Analisis Keberhasilan Program Peningkatan Produktivitas Padi Sawah Di Maluku Utara

Yayat Hidayat, Agus Hadiarto, Yopi Saleh, Chris Sugihono, Bram Brahmantiyo

Sari


Evaluasi program pertanian diperlukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu kegiatan pertanian yang telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi program pertanian yang telah diterapkan di daerah sentra produksi padi sawah di Maluku Utara dan  mencari model alternatif penerapan pertanian yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan analisis multikriteria dengan membuat alternative dan kriteria berdasarkan metode TOPSIS. Hasil penelitian, model PTT padi sawah merupakan alternatif terbaik dalam peningkatan produktivitas padi sawah di Maluku Utara. Secara berurutan Model PTT, Model Hazston, dan penggunanaan padi hibrida dapat direkomendasikan di Maluku Utara dalam upaya peningkatan produktivitas padi sawah.

Kata Kunci


analisis multi kriteria, produktivitas, padi sawah terpadu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ashari & Rusastra. I. W. (2014). Pengembangan Padi Hibrida: Pengalaman dari Asia dan Prospek Bagi Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 32(2), 103 – 121.

Badan Litbang Pertanian. (2007). Daerah Pengembangan dan Anjuran Budidaya Padi Hibrida. Kementerian Pertanian.

Badan Litbang Pertanian. (2015). Panduan Teknologi Budidaya Hazton pada Tanaman Padi. Kementerian Pertanian.

BPTP Maluku Utara. (2017). Laporan akhir Pendampingan Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Maluku Utara.

Kemtan. (2014). Definisi Padi Hibrida. [Online]. http://cybex.deptan.go.id/ penyuluhan/varietas-padi-hibrida Diakses pada 12 Maret 2014.

Diperta. (2014). Keunggulan dan Kelemahan Padi hibrida. [Online}. http://diperta.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/1285 Diakses pada 12 Maret 2014.

Hasan, M. I. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Makarim, A. K., & Las, I. (2005). Terobosan peningkatan produktivitas padi sawah irigasi melalui pengembangan model pengelolaan tanaman dan sumber daya terpadu (PTT). Inovasi Teknologi Padi Menuju Swasembada Beras Berkelanjutan. Puslit Tanaman Pangan. Badan Litbang Pertanian.

Kusumadewi, S., Hartati, S., Harjoko A., & Wardoyo, R. (2006). Fuzzy Multi-Attribute Decission Making (FUZZY MADM). Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.

Mendoza A. G., & Macoun, P. (1999). Panduan untuk Menerapka Analisis Multi Kriteria dalam Menilai Kriteria dan Indikator. CIFOR (Center for International Forestry Research).

Suparta. (2010). Analisis Komparasi Usahatani Padi Sawah Metode Sri (System Of Rice Intensification) dan Konvensional Di Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi. Tesis. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya. Jawa Timur.

Wang, T.C., & Lee, H.D. (2009). Developing a Fuzzy TOPSIS Approach Based on Subjective Weights and Objective Weights. Expert System with Applications, 36(2009), 8980-8985.

Yayat, H., Saleh, Y., & Waraiya, M. (2012). Kelayakan Usahatani Padi Varietas Unggul Baru Melalui PTT di Kabupaten Halmahera Tengah. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 31(3), 166-172.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats