[Pengendalian Hama Tikus pada Pertanaman Padi di Palur, Sukoharjo, Jawa Tengah] : Review

Wika Noviantoro, Dwiwiyati Nurul Septariani, Susilo Hambeg Poromarto, Sutarno Sutarno

Sari


Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang memiliki arti serta peran yang penting bagi seluruh penduduk Indonesia. Padi merupakan salah satu bahan pangan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Produktivitas tanaman padi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi produktivitas tanaman padi yaitu salah satunya populasi tikus sawah. Tikus sawah merupakan hama penting padi dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Lokasi pengamatan di lahan pertanaman padi di Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Palur, Sukoharjo, Jawa Tengah. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengamatan hama secara langsung dan menentukan pengendalian yang tepat sesuai kondisi lahan. Hasil pengamatan menunjukkan, tikus sawah merupakan hama penting hama penting di lokasi penelitian dengan tingkat kerusakan yang parah dengan kerugian yang besar. Tikus sawah juga dapat berkembang biak dengan sangat cepat jadi populasinya akan bertambah dalam waktu yang singkat. Pengendalian populasi tikus sawah dilakukan dengan berbagai metode yaitu gropyokan, Trap Barrier System (TBS), dan pengemposan dengan serbuk belerang.

Kata Kunci


pengemposan, serai wangi, Trap Barrier System

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aulia, Z. K. (2015). Analisis dampak kesehatan lingkungan dan pengendalian vektor. Padang. Padang : ID. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Padang.

Bachaki, S. E. (2011). Strategi fundamental pengendalian hama wereng batang coklat dalam pemahaman produksi padi nasional. J Pengembangan Inovasi Pertanian, 4(1), 63-75.

Darashanty, N. K. (2018). Aplikasi pengolahan citra untuk mendeteksi hama pada tanaman padi menggunakan metode morfologi. Doctoral dissertation. Universitas Pembangunan Nasional Veteran. ID, Yogyakarta.

Dedi, Sarbino, & Hendarti I. (2012). Uji preferensi beberapa jenis bahan untuk dijadikan umpan Tikus Sawah (Rattus argentiventer). J Sains Mahasiswa Pertanian Untan, 2(2).

Herlina, N. (2016). Efektivitas Trap Barrier System dalam menangkap Tikus Sawah. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. ID : Surakarta.

Istiaji, B., Priyambodo, S., Sanmas, A. A., & Rosidah, A. (2020). Efektifitas kegiatan gopyokan tikus sawah (Rattus argentiventer) di Desa Bener, Kabupaten Klaten. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM), 2(2), 163-168.

Khumaisah, L. L., Yuningsih, L. M. & Kadarohman, A. (2019). Pemanfaatan tanaman minyak atsiri sebagai pengendali hama tikus padi (Biopestisida) Di Kabupaten Sukabumi. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility, 2, 243-247.

Rahardja, A. (2016). Pengaruh proporsi sirup glukosa dan gula semut terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik bipang beras hitam. Doctoral dissertation. Widya Mandala Catholic University Surabaya, Surabaya.

Rahmad, R., Kadir, M. & Taslim, T. (2017). Survei teknik pengendalian hama penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella Snellen) dI Desa Gattareng Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan, 6(2), 34-39.

Setiabudi, J. (2014). Strategi pengembangan pengendalian populasi tikus sawah (Rattus argentiventer) menggunakan predator burung hantu (Tyto alba) pada lahan pertanian sawah Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Doctoral dissertation Program Pascasarjana UNDIP, Semarang.

Sipayung, E. R., Sitepu, S. F. & Zahara, F. (2018). Evaluasi serangan tikus sawah (Rattus argentiventer Robb & Kloss) setelah pelepasan burung hantu (Tyto alba) di Kabupaten Deli Serdang: Evaluation of Rat's Attack (Rattus argentiventer Robb & Kloss) After Release of Owl (Tyto alba) in Deli Serdang. Jurnal Online Agroekoteknologi, 6(2), 345-355.

Sukmawati, M. S., Siti, N. W., & Candraasih, K. (2017). Pengembangan burung hantu (Tyto alba) sebagai pengendali hama tikus di desa babahan dan senganan, penebel, Tabanan, Bali. Buletin Udayana mengabdi, 16(1).

Sumastuti, E., & Pradono, N.S. (2016). Dampak perubahan iklim pada tanaman padi di Jawa Tengah. J. of Economic Education, 5(1), 31-38.

Pratiwi, A. (2013). Studi deskriptif penerimaan masyarakat terhadap larvasida alami. Doctoral dissertation. Universitas Negeri Semarang, Semarang.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats