Identifikasi dan Pengendalian Hayati Penyakit Busuk Buah Apel di Kota Batu, Jawa Timur

Norma Fauziyah, Dina Agustina, Anang Triwiratno, Otto Endarto

Sari


Insidensi penyakit busuk buah apel dilaporkan di Kota Batu yang merupakan sentra produksi apel di Jawa Timur. Identifikasi patogen penyebab busuk buah apel penting dilakukan sebagai langkah awal dalam pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogen penyebab penyakit busuk buah apel dan mengetahui efektivitas P. fluorescens, B. subtilis, T. yunnanense, T. harzianum, dan Gliocladium sp.  dalam mengendalikan penyakit busuk buah apel. Secara morfologi, penyakit busuk buah apel diketahui disebabkan oleh jamur Gleosporium sp. Identifikasi dilakukan dengan mengamati koloni, konidia, dan hifanya. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL) 15 ulangan, dan 6 perlakuan yang terdiri dari uji pengendalian hayati Gleosporium sp. menggunakan isolat Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis, Trichoderma yunnanense, Trichoderma harzianum, dan Gliocladium sp.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase intensitas penyakit setelah aplikasi agensia hayati lebih rendah dibandingkan dengan kontrol. Secara berurutan intensitas penyakit perlakuan P. fluorescens dari yang terendah sampai tertinggi adalah (2,67%);B. subtilis (6,67%); T. yunnanense (5,33%); T. harzianum (9,33%); Gliocladium sp. (6,67%); dan kontrol (17,33%).

Kata Kunci


busuk buah apel, insidensi penyakit, pengendalian hayati

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arifah, F. A., & Aprilia, I. R. (2019). Potensi buah apel (Malus domestica) dalam mengatasi penyakit asma. Proceeding of Biology Education, 3(1), 208–212.

Abiodun, J., Osaretin, B. I., Elizabeth, T. A., Benson, O. A., & Ajibola, P. A. (2017). Effectiveness of Pseudomonas species in the management of tomato early blight pathogen Alternaria solani. African Journal of Microbiology Research, 11(23), 972–976. https://doi.org/10.5897/ajmr2017.8564

Afriyeni, Y., Nasir, N., Periadnadi, & Jumjunidang. (2013). Jenis-jenis jamur pada pembusukan buah kakao (Theobroma cacao, L.) di Sumatera Barat. Jbioua. Fmipa. Unand. Ac .Id, 2(2), 124–129.

Agrios, G. (2004). Plant pathology: Fifth edition. In Plant Pathology: Fifth Edition (Vol. 9780080473789). https://doi.org/10.1016/C2009-0-02037-6

Anggara, D. S., Suryanto, A., & Ainurrasjid. (2017). Kendala produksi apel (Malus sylvestris mill) var. manalagi di desa poncokusumo kabupaten malang. Jurnal Produksi Tanaman, 5(2), 198–207.

Boyer, J., & Liu, R. H. (2004). Apple phytochemicals and their health benefits. Nutrition Journal, 3(5).

Cawoy, H., Bettiol, W., Fickers, P., & Ongena, M. (2009). Bacillus -based biological control of plant diseases. Pesticides in the Modern World - Pesticides Use and Management. 520p

Ganeshan, G., & Kumar, A. M. (2005). Pseudomonas fluorescens, a potential bacterial antagonist to control plant diseases. Journal of Plant Interactions, 1(3), 123–134. https://doi.org/10.1080/17429140600907043

Hartal, H., Misnawaty, M., & Budi, I. (2017). Efektivitas Trichoderma sp. dan Gliocladium sp. dalam pengendalian layu fusarium pada tanaman krisan. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 12(1), 7–12.

Haskarini, D., Hartoyo, B., & Bety, Y.A. (2017). Identifikasi hama penyakit pada benih apel yang dibudidayakan di dataran medium. Prosiding Seminar Nasional Kesiapan Sumber Daya Pertanian dan Inovasi Spesifik Lokasi Memasuki Era Industri 4.0.

Juariyah, S., Tondok, E. T., & Sinaga, M. S. (2019). Trichoderma dan Gliocladium untuk mengendalikan penyakit busuk akar fusarium pada bibit kelapa sawit. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 14(6), 196. https://doi.org/10.14692/jfi.14.6.196

Kim, Y. S., Balaraju, K., & Jeon, Y. (2016). Biological control of apple anthracnose by Paenibacillus polymyxa APEC128, an antagonistic rhizobacterium. Plant Pathology Journal, 32(3), 251–259. https://doi.org/10.5423/PPJ.OA.01.2016.0015

Nuryanto, B. (2018). Pengendalian penyakit tanaman padi berwawasan lingkungan melalui pengelolaan komponen epidemik. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 37(1), 1.

Permana, A. H., Asmara, R. A., & Tri, A. R. (2017). Sistem pakar diagnosa hama dan penyakit pada tanaman apel menggunakan metode certainty factor. Jurnal Informatika Polinema, 1(3), 7. https://doi.org/10.33795/jip.v1i3.106

Prihatiningsih, N., Arwiyanto, T., Hadisutrisno, B., & Widada, J. (2015). Mekanisme antibiosis Bacillus Subtilis B315 untuk pengendalian penyakit layu bakteri kentang. J. HPT Tropika 15(1), 64–71.

Sharma, R., & Verma, S. (2019). Environment-pathogen interaction in plant diseases. Agricultural Reviews, 40(03). https://doi.org/10.18805/ag.r-1859

Shishido, M. (2011). Plant disease management in protected horticulture. Horticultural Research, 65, 7–18.

Shohihati, L & Suharjono (2014). Uji potensi dan identifikasi berdasarkan sekuen its kapang antagonis pengendali kapang patogen tanaman apel di perkebunan apel Gabes. Jurnal Biotropika. 2(4), 240–243.

Soenartiningsih, S., Djaenuddin, N., & Saenong, M. S. (2014). Efektivitas Trichoderma sp. dan Gliocladium sp. sebagai agen biokontrol hayati penyakit busuk pelepah daun pada jagung. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 33(2), 129.

Suharsono. (2011). Pemanfaatan sumber-sumber ketahanan untuk perakitan tanaman tahan terhadap hama pada tanaman kedelai. Buletin Palawija. 25(21), 13–25.

Talvia, P. (1960). Various species of Gloeosporium in stored apples in Finland. Agricultural and Food Science, 32(1), 239–246. https://doi.org/10.23986/afsci.71532

Taufiq, E. (2012). Pengembangan vanili di Indonesia banyak Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka. Buletin Ristri, 3(1), 49–56.

Turechek, W. W. (2004). Apple diseases and their management bt - diseases of fruits and vegetables volume I: diagnosis and management. Diseases of Fruits and Vegetables Volume I, I, 1–108. https://doi.org/10.1007/1-4020-2606-4_1

Wang, Z., Jiang, M., Chen, K., Wang, K., Du, M., Zalán, Z., Hegyi, F., & Kan, J. (2018). Biocontrol of Penicillium digitatum on postharvest citrus fruits by Pseudomonas fluorescens. Journal of Food Quality, 2018. https://doi.org/10.1155/2018/2910481

Weir, B. S., & Johnston, P. R. (2010). Characterisation and neotypification of Gloeosporium kaki hori as Colletotrichum horii nom. nov. Mycotaxon, 111(March), 209–219.

Yu, Z. F., Qiao, M., Zhang, Y., & Zhang, K. Q. (2007). Two new species of Trichoderma from Yunnan, China. Antonie van Leeuwenhoek, International Journal of General and Molecular Microbiology, 92(1), 101–108.

Yulianti, T. (2016). Pemanfaatan endofit sebagai agensia pengendali hayati hama dan penyakit tanaman. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri, 5(1), 40-49.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats