Evaluasi Atribut Bawang Merah dan Preferensi Petani terhadap Beberapa Varietas Bawang Merah: Study Kasus di Petani Desa Pejok, Bojonegoro, Jawa Timur

Rima Setiani, Nur Khaririyatun

Sari


Pengembangan bawang merah off season menjadi salah satu cara dalam rangka mengatasi ketersediaan bawang merah sepanjang tahun. Salah satu pengembang bawang merah off season adalah petani di desa Pejok, Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur. Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketiadaan benih saat musim hujan karena ketidakmampuan petani untuk dapat menghasilkan benih sendiri. Ini menimbulkan ketergantungan petani kepada benih bawang merah dari luar daerah yaitu dari Nganjuk, Madura dan Sumenep. Balitbangtan melalui Balitsa menawarkan beberapa varietas sebagai alternative varietas bawang merah yang dapat dikembangkan pada saat off season. Penelitian ini bertujuan: 1) mengenalkan beberapa varietas bawang merah off season 2) mengetahui tingkat kepentingan atribut bawang merah yang disukai petani dan, 3) preferensi responden terhadap beberapa varietas bawang merah off season. Metode penelitian yang digunakan ialah pembuatan demplot Farmer Participatory Research (FPR) dan analisis perceived quality. Hasilnya adalah 1). demplot menampilkan enam varietas bawang merah yaitu Sembrani, Maja, Pancasona, Bali Karet, Batu Ijo dan Manjung, 2) atribut bawang merah yang paling disukai menurut petani secara berturut-turut adalah ukuran umbi (6,91), diikuti berturut-turut kemudahan pasar (6,73), bentuk umbi (6,68), warna umbi (6,55), kekerasan (6,32), jumlah anakan (6,00), aroma (5,86) dan tingkat kepedasan (5,18). Varietas yang paling disukai oleh petani secara berurutan adalah Manjung, Batu Ijo, Bali Karet dan Maja, sedangkan Sembrani dan Pancasona tidak disukai petani.

Kata Kunci


evaluasi, atribut, preferensi, konsumen

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adiyoga, W. (2011). Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku dan Keputusan Konsumen untuk Membeli Kentang, Bawang Merah, dan Cabai Merah. J. Hort, 21(3), 280–294.

Adiyoga, W., & Nurmalinda. (2012). Analisis Konjoin Preferensi Konsumen terhadap Atribut Produk Kentang, Bawang Merah dan Cabai Merah. J.Hort, 22(3), 292–302.

Balitsa. (2015). IPTEK Tanaman Sayuran; Bawang merah Yang Dirilis oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Vol. 2015).

Basuki, R. (2009). Analisis Tingkat Preferensi Petani terhadap Karakteristik Hasil dan Kualitas Bawang Merah Varietas Lokal dan Impor. J. Hort, 19(2), 237–248.

Basuki, R., Khaririyatun, & Lutfy. (2014). Evaluasi dan Preferensi Petani Brebes terhadap Atribut Kualitas Varietas Unggul Bawang Merah Hasil Penelitian Balitsa. J Hort, 24(3), 276–282.

BPS. (2014). Bojonegoro Dalam Angka. Katalog, 334.

Koetiono, D., & Wahyuningtias, R. (2010). Analisis Perceived Quality Produk Insektisida pada Petani bawang Merah. AGRISE, X(2), 98–107.

Krisno, D., & Samuel, H. (2013). Pengaruh Perceived Quality, Perceived Sacrifice dan Perceived Value terhadap Customer Satisfaction di Informa Innovative Furnishing Pakuwon City Surabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran Petra, 1(1), 1–12.

Kusmana, R.S. & Basuki, H. K. (2009). Uji Adaptasi Lima Varietas Bawang Merah Asal Dataran Tinggi dan Medium pada Ekosistem Dataran Rendah Brebes. J. Hort, 19(3), 281–286.

Purba, R. (2014). Produksi dan Keuntungan Usahatani Empat Varietas Bawang Merah di Luar Musim (Off-Season) Dikabupaten Serang, Banten. Agriekonomika, ISSN 2301-9948, 3, 55–64. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v3i1.440

Suwandi. (2015). Teknologi Bawang Merah Off-Season : Strategi dan Implementasi Budidaya.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats