Insidensi Dan Keparahan Penyakit Busuk Pada Tanaman Cabai: Studi Kasus di Lahan Petani Desa Ciampea Udik, Ciampea, Bogor

Wartono Wartono

Sari


Penyakit busuk merupakan salah satu kendala yang menyebabkan rendahnya produksi cabai. Penelitian bertujuan mengamati dampak serangan penyakit busuk terhadap kerusakan tanaman cabai di Desa Ciampea Udik, Ciampea, Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2021. Tanaman cabai yang diamati berumur 2.5 bulan. Cabai ditanam pada lahan seluas 2400 m2 yang dibagi menjadi 4 petak pengamatan. Parameter pengamatan meliputi insidensi dan keparahan penyakit busuk. Patogen penyebab busuk diisolasi dengan menumbuhkan potongan buah bergejala pada media CMA. Karakterisasi patogen dilakukan dengan mengamati bentuk koloni dan mikromorfologi. Uji patogenisitas dengan menginokulasi buah cabai dengan potongan miselia isolat patogen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat insidensi penyakit busuk pada pertanaman cabai di lokasi penelitian mencapai 86.0 – 91.7% dengan tingkat keparahan penyakit 87.0 – 89.7%. Berdasarkan hasil karakterisasi bentuk koloni dan mikromorfologi serta uji patogenisitas diketahui bahwa patogen yang menyebabkan penyakit busuk pada tanaman cabai dilokasi penelitian adalah Phytophthora capsici. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting tentang dampak penyakit busuk terhadap kerusakan tanaman, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dalam hal pencegahan dan pengendaliannya.

Kata Kunci


cuaca, dampak, P. capsici, pengendalian, sanitasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Barchenger, D.W., Lamour, K.H., & Bosland, P. W. (2018). Challenges and strategies for breeding resistance in Capsicum annuum to the multifarious pathogen, Phytophthora capsici. Frontiers in Plant Science, 9, 1–6. https://doi.org/10.3389/fpls.2018.00628

Bowers, J.H., & Mitchell, D. J. (1990). Effect of soil-water matric potential and periodic flooding on mortality of pepper caused by Phytophthora capsici. Phytopathology, 80, 1447–1450. https://doi.org/DOI:10.1094/Phyto-80-1447

[Ditjenhortikultura] Direktorat Jendral Hortikultura. (2019). Data produksi sayuran. https://doi.org/http://hortikultura2. pertanian.go.id.

Erwin, D.C., & Ribeiro, O. K. (1996). Phytophthora Diseases Worldwide. St. Paul, (US): American Phytopathological Society.

Geven, A.J., Lamour, K.H., Grumet, R., & Hausback, M. K. (2006). Development of a detached cucumber fruit assay to screen for resistance and effect of fruit age on susceptibility to infection by Phytophthora capsici. Plant Disease, 90(10), 1276–1282.

Glosier, B.R., Ogundiwin, E.A., Sidhu, G.S., Sischo, D.R., & Prince, J. P. (2008). A differential series of pepper (Capsicum annuum) lines delineates fourteen physiological races of Phytophthora capsici. Euphytica, 162, 23–30.

Granke, L.L., & Quesada-Ocampo, L. (2012). Advances in research on Phytophthora capsici on vegetable crops in the United States. Plant Disease, 95(11), 1588–1600.

Hausbeck, M.K., & Lamour, K. H. (2004). Phytophthora capsici on vegetable crops: Research progress and management challenges. Plant Dis., 88, 1292–1303.

Jiang, L., Sanogo, S., & Boslan, P. W. (2015). Using recombinant inbred lines to monitor changes in the race structure of Phytophthora capsici in chili pepper in New Mexico. Plant Health Progress, 16(4), 235–240. https://doi.org/10.1094/PHP-RS-15-0034

Majid, M.U., Awan, M.F., Fatima, K., Tahir, M.S., Ali, Q., Rashid, B., Rao, A.Q., Nasir, I.A., & Husnain, T. (2016a). Phytophthora capsici on chilli pepper (Capsicum annuum L.) and its management through genetic and bio-control: A review. Zemdirbyste. Zemdirbyste, 103, 419–430. https://doi.org/10.13080/z-a.2016.103.054.

Majid, M.U., Awan, M.F., Fatima, K., Tahir, M.S., Ali, Q., Rashid, B., Rao, A.Q., Nasir, I.A., & Husnain, T. (2016b). Phytophthora capsici on chilli pepper (Capsicum annuum L.) and its management through genetic and bio-control: A review. Zemdirbyste. 103(4), 419‒430. https://doi.org/10.13080/z-a.2016.103.054

Monroy-Barbosa, A., & Boslan, P. W. (2010). A Rapid Technique for Multiple-race Disease Screening of Phytophthora Foliar Blight on Single Capsicum annuum L. Plants. HORTSCIENCE, 45(10), 1563–1566.

Reeksting, B.J., Taylor, N.J., & van den Berg, N. (2014). Flooding and Phytophthora cinnamomi: Effects on photosynthesis and chlorophyll fluorescence in shoots of non-grafted Persea americana (Mill.) rootstocks differing in tolerance to Phytophthora root rot. South African Journal of Botany, 95, 40–53.

Ristaino, J. B. (1991). Influence of rainfall, drip irrigation, and inoculum density on the development of Phytophthora root and crown rot epidemics and yield in bell pepper. Phytopathology, 81(8), 922–929.

Safdar, A., Li, Q., Shen, D., Chen, L., He, F., Wang, R., Zhang, M., Mafurah, J.J., Khan, S.A., & Dou, D. (2017). An LRR receptor kinase regulates growth, development and pathogenesis in Phytophthora capsici. Microbiological Research, 198(2017), 8–15.

Sekjen, & Kemtan. (2016). Outlook: Komoditas Pertanian Sub Sektor Hortikultura. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

Supriyati, Thjahjono, B., & Effendy, S. (2018). Analisis pola hujan untuk mitigasi aliran lahar hujan gunung api Sinabung. J.Il. Tan. Lingk., 20(20), 95–100.

Sy, O., R. Steiner, & P. W. B. (2005). Inheritance of Phytophthora stem blight resistance as compared to Phytophthora root rot and Phytophthora foliar blight resistance in Capsicum annuum L. J. Amer. Hort. Soc., 130, 75–78.

Syukur, M., Sujiprihati, S., Yunianti, R., & Kusumah, D. A. (2010). Evaluasi daya hasil cabai hibrida dan daya adaptasinya di empat lokasi dalam dua tahun. Jurnal Agronomi Indonesia, 38(1), 43–51.

Wartono, Wiyono, S., Syukur, M., Giyanto, & Lestari, P. (2019). Resistance of Capsicum annuum genotypes against various isolates of Phytophthora capsici from Java, Indonesia. BIODIVERSITAS, 20(12), 3723–3730.

Wartono. (2020). Keragaman Phytophthora sp. patogen asal cabai dan seleksi ketahanan inang. Disertasi. Institut Pertanian Bogor, Bogor (ID).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats