Daya Ovisidal Ekstrak Daun Nimba (Azadirachta indica) terhadap Penetasan Telur Nematoda Puru Akar, Meloidogyne Javanica

Sulastiningsih NWH Sulastiningsih NWH, Sudirman Sudirman, Rahayu ST Rahayu ST, Levianny PS Levianny PS

Sari


Nematoda Puru Akar, Meloidogyne javanica merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang menyebabkan kerugian yang besar hampir pada semua jenis tanaman, terutama sayuran. Berbagai cara dilakukan untuk mengendalikan M. javanica, termasuk penggunaan nematisida yang sangat beracun yang dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan. Belakangan ini banyak diteliti cara pengendalian yang lebih aman, seperti penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya ovisidal dari ekstrak daun nimba (Azadirachta indica) terhadap telur nematoda puru akar, M. javanica. Penelitian dilaksanakan pada media agar dalam cawan petri yang diperlakukan dengan ekstrak daun nimba dengan 5 konsentrasi (10%, 15%, 20%, 25% dan 30%) dan tanpa ekstrak sebagai kontrol. Masing-masing petri diinokulasikan 130 telur M. javanica dan tiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Cawan petri diinkubasi pada suhu kamar dan jumlah telur yang menetas diamati mulai satu hari setelah inokulasi selama sepuluh hari. Pengaruh perlakuan ditentukan dengan menghitung standar error dan konsentrasi efektif (EC50) ditentukan dengan analisa probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua konsentrasi ekstrak daun nimba efektif menekan penetasan telur M. javanica. Semakin tinggi konsentrasi semakin rendah persentase telur M. javanica yang menetas. Konsentrasi efektif (EC50) ekstrak daun nimba (Azadirachta indica) terhadap telur M. javanica adalah 19.91%

Kata Kunci


Meloidogyne javanica, Azadirachta indica, Nematoda Puru Akar

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bone, L. W. & Parish, E. J. (1998). Egg enzymes of ruminant nematode trichostrongylus colubriformis. Intern. J. Invertebr. Reprod. Develop. 14, 299-302.

Brown, R. H. & Kerry, B. R. (1987). Principles and practice of nematode control in crops. Academic Press, Sydney Orlando San Diego New York Austin Londen Montreal Tokyo Toronoto.

Cohen W., G. A. Carlson, & Christie, G. 1984. Economics of disease loss management. Annual Review Phytopathology. 14, 381-403.

Djojosumarto, P. (2000). Teknik aplikasi pestisida pertanian. Kanisius, Yogyakarta.

Dropkin, V. H. (1989). Introduction to plant nematologi. Department of Plant Pathology University of Missouri, Columbia. 1-2pp. Dalam terjemahan Supratoyo, 1996. Pengantar Nematoda Tumbuhan edisi ke-2. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 354.

Grassica-Martinez, R. (1982). Post infectio development and morphology of Meloidogyne cruciae. J. Nematol., 14, 332-338.

Hussy, R. S. (1985). Host parasite relationships and associated physiological changes. Eds advanced Treatise On Meloidogyne. Vol. I Biology and Control. Nort Carolina State University. Releigh, N C USA.

Hunter, A. H. (1975). Absorption and translocation of phosphorous influenced by the root-knoot nematodes. Soil science. 86, 245-250.

Luc, Sikora & Bridge. (1990). Plant parasitic nematodes in subtropical and tropical agricultur. CAB International Institu of Parasitology. Walling ford. Dalam terjemahan Suprotoyo, 1995. Nematoda parasitik tumbuhan di pertanian subtropik dan tropik. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Mukhlisa, F & Sapta, H. (1996). Sayur dan bumbu dapur obat. Penebar Swadaya, Jakarta.

Neni, Y. (1999). Pengaruh populasi nematoda puru akar (Meloidogyne spp) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Licopersicum esculentum Mill). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Mataram.

Poinar, G. O. (1983). The natural history of nematodes toward pland roots. Revue de Nematology, 3, 305-318.

Rismunandar. (1995). Tanaman tomat. Sinar Baru Algensio, Bandung.

Samadi, B. (1996). Pembudidayaan tomat hibrida. Aneka, Solo.

Sasser, J.N. (1989). Plant parasitic nematoda. The farme’s Hidden Enemy. North Corolina State University Graphics Releigh, North Corolina.

Sastrahidayat, I. R. (1987). Ilmu penyakit tumbuhan. Usaha Nasional, Surabaya.

Sastroutomo,. S. S. (1982). Pestisida. Dasar-dasar dan dampak penggunaannya. Gramedia Pustaka, Jakarta.

Sudarmo, S. (1992). Pestisida untuk tanaman. Kanisius, Yogyakarta.

Sudarmo. (2000). Pestisida. Kanisius, Yogyakarta.

Sudirman & Webster. (1995). Effect of amonium ions a hatching, penetration and development of a Meloidogyne in excised tomato roots. J. Nematol., 346-352.

Thomason, I. J. (1997). Challenges facing nematology: Environmental risk with vistas on nematology Hyattaville,U.S.A. society of nematologists ins, 469-476.

Wixted, R., Brim, C.A. & Orson, S. (1987). A Promising new soil amendment and disinfectant. Sciene, 383-384.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats