Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Mendukung Kemandirian Benih

Vivi Aryati, Helmi Helmi

Sari


Kemandirian benih merupakan salah satu sasaran akhir pemerintah dalam meluncurkan berbagai program perbenihan melalui pendekatan partisipatif. Namun rendahnya kapasitas petani menjadi kendala dalam pencapaian sasaran program. Melalui program Pengembangan Kawasan Mandiri Benih dimana anggota kelompok tani ditargetkan untuk menjadi penangkar benih secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap petani terhadap pelatihan dan sekolah lapang sebagai strategi peningkatan kapasitas kelompok tani yang mendukung upaya terciptanya kemandirian benih di tingkat petani. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa seluruh petani responden memandang pelatihan dan sekolah lapang merupakan strategi yang efektif dalam peningkatan kapasitas petani. Pelaksanaan sekolah lapang telah mampu meningkatkan pemahaman petani dalam memproduksi benih padi unggul bermutu dan menjadikan Desa Cengkering Pekan sebagai desa yang mandiri dalam penyediaan benih.

Kata Kunci


kapasitas, kelompok tani, benih padi, kemandirian

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aditiawati, P., Rosmiati, M., & Sumardi, D. (2015). Pengaruh pelatihan teknologi pestisida limbah tembakau terhadap perilaku petani. Jurnal Agribisnis Terpadu, 8(2). doi: http://dx.doi.org/10.33512/jat.v8i2

Babang, K.R. (2008). Penguatan kelompok pengrajin tenun ikat tradisional. Master thesis, Institut Pertanian Bogor. Diakses dari http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/9798

Balitbangtan. (2015). Pedoman umum penngembangan model kawasan mandiri benih padi, jagung, kedelai. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

BPP Pematang Cengkering. (2017). Programa 2015-2016. Batubara: BPP Pematang Cengkering.

BPS Sumut. (2017). Provinsi Sumatera Utara dalam Angka 2017. Medan: BPS Sumut.

Darwis, V. (2018). Sinergi kegiatan desa mandiri benih dan kawasan mandiri benih untuk mewujudkan swasembada benih. Analisis Kebijakan Pertanian, 16(1): 59-72.

Douglas, J.E. (1980). Successful seed programs. Westview, Colorado: International Agricultural Development Series.

Ernawati, Djafar, L, & Sudirman. (2015). Program sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu sebagai upaya peningkatan kapasitas petani (Penelitian di kelurahan Sungai Garam Hilir kecamatan Singkawang Utara kota Singkawang). Jurnal Tesis PMIS-UNTAN-PSS-2015: 1-21.

Hermanto & Swastika, D.K.S. (2011). Penguatan kelompok tani: Langkah awal peningkatan kesejahteraan petani. Analisis Kebijakan Pertanian, 9(4): 371-390.

Kementan. (2016). Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019. Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Khairunnisa, Saleh, A, & Anwas, O.M. (2019). Penguatan kelembagaan petani padi dalam pengambilan keputusan adopsi teknologi IPB Prima. Jurnal Penyuluhan, 15(1): 89-96.

Ruhimat, I.S. (2017). Peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok tani dalam pengembangan usahatani agroforestry: Studi kasus di desa Cukangkawung, kecamatan Sodonghilir, kabupaten Tasikmalaya, provinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 14(1): 1-17.

Rustandi, A.A., Harniati, & Kusnadi, D. (2020). Strategi peningkatan kapasitas petani dalam komunitas usahatani jagung (Zea Mays L) di kecamatan Cilawu kabupaten Garut. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3): 589-597.

Sayaka, B., Dabukke, F.B.M., & Suharyono, S. (2020). Membangun kemandirian industri benih padi nasional. Jurnal Ekonomi Indonesia, 9(3): 189-207.

Subagjo, H., Sumardjo, Asngari, P.S., Tjitropranoto, P, & Susanto, D. (2008). Kapasitas petani dalam mewujudkan keberhasilan usaha pertanian: Kasus petani sayuran di kabupaten Pasuruan dan kabupaten Malang provinsi Jawa Timur. Jurnal Penyuluhan, 4 (1): 11-20.

Surahman, M. (2018). Kabupaten Mandiri Benih. Jakarta: Sindo Weekly.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats