Potensi dan Pola Pemeliharaan Sapi Bali di Maluku Utara

Jonathan Anugrah Lase, Novita Ardiarini, Kisey Bina Habeahan

Sari


Provinsi Maluku Utara mempunyai potensi besar terhadap pengembangan sapi potong. Sapi Bali adalah jenis sapi potong yang banyak dibudidayakan oleh peternak. Sapi Bali telah lama menjadi ternak utama dikalangan petani dan peternak di Maluku Utara. Topografi wilayah Maluku Utara yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil mengakibatkan pola pemeliharaan ternak sapi berbeda. Pola pemeliharan yang lazim dilakukan oleh petani peternak yakni pola ekstensif, intensif dan semi intensif. Di wilayah pulau Ternate dan Tidore pemelilharaan sapi Bali cenderung dilakukan secara intensif dan semi intensif sedangkan di wilayah daratan pulau Halmahera yang memiliki lahan dan ketersediaan padang penggembalaan luas kecenderungan masyarakat menerapkan pola pemeliharaan secara ekstensif (lepas liar). Adopsi pola pemeliharaan intensif oleh peternak ketika sudah mampu untuk mengkontrol tingkah laku ternak sebagai respon dari adaptasi teknologi yang mulai diterapkan. Konsekuensi dari adopsi pola pemeliharaan intensif adalah naiknya biaya pemeliharaan untuk manajemen perkandangan, handling ternak, kesehatan reproduksi ternak, pakan ternak dan pengelolaan limbah. Pada pola pemeliharaan secara ekstensif diperlukan peningkatan kualitas hijauan pakan di padang penggembalaan, misalnya dengan melakukan penanaman hijauan pakan yang beragam dan tidak merusak lahan pertanian produktif yang digunakan untuk tanaman pangan.

Kata Kunci


sapi Bali, Maluku Utara, pemeliharaan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arisasmita, S. A. (2018). Pertumbuhan sapi bali pada pemeliharaan intensif dan ekstensif di BPTU HPT Denpasar. IPB Repository. [skripsi].

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara. (2020). Provinsi Maluku Utara dalam angka. ISSN: 2356-0592.

Burton, R. J. F. (2004). Reconceptualising the ‘behavioural approach’ in agricultural studies: a socio-psycological perspective. J. Rur. Study. 20:359-371.

Chouinard, H., Paterson, D., Wandshneider, P., & Ohler, A. (2008). Will farmers trade profits for stewardship? Heterogeneous motivations for farm practice selection. Land Eco. 84:66-82.

Djaelani, S. R., Widiati, & Santosa, K. A. (2009). Pemberdayaan masyarakat melalui proyek gaduhan sapi potong di kecamatan Oba Tengah dan Oba Utara, Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Buletin Peternakan. 33(1): 40-48.

Direktorat Jendral Penyakit dan Kesehatan Hewan. (2020). Statistik peternakan dan kesehatan hewan (livestock and animal health statistics). Jakarta (ID). Kementerian Pertanian RI. ISBN: 978-979- 628-040-7.

Diwyanto, K. & Priyanti, A. (2008). Keberhasilan pemanfaatan sapi bali berbasis pakan lokal dalam pengembangan usaha sapi potong di Indonesia. Wartazoa. 18 (1): 34-45.

Gading, B. M., Nurtini, S., & Ummul, M. A. (2020). Kinerja usaha pemeliharaan sapi bali (bos sondaicus) secara ekstensif pada musim penghujan dan kemarau oleh peternak lokal. E-prosiding Seminar Nasional Ilmu Peternakan Terapan. 186-196. DOI:10/25047/pro.anim.sci.2020.27.

Graser, H. (2003). Option for genetic improvement of bali cattle assessing the strengths and weaknesses of alternative strategies. Prosiding seminar strategies to improve bali cattle in Eastren Indonesia. Australian Centre for International Agricultural Research. Denpasar, 4-7 Februari 2002.

Gustianto, Rio. (2016). Perubahan berat badan induk sapi bali selama bunting yang dipelihara peternak di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Hendaru, I. H., Saleh, Y. & Perdinan, A. (2016). Potensi dan daya dukung pakan untuk pengembangan sapi potong di kota Tidore Kepulauan. Prosiding Seminar Nasional: Sekolah Tinggi Penyusunan Pertanian (STPP) Magelang.

Lase, J. A., Lestari, D., & Hidayat, R. (2020). Perkembangan populasi ternak berbasis kawasan di Provinsi Maluku Utara. Buletin Pengkajian Pertanian. 9(1):39-55.

Marawali, H. H., Ratnawaty, S. & Nulik, J. (2004). Analisis produksi penggemukan sapi potong dalam program sistem usaha pertanian dikabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Prosiding seminar nasional teknologi peternakan dan veteriner, Puslitbangnak Deptan. Bogor Indonesia, 4-5 August 2004P. 148-154.

Mohamad, K., Olsson, M., Andersson, G., Purwantara, B., van Tol, H. T. A., Heriberto Rodriguez-Martinez, Colenbrander, B., & Lenstra, J. A. (2011). The origin of indonesian cattle and conservation genetics of the bali cattle breed. Swedish Links Indonesia Symposia. Page : 1-6.

Mudhita, I. K., Baliarti, E. Priyono, S. B. S., Umami, N., Noviandi, C. T., Kustono, Budisatria, I. G. S., & Wattimena, J. (2016). Calf birth weight and post partum estrus Bali cow fed complete feed from palm oil plantation in central borneo Indonesia. The 17th Asian-Australasian Association of Animal Production Societies Animal Science Congress. Pp. 345-349.

Mzoughi, N. (2011). Do organic farmers feel happier than conventional ones? An exploratory analysis. Ecolog. Econ. 103:3843.

Parakkasi, A. (1999). Ilmu nutrisi dan makanan ternak ruminan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Pasambe, D., Sariubang, M., Nurwahyu, A., Bahar, S., & Chaldiah. (2000). Pengaruh perbaikan pakan pada induk sapi bali terhadap pertambahan bobot badan pedet yang sedang menyusui. Seminar Peternakan dan Veteriner. Hal : 224– 227

Pemayun, T. G. O., Putra, S., & Puger, W. (2014). Penampilan reproduksi sapi bali pada sistem tiga strata. Jurnal Kedokteran Hewan. 8 (1) : 61 – 63.

Talib, C., K. Entwistle, A., Siregar, S. B., Turner, & Lindsay, D. (2003). Performance of bali cattle heifers and calves prior to weaning in a feedlot system. Prosiding seminar strategies to improve bali cattle in Eastren Indonesia. Australian Centre for International Agricultural Research. Denpasar, 4-7 Februari 2002.

Toelihere, M. (2003). Increasing the success rate and adoption of artificial insemination for genetic improvement of bali cattle. Prosiding seminar strategies to improve bali cattle in Eastren Indonesia. Australian Centre for International Agricultural Research. Denpasar, 4-7 Februari 2002.

Volkandari, S. D., Sudrajat, P., Prasetyo, D., Subriharta, Prasetyo, A., Pujianto, J., & Cahyadi, M. (2008). Dampak sistem pemeliharaan intensif dan semi intensif terhadap ukuran tubuh sapi bali jantan di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Bali. Prosiding Semnas Sumberdaya Pertanian dan Inovasi Spesifik Lokasi.

Wawo, A. A. (2018). Effect of bulls on birth rate and birth weight by using semi-intensive bali cattle maintenance. Chalaza Journal of Animal Husbandry. 3(1):24-28.

Williamson, G., & Payne, W. J. A. 1993. Pengantar peternakan di daerah tropis. Terjemahan sgn djiwa darmadja. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Yulianti., N., Humaidah, D. Suryanto. (2021). Model pengembangan peternakan di Nusa Tenggara Barat terhadap produktivitas sapi bali. Jurnal Dinamika Rekasatwa. 4(1):83-92.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats