Tengah. p.552-557.

Moiwend, KY., Aiyen, Madauna, IS (2015). Uji viabilitas benih ketimun (Cucumis sativus L) hasil perlakukan penyerbukan berbagai serangga. e-J. Agrotekbis, 3(2): 178-186.

Nurjanani, N., & Djufry, F. (2019). Uji Potensi Beberapa Varietas Bawang Merah untuk Menghasilkan Biji Botani di Dataran Tinggi Sulawesi Selatan (Test Potential for Some Variety to Produce True Shallot Seed in Highland South Sulawesi). Jurnal Hortikultura, 28(2), 201–208. https://doi.org/10.21082/jhort.v28n2.2018.p201-208

Palupi, Rosliani, H. (2015). Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah ( True Shallot Seed ) Dengan Introduksi Serangga Penyerbuk (Increasing of True Shallot Seed Production and Quality by Pollinator Introduction). Jurnal Hortikultura, 25(1), 26–36.

Pangestuti, R., Sulistyaningsih, E. (2011). Potensi penggunaan true seed shallot (TSS) sebagai sumber benih bawang merah di Indonesia. Prosiding Semiloka Nasional Dukungan Agro-Inovasi untuk Pemberdayaan Petani, 14 Juli 2011; Semarang. Kerjasama UNDIP, BPTP Jateng, dan Pemprov Jateng, Semarang. p.258-266.

Permadi, AH (1991). Penelitian pendahuluan variasi sifat-sifat bawang merah yang berasal dari biji. Bul. Penel. Hort, 20 (4), 120–131.

Purba, D., Purbajanti, E., & Karno. (2018). Perkecambahan dan pertumbuhan benih tomat akibat perlakuan berbagai dosis NaOCl dan metode pengeringan. J.Agro Complex, 2(1), 68–78.

Ranjan, A., Pal, M., Singh, KP. (2016). Seed production technique of onion, 11(1): 1–4.

Rosliani, R., Hilman, Y., Sinaga, R., Hidayat, I. M., & Ineu Sulastrini. (2014). Teknik Pemberian Benzilaminopurin dan Pemupukan NPK untuk Meningkatkan Produksi dan Mutu Benih True Shallot Seed di Dataran Rendah ( Benzylaminopurine Application Techniques and NPK Fertilization to Improve Production and Seed Quality of TSS in Lowlands ). J Hort, 24(4), 326–335.

Rosliani R, Hilman Y, Nurmalita, Yufdy MP. Petunjuk teknis teknologi produksi biji botani bawang merah/TSS (True Seed Of Shallot). Balai Penelitian Tanaman Sayuran; 2017.

Sembiring, A., & Rosliani, R. (2020). Analisis SWOT dan Strategi Pengembangan TSS ( True Shallot Seed ) Di KabupateNurjan Jeneponto , Sulawesi Selatan. In Seminar Nasional Sosial Ekonomi “Manajemen Inovasi Mendukung Transformasi Pembangunan Agribisnis Kerakyatan dan Penyuluhan di Era Revolusi Industri 4.0” (pp. 1–10).

Sembiring, A., Rosliani, R., Simatupang, S., Evy R, P., & Rustini, S. (2019). Kelayakan Finansial Produksi True Shallot Seed di Indonesia (Studi kasus : Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jawa Tengah) [Financial Feasibility of True Shallot Seed Production in Indonesia (Case Study : North Sumatera, East Java, and Central Java)]. Jurnal Hortikultura, 28(2), 289–298. https://doi.org/10.21082/jhort.v28n2.2018.p289-298

Sumarni, N., & Rosliani, R. (2010). Pengaruh Naungan Plastik Transparan, Kerapatan Tanaman, Dan Dosis N Terhadap Produksi Umbi Bibit Asal Biji Bawang Merah. Jurnal Hortikultura, 20(1), 52–59. https://doi.org/10.21082/jhort.v20n1.2010.p

Sumarni, N., Sumiati, E., & Suwandi, S. (2005). Pengaruh Kerapatan Tanaman Dan Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Produksi Umbi Bibit Bawang Merah Asal Biji Kultivar Bima. Jurnal Hortikultura, 15(3), 208–214. https://doi.org/10.21082/jhort.v15n3.2005.p


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats