Analisis Peran Stakeholders dalam Pengelolaan Desa Wisata Randugede Hidden Paradise, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. : Review

Evita Dewi Brilianti, Agung Wibowo, Eny Lestari

Sari


Peran stakeholders dalam pengelolaan Desa Wisata Randugede Hidden Paradise (RHP) menjadi sangat penting, saat ini lokasi tersebut sedang populer dan menjadi sorotan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Magetan. Peran yang baik antar stakeholders disana sangat diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan bersama tanpa adanya konflik selama pembangunan desa wisata. Peran stakeholders selama pengembangan dan pengelolaan desa wisata dapat menciptakan output yang baik, maka manfaat sebesar-besarnya akan juga dapat dirasakan oleh masing-masing pihak. Stakeholders tersebut di kelompokkan menjadi tiga yaitu stakeholder primer, stakeholder kunci, stakeholder sekunder. Stakeholders primer terdiri dari penduduk atau masyarakat desa, stakeholder kunci terdiri dari pengelola desa wisata yaitu sub unit BUMDES Randugede yang bernama Randualas, investor, dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan, sedangkan stakeholder sekunder terdiri dari Pemerintah Desa Randugede, komunitas swasta, biro perjalanan pariwisata dan media massa. Masing-masing stakeholders memiliki peran/posisinya sendiri dalam pengelolaan desa wisata, antara lain sebagai policy creator, koordinator, fasilitator, implementer, akselerator. Posisi tersebut pada intinya adalah menciptakan output atau manfaat dalam pengembangan dan pengelolaan sebuah desa wisata di Randugede Hidden Paradise.

Kata Kunci


Peran stakeholders, pengelolaan desa wisata, Randugede Hidden Paradise

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Budimanta, Arif., Adi Prasetyo., & Bambang Rudito. (2008). Corporate Social Responsibility: Alternatif bagi Pembangunan Indonesia. Jakarta: ICSD.

Leiper, Neil. (1995). Tourism System : An Interdisciplinary Perspective. Depaterment of Managament System, Business Studies Faculty, Massey University, Palmerston North, New Zeland.

Moleong. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung : 4PT Remaja Rosdakarya.

Nugroho. (2014). Koordinasi Pelaksanaan Program Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Pembangunan dan Lestari Alam, (5):2.

Prasetyo, Agus. (2014). Aktivitas Promosi Pariwisata Kabupaten Magetan (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Aktivitas Promosi Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan. Skripsi : UMS.

Rukini, Arini,P.S., dan Nawaningsih, E. (2015). Peramalan Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Bali Tahun 2019: Metode ARIMA. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, (8):2.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : CV. Alfabeta.

Thompson C. (2011). Critical Thinking across the Curriculum: Process over Output. International Journal of Humanities and Social Science, (1).

Townsley, P. (1998). Social issues in fisheries. FAO Fisheries Technical Paper. No. 375. Rome, FAO. 1998. 39p. FAO CORPORATE DOCUMENTREPOSITORY. http://www.fao.org/DOCREP/003/W8623 E/w8623e05.htm. Diakses 23 April 2021.

Yosevita. (2015). Implementasi Peran Stakeholder dalam Pengembangan Ekowisata di Taman Nasional Manusela (TNM) di Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Agroforestri (X):1.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats