Keragaman Predator Ulat Gerayak Jagung (Spodoptera frugiperda) selama Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L) Di Desa Ireng Lombok Barat

Miftahul Jannah, Bambang Supeno, Mery Windarningsih

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keragaman Predator Ulat Gerayak Jagung (Spodoptera frugiperda) Selama Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays) Di Desa Ireng Lombok Barat.Penelitian ini telah dilakukan di lapangan dan laboratorium pada bulan September sampai bulan November 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengamatan langsung di areal tanaman jagung dan identifikasi koleksi spesimen. Penelitian ini mencakup 2 kegiatan utama, yaitu pengamatan di Lapangan dan pengamatan di Laboratorium. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan laboratorium ditemukan 8 spesies serangga predator hama Spodoptera frugiperda di Desa Ireng Kecamatan Gunung Sari, di antaranya Spesies Cheilomenes sexmaculata, Spesies Coelophora inaequalis, Spesies Verania lineate, Spesies Polistes gallicus, Spesies Polyrchachis dives Smith, Spesies Crysopa sp., Spesies Gryllus vernalis dan Spesies Lycosa sp. Indeks keragaman serangga predator hama Spodoptera frugiperda pada pertanaman Jagung adalah (H´) 1,80. Hasil terebut dapat dikategorikan sebagai indeks keanekaragaman sedang, artinya ekosistem dalam kondisi dan produktivitas seimbang serta tekanan ekologis baik. Kelimpahan relatif serangga predator yang terdapat pada pertanaman jagung menujukkan bahwa serangga predator yang memiliki kelimpahan yang berbeda-beda. Kelimpahan tertinggi yaitu serangga predator yang memiliki kelimpahan tertinggi yaitu Spesies Polistes gallicus dengan angka kelimpahan sebesar 29,69%. Nilai kelimpahan yang paling rendah yaitu pada predator Spesies Polyrchachis dives Smith yaitu sebesar 1,95%. Indeks Dominasi dari masing-masing jenis serangga predator hama Spodopterafrugiperda memiliki nilai yang berbeda dan tidak ada satu spesiespun yang mendominasi. Nilai dominasi keseluruhan predator yaitu 0,23 maka nilai dominasi dapat dikatakan mendekati 0 (<0,5) maka tidak ada predator yang mendominasi.

Kata Kunci


keragaman, predator, Spodoptera frugiperda, pertumbuhan, jagung

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aditama, C.R., & Kurniawan, N. (2013). Struktur komunitas serangga nokturnal areal pertanian padi organikpada musim penghujan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Jurnal Biotropika, 1, 186-190.

Agustinawati, M. H., Toana., & Wahid, A. (2016). Keanekaragaman artropoda permukaan tanah pada tanaman cabai (Capsicum annum L.) dengan sistem pertanaman yang berbeda di Kabupaten Sigit. E-J. Agrotekbis, 4.

Amir, M. (2002). Kumbang lembing pemangsa coccinelldae (Coccinellinae) di Indonesia. Cetakan Pertama. Puslit Biologi LIPI, Bogor.

Badan Ketahanan Pangan. (2018). Dikutip dari Jurnal ISSN: 2615-3807. (Online). http://bkp.pertanian.go,id/storage/app/uploads/public/5b0/0a8/5b05230a887ad919144521.pdf. [10 Oktober 2020].

Badan Pusat Statistik. (2013). Produksi padi, jagung dan kedelai. Angka Ramalan 1 Tahun 2013. No. 45/07/Th.XVI.

Balai Penelitian Tanaman Sayuran. (2015). Empat prinsip dasar dalam penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta.

Borror, D.J., Triplehorn C.A & Johnson, N.F. (1992). Pengenalan pelajaran serangga. Edisi Terakhir. Soetiyono Partosoedjono dan Brotowidjoyo, M.D, Penerjemah. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

BPTP NTB. (2019). Data sebaran OPT utama tanaman padi dan jagung. Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BPTP) NTB, Narmada.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. (2016). Petunjuk teknis gerakan pengembangan jagung hibrida. Kementerian,Jakarta.

Jumar. (2000). Entomologi Pertanian. PT. Renika Cipta, Jakarta.

Krebs, C. J. (1989). Ecologycal methodology. Harper and Row Publisher, New York.

Lee, C. (2007). Corn growth and development. (Online). www. Uky.edu/ ag/ graincrops. [22 Juli 2020].

Michael, P. (1994). Metode Ekologi untuk Penyelidikan Lapangan dan Laboratorium. Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Nonci, N., Kalqutny, S.H., Mirsam, H., Muis, A., Azrai, M. & Aqil, M. (2019). Pengenalan Fall Armyworm (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) hama baru Pada Tanaman Jagung di Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Jakarta.

Odum, E. P. (1998). Dasar-dasar ekologi edisi ketiga. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta: Jurnal Pendidikan Biologi, 2(1).

Patang, F. (2010). Keanekaragaman Takson Serangga dalam Tanah pada Areal Hutan Bekas Tambang Batubara PT. Mahakam Sumber Jaya Desa Separi Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Jurnal Bioprospek, 7.

Price, P. W. (1997). Incsect ecology. Third Edition. John Wiley & SonsInc, New York.

Ratmawati, I. (2019). Laba-laba si predator sahabat petani di lapangan. POPT Perkebunan.

Sembel, D. T. (2010). Pengendalian hayati – hama-hama serangga tropis dan gulma. ANDI, Yogyakarta.

Suarni. (2011). Komposisi nutrisi jagung menuju hidup sehat. Balai penelitian Seralia.

Susniahti, N., Sumeno, H., & Sudrajad. (2005). Ilmu hama tumbuhan. Universitas Padjadjaran, Bandung.

Syarifah. (2017). Kenaekaragaman serangga permukaan tanah di sekitar perkebunan Desa Cot Kareung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. JESBIO, 6.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats