Pengaruh Dosis Herbisida Metil Metsulfuron 20 % terhadap Penekanan Gulma, Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.)

Yayan Sumekar, Dedi Widayat, Dani Riswandi, Eva Wanty Tri Wani Tambunan

Sari


Salah satu faktor untuk meningkatkan produksi padi adalah faktor lingkungan terutama keberadaan gulma yang dapat menekan pertumbuhan dan  hasil. Pengendalian gulma dengan menggunakan metode kimia yaitu menggunakan herbisida lebih efektif dibandingkan dengan pengendalian gulma lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas  herbisida Metil metsulfuron 20%  terhadap penekanan gulma, pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 – April 2019 di SPLPP (Sanggar Penelitian Latihan dan Pengembangan Pertanian), Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Dengan jenis perlakuan yang digunakan sebagai berikut : Metil metsulfuron 20% dengan dosis 10g/ha, Metil metsulfuron 20% dengan dosis 15g/ha, Metil metsulfuron 20% dengan dosis 20 g/ha, Metil metsulfuron 20% dengan dosis 25 g/ha, Metil metsulfuron 20% dengan dosis 30 g/ha, serta penyiangan mekanis dan kontrol. Perbedaan antara perlakuan diuji dengan menggunakan uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil percobaan dengan dosis 20  g/ha mampu mengendalikangulma total  serta memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman padi.

Kata Kunci


Metil metsulfuron, Gulma, Padi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Husna, Y. (2010). Pengaruh Penggunaan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas IR 42 dengan Metode SRI (System of Rice Intensification). J. Jurusan Agroteknologi, 9, 2-7.

Jatmiko, S.Y., Harsanti S., Sarwoto, & Ardiwinata, A.N. (2002). Apakah Herbisida yang digunakan cukup aman?. Dalam J. Soejitno, I.J. Sasa dan Hermanto (Ed.). Prosiding Seminar Nasional Membangun Sistem Produksi Tanaman Pangan Berwawasan Lingkungan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Marble, C., J. Smith, T. K. Broschat, A. Black, E. Gilman, & White, C. (2016). Effects of Metsulfuron-Methyl-Containing Herbicides on Ornamentals. UF/IFAS Extension, University of Florida.

Naibaho P.M. (2011). Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.

Pane, H., P. Bangun, & Jatmiko, S.Y. (1999). Pengelolaan Gulma pada Pertanaman Padi Gogorancah dan Walik Jerami di Lahan Sawah Tadah Hujan. Dalam S. Partohardjono, J. Soejitno, dan Hermanto Risalah Seminar Hasil Penelitian Emisi Gas Rumah Kaca dan Peningkatan Produktivitas Padi di Lahan Sawah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Perkasa, A.Y., M. Ghulamahdi, & Guntoro, D. (2016). Penggunaan Herbisida untuk Pengendalian Gulma pada Budi Daya Kedelai Jenuh Air di Lahan Pasang Surut. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 35(1), 63-70.

Sembodo, Drj. (2010). Gulma dan Pengelolaannya. Graha Ilmu, Yogyakarta (ID).

Senseman, S.A. (2007). Herbicide Handbook (Ninth edition). Weed Sciense Society of America, 546.

Suprihatno, B. (2010). Deskripsi Varietas Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian Sukamandi.

Tomlin, C.D.S. (2009). The e-Pesticide Manual. British Crop Production Coun.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats