Serangan Bemisia tabaci pada Aksesi Kacang Nasi (Vigna umbellata)

Emerensiana Uge, Pratanti Haksiwi Putri, Ratri Tri Hapsari, Kurnia Paramita Sari

Sari


Kacang nasi (Rice bean, Vigna umbellata) merupakan salah satu kacang potensial baik sebagai bahan pangan maupun pakan ternak. Kacang nasi diketahui memiliki kandungan protein yang tinggi. Budidaya tanaman ini tidak terlepas dari serangan hama, salah satunya kutu kebul (Bemisia tabaci). Penelitian ini bertujuan melihat keberadaan kutu kebul pada 30 aksesi kacang nasi. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dengan menggunakan rancangan acak kelompok, 3 ulangan,  dan perlakuan terdiri dari 30 aksesi kacang nasi dengan infestasi hama secara alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aksesi kacang nasi memiliki respon gejala yang berbeda terhadap serangan kutu kebul diantaranya Bintik  kuning (Bk); Bintik kuning disertai klorosis (BkKl); mosaik dan daun menyempit (MzDs); daun menguning dan tanaman menua dini (DkMd); tanaman menua dini dan tertutup embun jelaga (Md, Ej); daun coklat dan intensitas daun gugur tinggi (Dc,Gr). Beberapa aksesi diketahui memiliki intensitas serangan sedang hingga tinggi terhadap kutu kebul, sedangkan dua aksesi (11A dan 3A) diketahui memiliki intensitas serangan rendah pada pengamatan minggu pertama dan kedua. Aksesi dengan gejala serangan klorosis dan embun jelaga diketahui mengalami peningkatan serangan pada minggu kedua pengamatan. Kerapatan trikoma daun diketahui tidak berpengaruh dominan terhadap populasi kutu kebul.

Kata Kunci


Bemisia tabaci, kacang nasi, serangan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bacci, L., Crespo, A.L.B.,Galvan, T.L., Pereira, E.J.G., Picanço, M.C., Silva, G.A., & Chediak, M. (2007). Toxicity of insecticides to the sweetpotato whitefly (Hemiptera: Aleyrodidae) and its natural enemies. Pest Manage. Sci, 63, 699– 706.

Doanh, L.Q., & Taun, H.D. (2004). Improving indigenous technologies for sustainable landuse in northern mountainous areas of vietnam. Journal of mountain science, 1, 270-275.

Firdaus, S. (2012). Identification of whitefly resistance in tomato and hot pepper. Thesis. Wageningen University, Wageningen, NL.

Inayati, A., & Marwoto. (2012). Pengaruh kombinasi aplikasi insektisida dan varietas unggul terhadap intensitas serangan kutu kebul dan hasil kedelai. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 31, 13–21.

Jones, D.R. (2003). Plant viruses transmitted by whiteflies. European Journal of Plant Pathology, 109,195-219.

Kishaba, A.N., Castle, S., McCreight, J.D., & Desjardins, P.R. (1992). Resistance of white-flowered Gourd to Sweetpotato Whitefly. Horticultural Science, 27(11), 1217-1221.

Layla, A.H., & Shareef, A. (2011). Impact of whitefly Bemisia tabaci (Gennadius) infestation on chlorophyl and carotene concentrations, as well as moisture content in some vegetable plants in a greenhouse. Egypt Journal of Experimental Biology (Zoology), 7(1), 11-15.

McAuslane, H.J., & Smith, H.A. (2018). Sweetpotato whitefly B Biotype Bemisia tabaci (Genadius) (Insecta:Hemiptera:Aleyrodidae). Univ. of Flourida. pp 8.

Navas-Castillo, J., Fiallo-Olive, E., & Sanchez-Compos, S. (2011). Emerging virus diseases transmitted by whiteflies. Annual Review of Phytopathology, 49, 219-248.

Poerba, Y.S., & Syarif, F. (1999). Toleransi beberapa genotipe Vigna umbellata (Thumb.) terhadap suhu tinggi pada berbagai tahap pertumbuhan. Berita Biologi, 4(5), 247-254.

Pollard, D.G. (1995). Feeding habits of cotton whitefly, Bemisia tabaci Genn. (Hemiptera: Aleyrodidae). Annals of Applied Biology, 43(4), 664-671.

Puspit,a D. (2017). Kacang nasi (Vigna umbellata) sebagai bahan brownies untuk diversifikasi pangan lokal di NTT. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan VII, 17-18 November 2017.

Reza, N.S., Sulistyo, A., & Purnamaningsih, S.L. (2019). Identifikasi sifat ketahanan plasma nutfah kedelai (Glycine max L Merrill) terhadap kutu kebul (Bemisia tabaci Genn). Plantropica Journal of Agricultural Science, 4(1), 39-48.

Roopa, H.K., Asokan, R., Rebijith, K.B., Ranjitha, H., Hande, R.M., & Krishna Kumar, N.K. (2015). Prevalence of a new genetic group, MEAM-K, of the whitefly Bemisia tabaci (Hemiptera: Aleyrodidae) in Karnataka, India, as evident from mtCOI sequences. Florida Entomol, 98(4), 1062–1071.

Roopa, HK., Asokan R.., Kumar, N.K.K., Mahmood, R., Bakthavatsalam, N., Uprithi, K., & Anjanappa R. (2016).Estimation of sugars and volatiles in the Honeydew of Bemisia tabaci genetic groups Meam-I and Asia-I. Journal of Bioscience and Boitechnology Discovery, 1, 66-73

Sarma, B.K., Singh, M., Gupta, H.S., Singh, G., & Srivastava, K.S. (1995). Studies in rice bean germplasm. Res Bulletin. 34 pp 70. ICIAR Complex, Umiam.

Setyorini, S.D., & Marwoto.(2016). Perkembangan populasi dan serangan kutu kebul pada kedelai dengan sistem pengairan dan teknik budidaya berbeda. Prosiding seminar hasil tanaman aneka kacang dan umbi 2016. Diakses dari: http://balitkabi. litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2017/07/pros16_31.pdf.

Sims, N.C., Barro, P.D., Newham, G.J., Kalyebi, A., Macfadyen, S., & Malthus, T.J. (2018). Spectral separability and mapping potential of cassava leaf damage symtomps caused by whiteflies (Bemisia tabaci). Pest Management Science, 74(1), 246-255.

Tengkano, W., Okada, T., Nonci, N., Yasin, M., & Damayanti, D. (1991). Distribution of Bemisia tabaci Genn in some soybean areas in Indonesia. Pp 14-15. In. G.K. Unang and S.Nishiyama (eds): Research Reviews; The strengthening of Pioneering Research for Palawija Crop Production Project (ATA-378). Central Research Institute for food Crops, Bogor, Indonesia.

Wang, X. W., Li, P., & Liu, S. S. (2017). Whitefly interactions with plants. Current Opinion in Insect Science, 19, 70–75.

War, AR., Paulraj, M.G.,Ahmad, T.,Buhroo,A.A.,Hussain, S., Ignacimuthu, & Sharma, H.C. (2012). Mechanisms of plant defense against insect herbivores. Plant signal behav, 7(10), 1306-1320.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats