Analisis Kelembagaan Tataniaga Ubi Kayu dalam Pengendalian Lingkungan dan Peningkatan Pendapatan: Studi Kasus di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah

Endang Siti Rahayu, Setyowati Setyowati, Rissa Rahmadwiati

Sari


Komoditas ubi kayu sering dikaitkan dengan masalah isu lingkungan karena sifat komoditas ini yang banyak diusahakan di daerah aliran sungai dengan teknik pengolahan yang mengurai tanah sehingga mudah terdegradasi dan menimbulkan dampak erosi dan sedimentasi. Tataniaga melibatkan banyak pihak yang terkait dalam merumuskan program, mulai dari proses produksi sampai pemasaran. Tujuan penelitian untuk (1) mengidentifikasi kelembagaan tataniaga ubi kayu dan posisi masing-masing lembaga dalam rantai saluran tataniaga ubi kayu, (2) menganalisis kelembagaan sebagai aktor penting dalam tataniaga ubi kayu, (3) mencari solusi untuk introduksi kelembagaan dalam tataniaga ubi kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah proposive sampling dalam penentuan kecamatan dan desa, terpilih Kecamatan Ngadirojo dan Girimarto, petani ubi kayu diambil 40 petani secara simple random sampling dan kelembagaan tataniaga diambil secara snowball sampling berdasarkan pada saluran tataniaga ubi kayu yang ada. Metode analisis data dengan analisis frekuensi dan tabulasi sederhana, analisis deskriptif tentang peran dan fungsinya dalam tataniaga ubi kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pasar ubi kayu yang ada di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri yaitu (1) pasar ubi kayu basah, (2) pasar ubi kayu kering (gaplek), (3) pasar industri yang langsung masuk ke pabrik. Terdapat 4 saluran tataniaga ubi kayu, dengan kelembagaan yang dominan adalah pedagang besar karena dapat menentukan harga dan memiliki akses luas dan besar ke semua lini tataniaga ubi kayu, memiliki informasi lebih banyak dibandingkan dengan kelembagaan tataniaga ubi kayu lainnya, memiliki modal lebih besar, memiliki bargaining power untuk menentukan besarnya pasokan untuk bahan baku ubi kayu ke pabrik atau pasar industri. Peran kelembagaan tataniaga ubi kayu di DAS bengawan Solo Kabupaten Wonogiri menjadi satu mata rantai penting dalam tataniaga ubi kayu, tetapi disarankan perlunya instrumen kebijakan ditingkat daerah dan intervensi pengawasan supaya tataniaga ubi kayu efisien.

Kata Kunci


kelembagaan, tataniaga, ubi kayu, pengendalian lingkungan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Asmarantaka, R. W. (2012). Pemasaran Agribisnis (Agrimarketing). Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Bogor.

Badan Litbang Pertanian. (2014). Tumpangsari baris ganda ubikayu dan kacang Tanah meningkatkan produktivitas lahan kering. Diakses dari https://litbang.pertanian.go.id.

Badan Pusat Statistik. (2019). Wonogiri dalam Angka 2019. BPS Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Badan Pusat Statistik. (2020). Wonogiri dalam Angka 2020. BPS Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

BPS Kabupaten Wonogiri. (2020). PDRB Kabupaten Wonogiri Menurut Lapangan Usaha 2014-2018. Kabupaten Wonogiri.

BPS Kecamatan Wonogiri. (2020). Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kecamatan Wonogiri Tahun 2019.

Birmingham University & MCL. (2004). Business relationship optimization in the red meat supply chain in Great Britain. Economics and Red Meat Industry Forum. Diakses dari www.rmif.org.uk.

Chopra S & P. Meindl. (2007). SCM: Strategy, Planning and Operation. Pearson Prentice Hall.

Dennis, K. & John Wanjohi. (2017). Factors influencing marketing of agricultural produce among small-scale farmers: a case of sorhgum in giaki location, meru county Kenya. International Journal of Economics, Commerce and Management, 5(8).

Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics. 5(1), 1-4.

Ettah, I. O, et al. (2019). Analysis of marketing margins and efficiency of cassava-based product in Cross River Central Agricultural Zone Nigeria. Annual Research and Review in Biology, 34(5), 1-7.

Indrajit, E. R. & Djokopranoto, R. (2002). Konsep Manajemen Supply Chain. Grasindo, Jakarta.

Levi, D.S, P. Kaminsky, & E.S. Levi. (2008). Designing and Managing The Supply Chain: Concepts, Strategies and Case Studies. Mc. Graw Hill, Boston.

Marimin. (2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Grasindo, Jakarta.

Marimin & Maghfiroh. (2011). Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Rantai Pasok. IPB Pres, Bogor s.

Naderifar, Mahin, Goli H., & Ghaljahie F. 2017. Snowball Sampling: A Purposeful Method of Sampling in Qualitative Research. Strides in Development of Medical Education, 14(3).

Nirwana, N. (2017). Analisis Margin Pemasaran Ubi Kayu (Manihot Utilissima) (Suatau Kasus di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis). Jurnal Agroinfo Galuh, 4(1).

Tomek, W. G. & Robinson, K.L. (1972). Agricultural Product Prices. Cornell Univ. Press, Ithaca and London.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats