Kajian Pemanfaatan Biopestisida Asap Cair Limbah Biji Buah Merah terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F)

Fransisca Christiana Dewi, Sumiyati Tuhuteru, Andi Aladin, Setiyawati Yani

Sari


Pemanfaatan biopestisida asap cair kerap kali sudah diakui dan sudah banyak dimanfaatkan oleh petani dalam mengendalikan OPT. Namun untuk asap cair menggunakan bahan baku limbah biji buah merah masih sangat jarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asap cair limbah biji buah merah terhadap mortalitas ulat grayak (Spodopteralitura F) pada tanaman ubi jalar. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Petra Baliem Wamena dan pembuatan asap cair dilakukan di Laboratorium RisetJurusan Teknik Kimia FTI UMI Makassar. Asap cair diperoleh melalui proses pirolisis dengan menggunakan alat modifikasi pirolisis rakitan. Proses pirolisis adalah proses pembakaran atau pemanasan suatu bahan baku asap cair pada temperatur tertentu dengan jumlah oksigen terbatas. Untuk mengetahui tingkat efektifitas biopestisida asap cair limbah biji buah merah ini dilakukan analisis kandungan fenolik dan asam asetat yang merupakan unsur utama dalam biopestisida yang mampu mematikan OPT sehingga serangan OPT dapat dikendalikan. Hasil pirolisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah asap cair grade 3. Adapun perlakuan konsentrasi yang digunakan terbagi menjadi 4 yaitu 10ml/L, 15ml/L, 20ml/L dan 30ml/L yang diulang sebanyak 3 ulangan. Hasil analisis kandungan kimia pada asap cair menunjukkan nilai uji kadar asam sebesar 14,20%, nilai uji kadar fenol sebesar 4,98% dan memiliki pH sebesar 3. Hasil penelitian skala laboratorium ini menunjukkan bahwa biopestisida asap cair limbah biji buah merah konsentrasi yang efektif yaitu konsentrasi 30ml/L dengan presentase mortalitas ulat grayak sebesar 88,50%.

Kata Kunci


Limbah biji buah merah, asap cair, biopestisida, ulat grayak, pirolisis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aladin, A., Yani, S., Modding, B., Syarif, T., & Wiyani, L. (2017). Pyrolysis of Corncob Waste to Produce Liquid Smoke. International Conference on Industrial Technology for Sustainable Development (Icon ITSD 2017) FTI UMI Makassar-Indonesia, Makassar, 1–13.

Alpian, Prayitno, T. A., Stupa, J. P. G. & Budiadi. (2014). Kualitas Asap Cair Batang Gelam (Melaleuca sp.). Jurnal Penelitian hasil Hutan, 32(2), 83-92.

Association of Official Analytical Chemist. (1990). Official Method of Analysis. 15 th edition. Edited by Helrich K, Published by Assiciation of Official Analytical Chemist, Inc. Virginia USA.

Association of Official Analytical Chemist. (1995). Official Method of Analysis. 16 th edition. Assiciation of Official Analytical Chemist, Inc. Washington.

Baltibang. (2006). Hama, Penyakit dan Masalah Hara pada Tanaman Kedelai, Identifikasi dan Pengendaliannya, Bogor.

Buckle, K. A., Edwards, R. A., Fleet, G. H., & Wooton, M. (1985). Ilmu Pangan. Terjemahan H. Purnomo dan Adiono. Indonesian University Press, Jakarta.

Ishak I., Musa, W. J. A., & Rahman, S.W. (2019). Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa Sebagai Pestisida Organik terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F.). Jamb.J.Chem., 01(1), 15-20.

Kompas. (2006). UGM Perkenalkan Asap Cair Pengganti Formalin. (On-line) http://www.kompas.com./teknologi/news/0601/185618.html diakses tanggal 14 April 2021.

Lumowa, S. V. V. (2011). Efektivitas Ekstrak Babadotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap Tingkat Kematian Larva Spodoptera litura F. Eugenia, 17(3), 186-191.

Reddy, B.K., Balaji, M., Reddy, P.U., Salaja, G., Vaidyanath, K., & Narasimha, G. (2009). Antifeedant andantimicrobial activity of Tylophora indica. African Journal of Biochemistry Research, 3(12), 393-397.

Tentrirawe, A & Talanca, A.H. (2008). Bioekologi dan Pengendalian hama dan Penyakit Utama Kacang Tanah. Prosiding Seminar Ilmiah dan penemuan Tahunan PEI PFI XIX Komisariat Daerah Sulawesi Selatan, 464-471.

Tranggono, Suhardi, Setiadji, B., Darmadji, P., Supranto, & Sudarmanto. (1996). Identifikasi Asap Cair dari Berbagai Jenis Kayu dan Tempurung Kelapa. J. Ilmu dan Teknologi Pangan, 1(2), 15-24.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats