Penerapan Cleft Grafting Jambu Mete untuk Swadaya Bibit Lokal Berbasis Masyarakat di Desa Pondok, Ngadirojo, Wonogiri

Bambang Pujiasmanto, Trijono Djoko Sulistyo, Supriyono Supriyono, Endang Siti Rahayu, Eko Murniyanto

Sari


Metode cleft grafting pada bibit jambu mete menghasilkan bibit dengan pertumbuhan lebih cepat dan tinggi pohon pendek dibanding bibit asal biji sehingga perlu diterapkan dalam penyediaan bibit. Permasalahan perilaku petani jambu mete yang masih konvensional dan fasilitasi bibit jambu mete dari pemerintah terbatas maka melatih petani untuk membibitkan, me-grafting dan mengadaptasi bibit grafting mendesak dilakukan. Menerapkan inovasi grafting, khususnya cleft grafting, diperlukan pentahapan agar dicapai tingkat terampil, oleh karena itu metode yang diterapkan yaitu learning by doing. Petani peserta dipilih petani yang memiliki lahan jambu mete monokultur, berpeluang memiliki pohon induk, berumur produktif. Hasil penerapan inovasi cleft grafting menunjukkan bahwa : (1) pemilihan pohon induk sebagai sumber benih dan entres telah difahami peserta, (2) pelaksanaan grafting, sejumlah peserta tersebar dalam kategori pemula hingga terampil, tingkat kesulitan terjadi pada teknik penyayatan dan menali, (3) adaptasi bibit pasca grafting secara keseluruhan peserta dapat melakukan, (4) keberhasilan grafting belum dapat dikemukakan karena pada saat tulisan ini dibuat saatmya membuka tali, namun 20 hari pasca grafting 96% ujung entres masih berwarna coklat kehijauan dan segar.

Kata Kunci


pelatihan, bibit jambu mete, grafting, perilaku

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pusat Statistik (2018). Jawa Tengah Dalam Angka Tahun 2015. BPS Propinsi Jawa Tengah.

Murniyanto, E., Rahayu, E.S., & B. Pujiasmanto. (2019). Survey Pohon Induk Jambu Mete Untuk Entres di Daerah Sentra Penanamn Kabupaten Wonogiri. Laporan Penelitian Mandiri.

Murniyanto, E., Endang SR., Rahmawati, & B. Pujiasmanto. (2019). Potential Brood (Parent Trees) for Business Activities Cashew Seedings (Case Study In Wonogiri District). Paper presented at The APCMB. Tokyo Japan.

Rahayu, E.S. (2013). Studi Usahatani Jambu Mete di Wonogiri Mendukung EkonomiPerdesaan. Fakultas Pertnian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Lewis, I. P. (1932). Grafting and Budding Fruit Trees. Ohio State University. OHIO.

Ferry, Y. (2012). Pengembangan Industri Perbenihan Jambu Mete (Development of Seeds Industry of Cashew). Perspektif, 11(1), 33–44.

Rusmin D., Sukarman & Melati. (2006). Pengaruh Batang Atas dan Bawah Terhadap Keberhasilan Penyambungan Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) Jurnal Littri 12(1), 32 – 37.

Syakir, M & R. Suryadi. (2001). Pengaruh perontokan daun dan warna sungkup terhadap penyambungan mete. Jurnal Ilmiah Pertanian Gakuryoku, 7(2), 8-11.

Saefudin. (2009). Kesiapan teknologi sambung pucuk dalam penyediaan bahan tanaman jambu mete. Jurnal Litbang Pertanian, 28(4), 149-155.

Suhaimi A. (1997). Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Partisipatif Wilayah Pinggiran dan Kota. Deepublish Press.

Haqqie, NSY. (2016). Partisipasi Masyarakat Dalam Program Pemberdayaan (Studi Kasus Kegiatan Pembuatan Pupuk Organic di Desa Blagung, Boyolali). Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

Suratno, A. (2017). Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa (Studi Pada Desa Pulau Pandan Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun). Tugas Akhir. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Jambi.

Sulaiman ES. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Dibidang Kesehatan: Teori dan Implementasi. Gadjah Mada University Press.

Mujianto, AP. (2019). Membangun Pemberdayaan Masyarakat Desa. Modul KKN Tematik Desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats